Banten

Dinkes Kota Tangerang Siagakan Fasyankes Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau Meluas

David Amanda | 6 September 2026, 13:20 WIB
Dinkes Kota Tangerang Siagakan Fasyankes Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau Meluas
Dinkes Kota Tangerang Siagakan Fasyankes Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau Meluas - Istimewa

AKURAT BANTEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang resmi memberlakukan status kesiapsiagaan penuh pada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di wilayahnya pada Minggu, 6 September 2026. Langkah ini diambil menyusul meluasnya sebaran material abu vulkanik akibat lonjakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak langsung pada penurunan kualitas udara pemukiman warga.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, memaparkan bahwa paparan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau memiliki dampak klinis langsung terhadap sistem pernapasan.

Partikel halus yang dibawa angin membawa risiko gangguan pernapasan akut jika terhirup tanpa proteksi masker.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Terdeteksi Sampai Jakarta dan Jawa Barat

"Paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan, terutama sistem pernapasan. Partikel abu yang terhirup berpotensi menimbulkan keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hidung berair, hingga sesak napas pada kondisi tertentu," katanya.

Ia mengimbau warga terdampak yang mulai mengeluhkan gangguan medis untuk tidak menunda pemeriksaan ke fasyankes terdekat. Proteksi fisik menggunakan kacamata dan masker medis sangat disarankan selama indeks kualitas udara memburuk.

"Selain gangguan pernapasan, paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan menghindari paparan abu secara langsung, terutama ketika kualitas udara di sekitar tempat tinggal mengalami penurunan," jelasnya.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu 33 Penerbangan di Bandara Soetta, Calon Penumpang Menumpuk

Dinkes juga memberikan atensi khusus pada kelompok rentan medis seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit asma kronis. Kelompok tersebut diminta mengurangi aktivitas luar ruangan secara total hingga situasi udara kembali normal.

"Masyarakat juga diminta tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi lingkungan. Informasi yang berasal dari sumber resmi penting agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.

Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Tangerang dipastikan tetap membuka layanan darurat penuh bagi warga terdampak abu vulkanik.

Baca Juga: Pusat Barang Antik di Alam Sutera Gelar Pameran Radio Klasik Lintas Negara

Penanganan medis disiapkan secara berkala guna mengantisipasi eskalasi dampak abu vulkanik yang meluas.

"Pemkot Tangerang mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik. Dengan mengenali gejala dan segera mendapatkan pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat dapat mengurangi risiko dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan," tandasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.