AGRIPALA SMKN 2 Kota Tangerang dan AOPGI Banten Gelar Coaching Clinic Manajemen Risiko Pendakian

AKURAT BANTEN - SMKN 2 Kota Tangerang melalui organisasi pecinta alam AGRIPALA bersama Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia menggelar kegiatan Coaching Clinic Manajemen Risiko Pendakian, Sabtu (28/2/2026) kemarin.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman keselamatan dan mitigasi risiko bagi generasi muda yang aktif dalam aktivitas pendakian gunung.
Coaching clinic tersebut diikuti sejumlah organisasi Siswa Pecinta Alam (SISPALA) dari berbagai sekolah di wilayah Banten.
Para peserta mendapatkan materi terkait standar keselamatan pendakian, teknik identifikasi potensi risiko di lapangan, hingga perencanaan perjalanan di alam bebas secara sistematis.
Ketua AOPGI Provinsi Banten, Deni Ahmad Fanani, menegaskan bahwa tren pendakian yang terus meningkat di kalangan generasi muda perlu diimbangi dengan kompetensi keselamatan yang memadai.
"Tren pendakian terus meningkat, tetapi angka insiden juga menjadi perhatian serius. Karena itu, manajemen risiko harus menjadi kompetensi dasar setiap pendaki," ujarnya.
Baca Juga: Stop Jadi Target! Strategi Aman Melindungi Motor dari Pencurian
Menurutnya, pembinaan keselamatan bagi pendaki muda tidak cukup dilakukan sekali, melainkan harus dirancang secara berkelanjutan untuk membangun ekosistem pendakian yang aman dan bertanggung jawab di Banten.
"Kami ingin membangun sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan di Banten," tambahnya.
Selain itu, Ketua AOPGI Kota Tangerang, Bustomi, menilai pelaksanaan pelatihan di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam menanamkan prinsip keselamatan sejak dini kepada pelajar yang aktif dalam kegiatan alam bebas.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Kejar Dua Pelaku Penusukan Advokat di Tangsel, Penagih Utang Disorot
Ia menambahkan, AOPGI Kota Tangerang berencana melanjutkan program serupa melalui pelatihan rutin, simulasi penyelamatan, serta pendampingan bagi komunitas pendaki pemula di Kota Tangerang.
"Pendakian bukan sekadar mencapai puncak, tetapi memastikan seluruh tim kembali dengan selamat. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Afrish, menyampaikan bahwa coaching clinic ini menjadi ruang edukasi penting bagi anggota SISPALA untuk memahami urgensi perencanaan dan mitigasi risiko sebelum melakukan pendakian.
Baca Juga: Konflik AS vs Iran Kian Membara, Prabowo Nyatakan Siap Terbang ke Teheran Jadi Mediator
Ia berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam setiap aktivitas alam bebas yang dilakukan para siswa.
"Kami ingin teman-teman SISPALA tidak hanya memiliki semangat menjelajah alam, tetapi juga memahami bagaimana merencanakan perjalanan secara matang dan menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Tangerang, Nuridin, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Harga Emas Antam Alami Kenaikan Hari ini, Cek Disini!
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan bertanggung jawab.
"Melalui kolaborasi antara AOPGI Provinsi Banten, AOPGI Kota Tangerang, dan AGRIPALA SMKN 2 Kota Tangerang, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi pendaki muda yang sadar keselamatan, terlatih, serta mampu menjalankan kegiatan pendakian secara profesional dan minim risiko," tandasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana








