Banten

Liverpool Tertahan Lagi, 3 Masalah Ini Bikin Andoni Iraola Punya PR Besar di Anfield

Aullia Rachma Puteri | 31 Agustus 2026, 01:35 WIB
Liverpool Tertahan Lagi, 3 Masalah Ini Bikin Andoni Iraola Punya PR Besar di Anfield
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, saat menyaksikan pasukannya menghadapi Leeds United dalam laga uji coba di Chicago, Amerika Serikat, MInggu (2/8/2026). LIVERPOOL FC menghadapi - LIVERPOOL FC

AKURAT BANTEN - Liverpool kembali gagal meraih kemenangan pada awal Premier League 2026/2027. Menjamu Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (29/8/2026), The Reds harus puas bermain imbang 2-2.

Hasil tersebut membuat Liverpool belum merasakan kemenangan dalam dua pertandingan pertama liga di bawah pelatih baru Andoni Iraola. Sebelumnya, The Reds juga bermain 2-2 ketika bertandang ke markas Newcastle United pada pekan pembuka.

Liverpool sebenarnya dua kali bangkit dari ketertinggalan. Nottingham Forest membuka skor melalui Dan Ndoye pada menit ke-24. Alexander Isak kemudian mencetak gol pertamanya untuk Liverpool pada menit ke-60, tetapi Forest kembali unggul lewat penalti Morgan Gibbs-White pada menit ke-70.

Victor Muñoz akhirnya menyelamatkan Liverpool dari kekalahan melalui gol pada menit ke-82. Namun, hasil imbang tersebut sekaligus memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus segera diperbaiki Iraola.

Baca Juga: Elliot Anderson Menggila, Man City Bisa Tersenyum: Rp1,9 Triliun Mulai Terbayar!

1. Babak Pertama Liverpool Terlalu Pasif

Iraola tidak berusaha menutupi kelemahan timnya. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih asal Spanyol itu secara terbuka mengakui bahwa babak pertama Liverpool berjalan buruk.

Menurut Iraola, timnya tidak cukup baik dalam mengontrol pertandingan. Liverpool juga dinilai terlalu pasif ketika tidak menguasai bola sehingga memberikan Forest ruang untuk memainkan bola dan membangun serangan.

Masalah intensitas tersebut menjadi salah satu faktor utama Liverpool kesulitan mengembangkan permainan. Setelah turun minum, situasinya berubah.

The Reds bermain lebih agresif, lebih cepat, dan menunjukkan urgensi yang jauh lebih besar. Sayangnya, peningkatan tersebut belum cukup untuk menghasilkan kemenangan.

Baca Juga: Liverpool Sudah Belanja Rp10 Triliun, tapi Lupa Satu Posisi Penting: Bisa Jadi Bumerang!

2. Pertahanan Masih Mudah Dieksploitasi

Dua gol Forest memperlihatkan bahwa Liverpool masih memiliki pekerjaan rumah di lini belakang.

Gol pertama berawal dari situasi bola panjang yang kemudian membuat pertahanan Liverpool kesulitan mengantisipasi pergerakan Forest.

Dan Ndoye akhirnya mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan yang bersarang di pojok bawah gawang.

Masalah serupa kembali terlihat pada gol kedua. Forest mendapatkan lemparan ke dalam dengan cepat sebelum akhirnya tercipta situasi yang berujung pada pelanggaran dan penalti untuk tim tamu.

Baca Juga: Tottenham Resmi Datangkan Savinho dari Manchester City, Harganya Bikin Kaget!

Iraola sendiri menyoroti bagaimana Liverpool tidak cukup baik dalam menghadapi situasi lemparan ke dalam. Menurutnya, persoalan tersebut ikut berkontribusi terhadap terciptanya gol kedua Forest.

Liverpool memang memiliki alasan untuk merasa frustrasi. Namun, dua kali tertinggal di kandang sendiri menunjukkan bahwa organisasi pertahanan masih belum sepenuhnya solid.

3. Iraola Harus Menemukan Komposisi Terbaik

Liverpool mengalami perubahan besar pada musim panas ini. Kehadiran sejumlah pemain baru membuat Iraola membutuhkan waktu untuk menemukan kombinasi terbaik.

Florian Wirtz menjadi salah satu pemain yang mulai menunjukkan pengaruhnya. Ia sempat mencetak gol, tetapi dianulir VAR karena offside dalam proses terjadinya gol.

Baca Juga: Sevilla Jadi Korban! Álex Baena Cetak Brace dan Antar Atlético Madrid Menang Telak

Iraola tetap memberikan pujian kepada gelandang Jerman tersebut dan yakin performanya akan semakin baik seiring bertambahnya waktu bermain bersama tim.

Alexander Isak juga akhirnya membuka rekening golnya untuk Liverpool. Penyerang asal Swedia itu menyamakan skor pada menit ke-60 setelah menerima umpan Cody Gakpo.

Namun, salah satu kejutan positif justru datang dari Victor Muñoz. Pemain tersebut kembali memberikan dampak setelah sebelumnya juga berkontribusi dalam laga melawan Newcastle.

Kali ini, Muñoz mencetak gol penyeimbang pada menit ke-82 sekaligus meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan. Konsistensi dari pemain-pemain baru maupun pemain lama akan menjadi kunci bagi Iraola.

Baca Juga: Arsenal Dapat Peringatan Keras! Victor Osimhen Diklaim Menunggu Panggilan Manchester United

Masih Ada Waktu, tetapi Liverpool Tak Boleh Terlena

Dua hasil imbang bukan berarti musim Liverpool telah berjalan buruk. Bahkan, secara statistik, Iraola masih memiliki catatan impresif karena hasil tersebut memperpanjang rekor tidak terkalahkannya di Premier League menjadi 20 pertandingan, jika digabungkan dengan periode ketika ia menangani Bournemouth.

Namun, konteksnya berbeda. Liverpool membutuhkan kemenangan untuk menjaga ambisi mereka di papan atas. Dua kali unggul secara kualitas skuad tetapi gagal meraih tiga poin di awal musim jelas bukan hasil ideal.

Iraola sendiri mengakui dirinya frustrasi karena Liverpool gagal menang di kandang. Ia menilai tiga poin tetap menjadi pembeda utama, meskipun timnya mampu bangkit dari dua situasi tertinggal.

Pelatih berusia 43 tahun itu juga belum ingin memberikan penilaian final terhadap kualitas skuad. Bursa transfer masih terbuka dan ia ingin menunggu sampai komposisi tim benar-benar final sebelum membuat analisis menyeluruh.

Baca Juga: Baru Gabung Chelsea, Emiliano Martinez Langsung Tampil Gila! Ini 2 Legenda yang Dihubunginya Sebelum Pindah

Dengan kata lain, Liverpool masih dalam proses pembangunan. The Reds sudah menunjukkan karakter untuk bangkit, tetapi juga memperlihatkan celah yang tidak boleh terus dibiarkan.

Intensitas babak pertama, organisasi pertahanan, dan menemukan komposisi terbaik menjadi tiga PR utama Iraola sebelum Liverpool benar-benar siap kembali menjadi penantang serius.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.