Banten

Rocky Gerung Bongkar Dugaan Ambisi Politik Jokowi untuk Gibran, Bukan Sekadar Jadi Wapres?

Aullia Rachma Puteri | 11 Agustus 2026, 03:32 WIB
Rocky Gerung Bongkar Dugaan Ambisi Politik Jokowi untuk Gibran, Bukan Sekadar Jadi Wapres?
politik Jokowi terkait masa depan Gibran

AKURAT BANTEN – Arah politik Joko Widodo setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden RI kembali menjadi bahan perbincangan.

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti kemungkinan adanya strategi jangka panjang Jokowi yang berkaitan dengan karier politik putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.

Rocky menyampaikan pandangan tersebut saat membahas dinamika politik nasional.

Menurutnya, posisi Gibran yang kini menjadi Wakil Presiden RI belum tentu merupakan titik akhir perjalanan politik keluarga Jokowi.

Baca Juga: Mengapa Prabowo Diminta Ganti Gibran Sebelum 20 Oktober 2026? Ini Penjelasan Denny Indrayana

Gibran saat ini mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pemerintahan periode 2024-2029.

Meski telah menduduki posisi tinggi dalam pemerintahan, Rocky melihat masih terdapat sejumlah tantangan politik yang dapat memengaruhi masa depan Gibran.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kontroversi yang pernah muncul menjelang Pemilu 2024.

Perdebatan mengenai proses pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden dinilai Rocky masih menjadi bagian dari dinamika politik yang melekat pada dirinya.

Baca Juga: Denny Indrayana Dorong Prabowo Pertimbangkan Pemakzulan Gibran, Sebut Ada Dugaan Pelanggaran Serius

Dari kondisi tersebut, Rocky kemudian mengembangkan analisis mengenai kemungkinan adanya kepentingan politik yang lebih besar.

Ia menilai Jokowi mungkin memiliki pertimbangan untuk mendorong Gibran menuju posisi Presiden RI pada masa mendatang.

Menurut Rocky, apabila Gibran berhasil mencapai kursi kepresidenan, posisi politik keluarga Jokowi akan menjadi jauh lebih kuat.

Namun, pandangan tersebut merupakan analisis pengamat dan bukan konfirmasi mengenai rencana politik Jokowi.

Baca Juga: Said Didu Lempar Isu Mengejutkan, Prabowo Disebut Hanya Menjabat 2 Tahun, Lalu Digantikan Gibran?

Rocky juga mengaitkan aktivitas Jokowi setelah tidak lagi menjadi presiden dengan upaya membangun serta menjaga jaringan politik.

Kehadiran Jokowi dalam berbagai kegiatan dan komunikasi dengan sejumlah kelompok dinilai dapat menjadi bagian dari konsolidasi kekuatan.

Aktivitas semacam itu, menurutnya, berpotensi menjadi modal politik apabila Gibran nantinya benar-benar ingin mengikuti kontestasi pemilihan presiden.

Jaringan pendukung dan komunikasi politik menjadi faktor yang dapat memainkan peran penting dalam perjalanan menuju pemilu berikutnya.

Baca Juga: Doa dari Wapres Gibran untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Usai Kalah dari Kasus Pembuktian Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Meski demikian, dinamika menuju Pilpres 2029 masih sangat panjang.

Konstelasi partai politik, tingkat elektabilitas para tokoh, kebijakan pemerintah, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat mengubah peta politik secara signifikan.

Karena itu, dugaan mengenai rencana Jokowi untuk mendorong Gibran menjadi presiden belum dapat dianggap sebagai keputusan politik yang sudah ditetapkan.

Sampai saat ini, pembahasan tersebut masih berada dalam ranah analisis dan spekulasi politik.

Baca Juga: Teka-Teki P21 Terjawab, Ketum Relawan Gibran Tegaskan Fakta Hukum: 'Itu Jelas Ada!'

Jokowi sendiri belum secara terbuka menyatakan bahwa seluruh aktivitas politiknya saat ini diarahkan untuk mempersiapkan Gibran sebagai calon presiden.

Begitu pula Gibran masih menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden dalam pemerintahan Prabowo.

Perkembangan politik dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi penentu apakah analisis tersebut memiliki dasar yang kuat atau hanya menjadi salah satu pembacaan terhadap aktivitas politik keluarga Jokowi.

Yang jelas, posisi Gibran sebagai Wakil Presiden membuat namanya tetap menjadi salah satu figur yang berpotensi diperhitungkan dalam peta politik nasional.

Baca Juga: Geger di Depan DPR! Roy Suryo Cs Geruduk Senayan: Tuntut Jokowi Diadili, Gibran Dimakzulkan!

Sementara itu, peran dan pengaruh Jokowi di luar pemerintahan masih terus menjadi perhatian publik.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.