Banten

Roy Suryo Bongkar Kejanggalan, Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi Berubah dalam Hitungan Hari

Aullia Rachma Puteri | 23 April 2026, 09:24 WIB
Roy Suryo Bongkar Kejanggalan, Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi Berubah dalam Hitungan Hari
ROY SURYO SEBUT ADA KEJANGGALAN IJAZAH JOKOWI

AKURAT BANTEN - Polemik seputar ijazah Presiden Joko Widodo kembali memanas setelah pernyataan terbaru dari Roy Suryo.

Ia menyoroti perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Rismon Sianipar dalam waktu yang terbilang singkat.

Menurut Roy, beberapa hari sebelum isu ini kembali mencuat, Rismon masih aktif membahas aspek legalisasi ijazah tersebut.

Hal ini menjadi sorotan karena dalam waktu sekitar lima hari, muncul perubahan pandangan yang dinilai cukup signifikan.

Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi Mau Dihentikan, Refly Harun Tegas 'Kami Tak Akan Minta Maaf'

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi analisis yang disampaikan ke publik.

Roy menyampaikan bahwa perubahan sikap seperti itu berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Ia menilai, isu yang berkaitan dengan dokumen penting seperti ijazah kepala negara seharusnya disampaikan secara hati-hati dan berdasarkan kajian yang matang.

Perbedaan pernyataan dalam waktu singkat dinilai dapat memperkeruh situasi.

Baca Juga: Fakta Baru Terungkap Penelitian Ulang Bongkar Detail Tersembunyi di Ijazah Jokowi

Sebelumnya, Rismon dikenal sebagai pihak yang cukup aktif mengulas keaslian ijazah Presiden Jokowi.

Ia menggunakan pendekatan analisis digital dan forensik untuk menilai dokumen tersebut.

Namun dinamika terbaru menunjukkan adanya pergeseran sudut pandang yang kemudian menjadi bahan perbincangan.

Roy pun mempertanyakan dasar perubahan tersebut.

Baca Juga: Ijazah Jokowi Asli, Firdaus Oiwobo Sentil JK, 'Jangan Terpancing Roy Suryo'

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam menyampaikan hasil kajian, terutama jika berkaitan dengan isu yang sensitif dan menyangkut figur publik.

Menurutnya, publik perlu mendapatkan penjelasan yang jelas agar tidak muncul spekulasi liar.

Isu ijazah Jokowi sendiri bukan hal baru.

Perdebatan mengenai keaslian dokumen tersebut telah berlangsung cukup lama dan kerap muncul kembali di ruang publik, terutama di media sosial.

Baca Juga: Jusuf Kalla vs Ahli Forensik: Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Makin Ruwet dan Memanas?

Berbagai pendapat pun bermunculan, mulai dari yang meragukan hingga yang mendukung keabsahan dokumen tersebut.

Meski begitu, sejumlah lembaga resmi sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa ijazah tersebut valid.

Namun, perdebatan tetap berlangsung seiring munculnya analisis dan opini baru dari berbagai pihak.

Roy juga mengingatkan bahwa setiap pernyataan yang disampaikan ke publik memiliki dampak besar.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Terbitkan SP3, Bagaimana Nasib Rismon Sianipar Usai Gabung Tim Pro Ijazah Jokowi Asli?

Oleh karena itu, ia menilai penting bagi siapa pun yang terlibat dalam isu ini untuk menjaga konsistensi dan akurasi informasi.

Hal ini diperlukan agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang simpang siur.

Di sisi lain, perubahan pandangan dalam sebuah penelitian memang bisa terjadi.

Namun, Roy menegaskan bahwa perubahan tersebut seharusnya disertai penjelasan yang terbuka dan dapat dipahami publik.

Baca Juga: SP3 Rismon Terbit, Dokter Tifa Curiga Ada Skenario Besar di Balik Kasus Ijazah Jokowi

Tanpa itu, kepercayaan masyarakat bisa terpengaruh.

Kasus ini kembali menunjukkan pentingnya literasi informasi di era digital.

Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mampu melihat suatu isu dari berbagai sudut pandang.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, polemik ini tampaknya masih akan terus bergulir.

Baca Juga: Karena Jokowi Orang Solo? Ternyata Ini Alasan Hakim PN Solo Tolak Gugatan Ijazah Jokowi

Pernyataan Roy Suryo menambah babak baru dalam perdebatan, sekaligus mendorong adanya klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.