Banten

Kapal Jepang JS Kunisaki Bawa 3 Helikopter Chinook untuk Bantu Karhutla Kalimantan

Viona Sebastian Nolani | 15 September 2026, 11:39 WIB
Kapal Jepang JS Kunisaki Bawa 3 Helikopter Chinook untuk Bantu Karhutla Kalimantan
Kapal JMSDF JS Kunisaki Tiba di Kalimantan Barat, Dukungan Jepang untuk Penanganan Karhutla Siap Dioperasionalkan - kemhan.go.id

AKURAT BANTEN - Kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki tiba di Terminal Kijing, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026).

Kapal tersebut membawa tiga helikopter CH-47 Chinook yang akan digunakan untuk mendukung operasi water bombing dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan.

Kedatangan JS Kunisaki merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Jepang melalui Defence Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia–Jepang.

Kerja sama tersebut secara khusus mencakup Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).

Baca Juga: TNI Amankan Kedatangan Kapal JMSDF JS Kunisaki di Kalimantan Barat

Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa diplomasi pertahanan Indonesia dan Jepang tidak hanya dilakukan melalui dialog maupun peningkatan kapasitas, tetapi juga diwujudkan dalam aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kerangka DCA/HADR tersebut juga menjadi dasar narasi resmi Kemhan mengenai dukungan Jepang.

JS Kunisaki tiba sekitar pukul 08.00 WIB dan disambut oleh unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, TNI, BNPB, serta berbagai instansi terkait.

Baca Juga: Dukungan Logistik Kemhan untuk Kapal Jepang dalam Penanganan Karhutla Kalimantan

Pada siang hari, Panglima TNI turut meninjau langsung JS Kunisaki dan melihat kesiapan dukungan Jepang dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

Tiga helikopter CH-47 Chinook kemudian dipersiapkan untuk membantu pemadaman Karhutla melalui metode water bombing.

Sebelum digunakan dalam operasi, kesiapan teknis dan keselamatan penerbangan akan dipastikan melalui berbagai tahapan persiapan serta flight test.

Penggunaan helikopter akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi kebakaran hutan dan lahan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, bantuan Jepang akan diintegrasikan dengan keseluruhan operasi penanganan Karhutla yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

TNI memiliki peran dalam pengawasan operasional helikopter, termasuk aspek security dan flight clearance.

Setiap helikopter juga akan ditempatkan Safety Officer TNI, sedangkan pelaksanaan misi penerbangan dikoordinasikan bersama BNPB.

Dukungan Jepang tersebut berfungsi memperkuat kemampuan nasional yang telah dikerahkan, bukan menggantikannya.

Kehadiran tiga helikopter CH-47 diharapkan meningkatkan kemampuan pemadaman dari udara, terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi darat.

Kerja sama pertahanan Indonesia dan Jepang juga menunjukkan bahwa diplomasi pertahanan dapat memberikan manfaat konkret bagi kepentingan kemanusiaan.

Melalui kolaborasi penanganan bencana tersebut, kedua negara berupaya memperkuat sinergi untuk melindungi masyarakat sekaligus mempercepat penanganan Karhutla.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.