Banten

Progres Polres Metro Tangerang Kota Dipertanyakan Keluarga Korban Tabrak Lari, CCTV Bertebaran, Pelaku Masih Misterius

Handrian Setiawan | 8 September 2026, 09:11 WIB
Progres Polres Metro Tangerang Kota Dipertanyakan Keluarga Korban Tabrak Lari, CCTV Bertebaran, Pelaku Masih Misterius
Progres Polres Metro Tangerang Kota Dipertanyakan Keluarga Korban Tabrak Lari, CCTV Bertebaran, Pelaku Masih Misterius - Istimewa

AKURAT BANTEN - Kasus tabrak lari yang menimpa ibu dan balita di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pada Minggu, 23 Agustus 2026 hingga kini belum menemukan titik terang.

Padahal menurut keluarga korban, selain sejumlah kamera CCTV disebut masih berada di sekitar lokasi kejadian. Dan seharusnya, pihak kepolisian memiliki cara yang lebih detail, tanpa hanya mengandalkan CCTV.

Saksi: Ibu Terpental Jauh Sambil Memeluk Anak

Korban yang diketahui bernama Melly (29) dan putrinya berusia 1,8 tahun itu, dihantam oleh motor dari belakang hingga terpental jauh, menurut saksi mata setempat.

Baca Juga: Daftar 32 Proyek Muaro Jambi Masuk Laporkan KPK, 24 Tender PUPR Tembus Rp41,7 Miliar

“Ibu itu terpental sambil peluk anaknya. Makanya yang parah itu ibunya. Berdarah semua. Langsung di bawa ke RS Sari Asih, terdekat. Luka sekujur tubuh hingga dahinya harus dijahit,” ujar warga setempat yang sempat melihat kejadian di TKP.

Pihak keluarga korban merasa kecewa, dan mempertanyakan kinerja Unit Laka Polres Metro Tangerang Kota yang telah memiliki anggaran dari negara untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, namun dianggap tidak maksimal dalam pengungkapan.

“Atau mungkin kalau yang ditabrak lari anak Wali Kota Tangerang, baru cepet mungkin ya progresnya. Ini sama sekali tidak ada perkembangannya,” ujar salah satu keluarga korban, Akbar.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Badan Geologi Ungkap Potensi Bahayanya

“Ini korbannya seorang ibu dan anak balita, lho. Keluarga korban tidak menuntut macem-macem. Cuma mau tau siapa yang tega melihat seorang ibu dan anak bayi terkapar, ditinggal kabur,” ungkapnya.

Sehingga, tak hanya keluarga, namun warga pun mempertanyakan sejauh mana polisi menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi kendaraan maupun pelaku yang diduga melarikan diri setelah kejadian.

Bagi keluarga dan sebagian masyarakat, keberadaan CCTV seharusnya bisa menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap kasus tersebut.

Baca Juga: Xabi Alonso Akui Chelsea Harus Belajar Usai Kalah dari Arsenal: The Blues Ternyata Belum Matang

Hampir Tiga Minggu, Pelaku Masih Belum Teridentifikasi

“Kejadian ini sudah hampir 3 minggu belum juga ada titik terang. Padahal kalau polisi hanya mengandalkan CCTV, kamera pengawas tidak hanya berada tepat di titik kejadian, tetapi juga disebut terdapat sebelum dan setelah lokasi,” ujar Agus, kakak korban.

Keluarga pun berharap polisi tidak hanya mengumpulkan rekaman, tetapi menelusurinya secara menyeluruh untuk menemukan arah pergerakan kendaraan pelaku.

“Gimana belum ada CCTV. Memang polisi jaman dulu kalau ngelacak orang pakai CCTV. Jadi gak itu jangan jadi alasan,” ucapnya.

Baca Juga: BPBD Kota Tangerang Kerahkan Ekskavator Gempur Kebakaran TPS Liar di Pinang

Polisi Klaim Masih Lidik, Keluarga Mengaku Belum Melihat Titik Terang

Sementara itu, Kanit Laka Polres Kota Tangerang AKP Badruzzaman memastikan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih lidik. CCTV nya begitu. Kampung situ ga ada petunjuk ya. Lagi pelajari CCTV, tapi kameranya dari samping,” ujar Badruz saat dikonfirmasi, Senin (7 /8/2026)

Menurutnya, petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan rekaman CCTV yang tersedia. Namun, rekaman yang diperoleh belum memberikan petunjuk yang cukup untuk mengungkap identitas pelaku.

“CCTV begitu. Kita ke TKP sudah dikumpulkan. Kami masih belum berhasil,” katanya.

Baca Juga: Abu Letusan Anak Krakatau Sampai ke Tangerang, Warga Diminta Pakai Masker, Ini Dampaknya

Ia menyebut salah satu rekaman yang diperiksa hanya memperlihatkan kendaraan dari sisi samping. “CCTV menurutnya yang menyoroti hanya dari Showroom Vespa itu saja, dari samping,” ujarnya.

Meski begitu, polisi mengakui masih terdapat CCTV lain yang berada sebelum maupun setelah titik kejadian. “Kalau CCTV dari sebelum dan setelah TKP masih ada CCTV,” katanya.

Polisi menegaskan proses penyelidikan masih berjalan. Hingga kini, belum ada hasil mengenai identitas ataupun keberadaan pelaku. “Ya, gimana, masih penyelidikan,” ucapnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.