Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch

AKURAT BANTEN – Riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah muncul penelusuran mengenai lembaga pendidikan di Sydney, Australia, yang tercantum dalam dokumen penyetaraan pendidikannya.
Penelusuran tersebut dilakukan Agus Yunanto bersama sejumlah pihak dengan mendatangi Australia.
Temuan yang disampaikannya kemudian dibahas dalam program di kanal YouTube BANG EDY CHANNEL.
Dalam kesempatan itu, Agus memaparkan hasil penelusuran mengenai institusi yang disebut dalam dokumen pendidikan Gibran.
Menurut Agus, informasi awal mengenai perjalanan pendidikan Gibran di Australia diperoleh dari Iksan Katuwande, warga Indonesia yang telah lama menetap di Sydney.
Ia menyebut Iksan pernah mendapat tugas dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney untuk mendampingi Gibran dan keluarganya ketika berada di Australia pada 2018.
Informasi tersebut kemudian mendorong Agus melakukan penelusuran terhadap lembaga yang disebut dalam dokumen resmi pemerintah.
Salah satu dokumen yang menjadi perhatian adalah surat keterangan mengenai penyetaraan pendidikan Gibran.
Baca Juga: Gugatan Ijazah Gibran di MK Mulai Terbaca, Alasan Ini Bisa Bikin Permohonan Kandas!
Dalam dokumen tersebut, Gibran disebut menyelesaikan pendidikan Grade 12 di UTS Insearch, Sydney.
Surat yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah itu juga menyatakan pendidikan tersebut memiliki kesetaraan dengan lulusan SMK peminatan Akuntansi dan Keuangan di Indonesia.
Namun, Agus mempertanyakan nama dan karakter institusi tersebut ketika Gibran disebut menempuh pendidikan di sana.
Berdasarkan penelusuran yang diklaim dilakukannya, lembaga tersebut pada sekitar 2005-2006 dikenal sebagai Insearch Language Center.
Baca Juga: Gibran Disorot Dino Patti Djalal Gegara Gugatan MK, Kalimat “Bela Diri” Ini Bikin Heboh!
Agus menggambarkan institusi tersebut sebagai lembaga yang berfokus pada pembelajaran bahasa Inggris serta persiapan calon mahasiswa yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi.
Ia menyebut program yang tersedia antara lain kursus persiapan bahasa dengan durasi tertentu.
Dari penelusuran itu pula muncul pertanyaan mengenai jenis sertifikat yang diterima peserta setelah menyelesaikan program.
Agus menyatakan lembaga tersebut memberikan sertifikat kemampuan bahasa, bukan ijazah sekolah menengah atau gelar perguruan tinggi.
Baca Juga: Bukan Gibran? Prabowo Disebut Punya 4 Kandidat Cawapres, Ada Nama Mengejutkan
Hal tersebut kemudian dikaitkan dengan isi dokumen penyetaraan pendidikan Gibran.
Agus mempertanyakan dasar yang digunakan pemerintah ketika pendidikan Grade 12 di UTS Insearch dinyatakan setara dengan pendidikan SMK bidang Akuntansi dan Keuangan.
Pertanyaan tersebut terutama diarahkan pada kesesuaian antara materi pendidikan yang disebut pernah ditempuh dengan bidang keahlian yang tercantum dalam surat penyetaraan.
Meski demikian, klaim mengenai kondisi lembaga pendidikan tersebut merupakan hasil penelusuran dan keterangan Agus dalam sebuah dialog.
Baca Juga: Bikin Kaget! Andi Widjajanto Sebut Gibran-Anies Berpotensi Bersatu di Pilpres 2029
Klaim itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya kesalahan dalam dokumen pemerintah.
Diperlukan klarifikasi dari institusi pendidikan terkait serta pihak pemerintah yang menerbitkan surat penyetaraan untuk menjelaskan proses dan dasar penilaiannya.
Di sisi lain, keberadaan dokumen penyetaraan pendidikan tersebut telah menjadi objek sengketa informasi publik.
Komisi Informasi Pusat pada Maret 2026 memutuskan bahwa salinan surat keterangan kesetaraan pendidikan Grade 12 UTS Insearch Sydney tahun 2006 atas nama Gibran merupakan informasi terbuka.
Baca Juga: Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp7 Miliar, 6 Hari Lagi Ditutup tapi Dokumen Belum Muncul
Dokumen evaluasi dan notulensi rapat tim penilai juga termasuk informasi yang dinyatakan terbuka setelah putusan berkekuatan hukum tetap.
Putusan tersebut juga disertai pendapat berbeda dari salah satu anggota majelis yang menilai informasi tertentu berkaitan dengan data pribadi dan evaluasi kemampuan seseorang.
Dengan adanya dokumen resmi dan munculnya penelusuran baru tersebut, publik kini kembali menyoroti proses penyetaraan pendidikan Gibran.
Namun, status lembaga, proses pendidikan, serta dasar akademik penyetaraannya tetap perlu dilihat berdasarkan dokumen dan keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
Baca Juga: Geger Ijazah Gibran, Pernyataan Ade Armando Bikin Polemik Pendidikan Wapres Kembali Memanas
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








