Banten

Bikin Tegang! Tim SAR Temukan 2 Life Jacket dan Helm Proyek, Jejak 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Mulai Terkuak?

Abdurahman | 12 September 2026, 22:53 WIB
Bikin Tegang! Tim SAR Temukan 2 Life Jacket dan Helm Proyek, Jejak 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Mulai Terkuak?
Tim SAR gabungan kembali menemukan pelampung (life jacket) dalam operasi pencarian lima jurnalis yang hilang. (Dok. Istimewa)

AKURAT BANTEN – Pencarian lima jurnalis yang hilang kontak bersama tiga awak speedboat di perairan Selat Sunda memasuki babak yang semakin menegangkan.

Di tengah operasi besar-besaran yang terus diperluas, Tim SAR gabungan kembali menemukan sejumlah benda yang mengapung di laut.

Temuan tersebut berupa dua life jacket berwarna oranye, sebuah helm proyek berwarna merah, serta jeriken bahan bakar minyak berwarna biru.

Benda-benda itu ditemukan tim yang berada di KN SAR Tetuka saat melakukan penyisiran di sektor X, sisi utara Pantai Carita, Banten, pada Sabtu (12/9/2026).

Temuan ini sontak menjadi perhatian karena lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dicari diketahui berada dalam speedboat Arupadatu I sebelum hilang kontak di kawasan Selat Sunda.

Namun, Tim SAR masih berhati-hati. Belum ada kepastian bahwa benda-benda yang ditemukan tersebut merupakan perlengkapan dari speedboat yang membawa rombongan delapan orang itu.

Dua life jacket dan sebuah helm proyek kini menjadi bagian dari jejak penting dalam pencarian, tetapi identitas pemilik benda tersebut masih harus dipastikan.

Baca Juga: Identitas Terungkap! Mayat Pria yang Mengambang di Muara Kali Terate Ternyata Eman, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Dua Life Jacket Ditemukan Mengapung di Laut

Kasubdit Patroli Airud Polda Banten AKBP Lis Handaya membenarkan adanya sejumlah benda yang ditemukan saat operasi pencarian.

Menurut dia, objek yang ditemukan terdiri dari dua life jacket, helm proyek, dan jeriken BBM.

“Ada life jacket 2 pcs, helm proyek, sama jiriken BBM,” kata Lis kepada awak media, Sabtu malam.

Meski demikian, pihak berwenang tidak ingin terburu-buru mengaitkan temuan tersebut dengan rombongan jurnalis yang hilang.

Lis menegaskan, barang-barang itu masih harus diklarifikasi kepada pihak yang berwenang dan pemilik kapal.

Konfirmasi tersebut penting untuk memastikan apakah benda yang ditemukan memang merupakan perlengkapan Arupadatu I atau justru berasal dari kapal lain yang berada di kawasan perairan tersebut.

Baca Juga: Bikin Kaget! Debutan Como Langsung Masuk 5 Besar, MU Juga Terbang di Liga Champions

Pencarian 8 Orang Belum Membuahkan Hasil

Di sisi lain, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal masih belum menemukan titik terang.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, operasi pencarian pada hari kelima melibatkan 14 kapal yang dibagi ke dalam tujuh sektor.

Jumlah tersebut bertambah dibandingkan hari sebelumnya yang menggunakan 12 kapal dalam enam sektor pencarian.

Salah satu unsur yang melakukan pencarian adalah Kapal Polisi (KP) Sanjaya. Kapal tersebut menempuh perjalanan sekitar 80 mil atau 140 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih delapan jam.

Namun, hasil penyisiran masih nihil.

Tim juga melakukan pemantauan visual di sekitar Pulau Sertung menggunakan teropong untuk mencari kemungkinan keberadaan para korban maupun speedboat yang mereka tumpangi.

Baca Juga: Persija vs Persib Memanas! Gol Dramatis Ivan Mamut Bawa Macan Kemayoran Menang 2-1

Sinyal Terakhir Terdeteksi di Pulau Sebesi

Petunjuk lain muncul dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria sebelumnya mengungkap bahwa pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah operator seluler untuk membantu melacak sinyal telepon di sekitar wilayah pencarian.

Dari pemantauan tersebut, Pulau Sebesi menjadi titik kontak terakhir yang terdeteksi berdasarkan data telekomunikasi.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Tim SAR Gabungan dan menjadi salah satu data penting dalam menentukan wilayah pencarian.

Sebanyak 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk memperluas penyisiran terhadap delapan orang yang berada dalam kapal yang hilang kontak.

Baca Juga: Hari Ini Heboh! Persija vs Persib Memanas, Gempa Kepulauan Seribu hingga Juicy Luicy Batal Manggung

Gunung Anak Krakatau Jadi Tantangan Besar

Operasi pencarian tidak berlangsung mudah. Tim SAR harus menghadapi kondisi perairan Selat Sunda sekaligus aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih menjadi faktor risiko.

Sebelumnya, Basarnas Banten menjelaskan bahwa pencarian melalui udara menghadapi kendala karena lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban berada di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.

PVMBG juga memberikan rekomendasi radius berbahaya sejauh 3 kilometer dari kawasan gunung.

Selain aktivitas vulkanik, kondisi laut turut menjadi tantangan. Pada hari ketiga pencarian, misalnya, tinggi gelombang di kawasan tersebut dilaporkan berkisar 1 hingga 2 meter, dengan angin dan gelombang yang semakin kuat menjelang siang dan sore.

Baca Juga: Heboh di KRL Manggarai-Bogor! Wanita Bawa Kamper, Marah-marah dan Bikin Satu Gerbong Geger

Pencarian Terus Diperluas

Meski belum menemukan keberadaan para jurnalis dan awak kapal, operasi pencarian tidak dihentikan.

Tim SAR terus memperluas sektor penyisiran berdasarkan berbagai perhitungan, termasuk arah arus, pergeseran ombak, angin, serta informasi dari sistem komunikasi.

Pemerintah juga mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu operasi tersebut.

Kapolda Banten menegaskan bahwa seluruh personel dan sarana pendukung akan terus digunakan semaksimal mungkin untuk menemukan titik terang keberadaan delapan orang yang hingga kini masih hilang kontak.

Situasi ini membuat temuan dua life jacket, helm proyek, dan jeriken BBM menjadi perhatian besar. Namun, publik tetap perlu menunggu hasil identifikasi resmi sebelum mengaitkan benda-benda tersebut dengan speedboat Arupadatu I.

Hingga perkembangan terbaru, lima jurnalis dan tiga awak kapal masih dalam pencarian.

Harapan keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat kini tertuju pada satu hal: semoga operasi SAR segera menemukan titik terang dan seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman