Banten

Polisi Korsel dalami Surel Takahiro Karasawa Asal Jepang, Klaim Sengaja Mencelakakan Jeju Air dan Ancam Ledakkan Bom pada Malam Pergantian Tahun

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 31 Desember 2024, 11:53 WIB
Polisi Korsel dalami Surel Takahiro Karasawa Asal Jepang, Klaim Sengaja Mencelakakan Jeju Air dan Ancam Ledakkan Bom pada Malam Pergantian Tahun

AKURAT BANTEN - Surat Elektronik (Surel) dalam bentuk Email berisikan ancaman, serta klaim dari pengirim, bahwa kecelakaan pesawat Jeju Air adalah sengaja mereka lakukan pada Minggu (29/12/2024). Kini tengah diselidiki dan didalami Polisi Korea Selatan (Korsel).

Awal terungkapnya surel ancaman itu, didapati seorang pegawai di Kementerian Kehakiman yang mengetahui ada email masuk berisi pengakuan, jika dirinya yang membuat pesawat mengalami kecelakaan.

Usai mendapati surel tersebut, kemudian melaporkan kepihak kepolisian pada Senin (30/12/2024) pukul 08.50 pagi waktu setempat.

Baca Juga: Uang Royalti dari Band ATF Milik Andre Taulany Ditolak, Ahmad Dhani: Enggak Usah, Aku Udah Banyak Duit!

Diteruskan Akurat Banten, dari kantor berita Korsel, Yonhap, yang mengutip laporan pegawai kementerian Kehakiman kepada pihak kepolisian.

Ia mengatakan, "Saya menerima Email yang mengklaim kecelakaan Jeju Air adalah perbuatan mereka," tulis Yonhap.

Diketahui, bahwa selain klaim tersebut, terdapat juga surel yang berisi ancaman bahwa selanjutnya, akan meledakkan bom berkekuatan tinggi di beberapa pusat kota-kota besar di Korea Selatan pada saat malam Tahun Baru 2025 atau pergantian tahun, Selasa (31/12/2024).

Baca Juga: Prabowo Memberi Label MALING bagi Para KORUPTOR, Harusnya Dihukum 50 Tahun Penjara

Email tersebut ditulis dalam bahasa Jepang dan Inggris, dan dikirim oleh seseorang asal Jepang bernama Takahiro Karasawa.

Sebagai Informasi, nama tersebut pernah digunakan oleh pengirim Email dengan mengancama melakukan serangan bom terhadap beberapa fasilitas publik di negara ini, pada Agustus lalu.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.