Inovasi Kandang Rubuh: Qurban Lebih Aman dan Berkah di Masjid Jami Baitul Muttaqin Tangerang

AKURAT BANTEN - Momen Idul Adha selalu dinanti umat Muslim di seluruh dunia, tak terkecuali di Masjid Jami Baitul Muttaqin di Tangerang, melakukan penyembelihan hewan kurban berupa Sapi dan Kambing, Sabtu (7/6/2025).
Selain sebagai wujud ketaatan dan kepedulian sosial, penyembelihan hewan kurban juga menjadi bagian penting dari ibadah ini.
Namun, tak jarang proses penyembelihan, terutama untuk hewan besar seperti sapi, dapat menimbulkan tantangan tersendiri, baik dari segi keamanan panitia maupun kesejahteraan hewan.
Hewan kurban yang stres seringkali menjadi sulit dikendalikan, memberontak, dan bahkan membahayakan panitia yang bertugas.
Baca Juga: Kisah Mutmainah: Setia Mendampingi Ustadz Yahya Waloni, Susah, Senang, Hingga Ikut Memeluk Islam
Kondisi inilah yang mendorong salah seorang pengurus Masjid Jami Baitul Muttaqin untuk berinovasi.
Sebuah ide brilian tercetus: membuat kandang rubuh khusus untuk proses penyembelihan sapi.
Inisiatif ini bukan sekadar iseng belaka. Selama ini, proses penyembelihan sapi di masjid tersebut dilakukan secara manual, sebuah cara yang diakui cukup berisiko.
Setelah disembelih, sapi harus ditarik menuju area pencacahan, yang tentu membutuhkan tenaga ekstra dan potensi bahaya jika hewan masih bergerak.
"Ya, sebenarnya penggunaan kandang rubuh ini sangat awal, artinya baru memulai menggunakan, karna sebagian panitia masih amatir. Tapi Alhamdulillah, dengan sangat hati-hati dan tertib sesuai arahan maka penyembelihan berjalan lancar dan aman," ungkap Ustadz Rahmat Mubarok, Sabtu (7/6/2025) salah satu penyembelih hewan kurban di Masjid Jami Baitul Muttaqin, usai pelaksanaan kurban tahun ini.
Kandang rubuh yang baru pertama kali digunakan ini dirancang sesuai dengan ukuran dan karakteristik sapi yang akan disembelih.
Terbuat dari 8 batang besi holo yang kokoh, dilengkapi dengan 4 roda penarik untuk memudahkan mobilitas, serta beberapa selfbelt (tali pengaman) untuk mengikat sapi dengan aman.
Endaryanto, sang penggagas ide inovatif ini, menjelaskan lebih lanjut, "Kandang ini menggunakan 8 batang besi pilihan yang kuat dan sangat baik, roda dan beberapa tali selfbelt." Ujarnya.
Baca Juga: Innalillahi! Ustadz Yahya Waloni Meninggal Dunia Usai Khutbah Jumat di Makassar
Ia mengaku prihatin dengan cara manual yang selama ini diterapkan dan menyadari potensi bahaya yang mengintai.
Inisiatif Endaryanto pun mendapat respons positif dari Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Muttaqin, Janwar Iriandi.
Ia menyambut baik penggunaan kandang rubuh ini sebagai solusi yang lebih simpel dan praktis dibandingkan cara manual sebelumnya.
"Alhamdulillah, memang penggunaan kandang rubuh yang baru saja dilakukan oleh panitia ini sangat lebih simpel dan praktis. Sehingga dapat membantu pelaksanaanya," tutur Janwar dengan wajah sumringah.
Penyembelihan Aman dan Sesuai Syariat
Penggunaan kandang rubuh ini sejalan dengan upaya untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara benar, aman, dan sesuai dengan syariat Islam.
Sebelum inovasi ini diterapkan, panitia Masjid Jami Baitul Muttaqin juga selalu memastikan setiap tahapan penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan hal-hal penting berikut:
1. Persiapan Sebelum Menyembelih:
* Niat dan Doa: Mengawali dengan niat ikhlas beribadah kurban dan mengucapkan doa "Bismillah, Allahu Akbar".
* Perlengkapan: Memastikan pisau yang digunakan sangat tajam, area penyembelihan bersih, dan peralatan lain siap.
* Perlakuan Lembut: Memberikan perlakuan yang baik dan lembut kepada hewan kurban, menghindari segala bentuk kekerasan yang dapat membuatnya stres.
2. Proses Penyembelihan:
* Menghadapkan ke Kiblat: Membaringkan hewan kurban menghadap kiblat, khususnya bagian leher yang akan disembelih.
* Penyembelihan Cepat dan Tepat: Melakukan penyembelihan dengan gerakan cepat dan tepat, memotong tiga saluran utama di leher: urat leher (vena dan arteri karotis), kerongkongan (esofagus), dan tenggorokan (trakea).
* Tidak Mematahkan Leher: Dilarang mematahkan leher hewan sebelum proses penyembelihan selesai.
* Pisau Tajam: Menggunakan pisau yang sangat tajam untuk meminimalkan rasa sakit pada hewan.
* Menyebut Nama Allah: Mengucapkan "Bismillah, Allahu Akbar" saat melakukan penyembelihan.
3. Setelah Penyembelihan:
* Pembersihan: Memastikan darah hewan mengalir dengan sempurna dan membersihkan area penyembelihan.
* Distribusi: Membagikan daging kurban kepada yang berhak sesuai dengan ketentuan syariat dan tradisi yang berlaku.
4. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan:
* Penyembelih Muslim: Orang yang menyembelih harus beragama Islam, sudah dewasa (baligh), dan berakal sehat.
* Tidak Mengasah Pisau di Depan Hewan: Menghindari tindakan mengasah pisau di hadapan hewan kurban untuk mencegahnya stres.
* Tidak Menyembelih di Depan Hewan Lain: Sebaiknya tidak melakukan penyembelihan di dekat hewan kurban lainnya untuk menghindari kepanikan.
* Perlakukan dengan Lembut: Senantiasa memperlakukan hewan kurban dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Dengan adanya inovasi kandang rubuh ini, Masjid Jami Baitul Muttaqin semakin menegaskan komitmennya untuk melaksanakan ibadah kurban dengan cara yang lebih aman, efisien, dan tentu saja sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah kurban demi kenyamanan dan keamanan bersama, serta kesejahteraan hewan kurban (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










