Evakuasi Dramatis Helikopter Jatuh di Sekadau, Delapan Korban Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

AKURAT BANTEN - Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban kecelakaan helikopter H130 dengan registrasi PK-CFX berhasil dievakuasi dari lokasi jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat 17 April 2026.
Helikopter tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan terpencil yang sulit dijangkau, sehingga proses penyelamatan dilakukan dengan penuh tantangan.
Seluruh jenazah korban telah berhasil dikeluarkan dari badan helikopter sebelum kemudian dibawa menuju fasilitas medis untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Pelarian Dramatis Kurir 58 Kg Sabu Berakhir di Tangan Polisi Setelah Enam Bulan Buron
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi alam yang tidak bersahabat serta keterbatasan akses di lokasi kejadian.
"Jenazah dibawa dari lokasi menggunakan ambulans menuju ke Kompi B Yonif 642 untuk dijemput dengan helikopter Super Puma dari Lanud Supadio, yang selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono.
Sebelumnya, tim SAR telah menemukan badan helikopter beserta seluruh penumpang dan kru pada Kamis malam, 16 April 2026.
Baca Juga: Dunia Terkecoh! Dana Rp263 Triliun untuk Korban Gaza Diduga 'Dibelokkan' Trump ke Israel
Penemuan tersebut menjadi titik awal proses evakuasi yang harus segera dilakukan tanpa menunggu waktu siang.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang diperkirakan tidak mendukung jika evakuasi ditunda.
"Segera dievakuasi dikarenakan cuaca pada siang hari menurut Basarnas tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi dan tidak ada area lapang yang memenuhi syarat untuk helikopter mendarat," jelasnya.
Baca Juga: Tata Kelola Pajak Kota Tangerang Diduga Tabrak Aturan, Dua Dinas Rebutan Wewenang?
Seluruh jenazah akhirnya berhasil dikeluarkan dari reruntuhan helikopter sekitar pukul 02.30 WIB.
Setelah itu, tim membawa para korban menuju Posko Hulu Peniti sebagai titik transit sebelum diberangkatkan ke lokasi berikutnya.
Perjalanan menuju posko tersebut bukan perkara mudah karena medan yang harus dilalui sangat berat.
Baca Juga: AS Ancam Iran dengan Blokade dan Perang Jika Negosiasi Damai Gagal
Tim harus berjalan kaki selama kurang lebih dua setengah jam dengan kondisi gelap, jalan licin, curam, serta dipenuhi bebatuan.
"Jarak dari TKP ke lokasi Posko sekitar 2.5 jam berjalan kaki dengan kondisi gelap, jalan licin curam, dan berbatuan," sebut Bambang.
Setibanya di Posko Hulu Peniti sekitar pukul 04.52 WIB, seluruh jenazah langsung dipindahkan ke ambulans yang telah disiapkan.
Baca Juga: Trump Guncang Dunia: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Sah, Iran Segera 'Menyerah'?
Sebanyak delapan unit ambulans kemudian mengangkut korban menuju Kompi B Yonif 642.
Dari lokasi tersebut, proses evakuasi dilanjutkan dengan menggunakan helikopter untuk mempercepat pengiriman ke rumah sakit.
Seluruh korban akhirnya diberangkatkan ke RS Bhayangkara Pontianak guna menjalani proses identifikasi resmi.
Baca Juga: AS Ancam Iran dengan Blokade dan Perang Jika Negosiasi Damai Gagal
Adapun total korban dalam kecelakaan ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari pilot dan penumpang.
Data yang dihimpun menyebutkan para korban berasal dari Pontianak dan berada dalam satu penerbangan yang sama.
Berikut daftar korban yang berhasil dievakuasi dalam insiden tersebut:
Baca Juga: Kenapa Jokowi Enggan Tunjukkan Ijazah Asli? Kuasa Hukum Bongkar Logika Hukum di Baliknya!
Marindra sebagai pilot asal Pontianak.
Harun Arasyid yang juga bertugas sebagai pilot.
Patrick K sebagai penumpang.
Victor T sebagai penumpang.
Charles L sebagai penumpang.
Joko C sebagai penumpang.
Fauzie O sebagai penumpang.
Sugito sebagai penumpang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







