Banten

DAMRI Buka Rute Baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, Ini Tarif dan Tujuannya

Viona Sebastian Nolani | 30 Agustus 2026, 11:52 WIB
DAMRI Buka Rute Baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, Ini Tarif dan Tujuannya
Bus DAMRI siap melayani perjalanan darat ke berbagai rute dengan nyaman. - damri.co.id

AKURAT BANTEN - Kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara Bandung kini menghadirkan alternatif konektivitas bagi masyarakat yang membutuhkan akses perjalanan dari maupun menuju pusat Kota Bandung.

Untuk menunjang kebutuhan mobilitas tersebut, DAMRI menyediakan layanan transportasi yang menghubungkan Bandara Husein Sastranegara dengan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Dengan layanan ini, Pelanggan dapat lebih mudah meneruskan perjalanan ke berbagai destinasi setelah tiba di Bandung maupun menuju bandara dari daerah tempat keberangkatan.

Saat ini, DAMRI mengoperasikan layanan Bandara–Padalarang dengan rute perjalanan melalui Tol Pasteur hingga kawasan Kota Baru Parahyangan.

Baca Juga: DAMRI Operasikan 316 Bus Listrik untuk Transjakarta hingga Agustus 2026, Ini Rute yang Dilayani

Selain itu, tersedia pula layanan Bandara–Subang yang melintasi kawasan Setiabudi dan Lembang.

Kedua rute tersebut dapat dimanfaatkan Pelanggan untuk menuju Bandara Husein Sastranegara ataupun melanjutkan perjalanan dari bandara ke wilayah tujuan.

Tarif yang ditawarkan cukup terjangkau, yaitu Rp45.000 untuk rute Bandara–Padalarang dan Rp70.000 untuk rute Bandara–Subang.

Tiket perjalanan dapat diperoleh dengan mudah melalui aplikasi DAMRI Apps.

Baca Juga: KA Argo Muria, Sindoro, Merbabu Bakal Hilang? Ini Nama Baru yang Dipakai KAI

Untuk menyesuaikan kebutuhan penumpang pesawat, jadwal operasional DAMRI saat ini mengikuti waktu keberangkatan dan kedatangan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. DAMRI juga akan terus mengevaluasi serta menyesuaikan jadwal layanan apabila jumlah penerbangan bertambah. Langkah tersebut dilakukan agar akses transportasi dari dan menuju bandara semakin optimal serta tetap sesuai dengan kebutuhan Pelanggan.

General Manager DAMRI Cabang Bandung, Ferdik Sakona, mengatakan bahwa pengoperasian layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen DAMRI untuk memperkuat konektivitas masyarakat setelah Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi. “DAMRI hadir dengan menghubungkan Bandara Husein Sastranegara dengan sejumlah wilayah strategis di Jawa Barat, sehingga Pelanggan memiliki alternatif perjalanan yang lebih mudah untuk melanjutkan mobilitasnya setelah tiba di Bandung maupun menuju bandara,” ujarnya.

DAMRI juga menyiapkan rencana untuk memperluas jaringan transportasi menuju dan dari Bandara Husein Sastranegara. “DAMRI berencana menghadirkan layanan Bandara–Sumedang melalui kawasan Bandung Timur dan Jatinangor, serta Bandara–Ciamis melalui Cileunyi dan Tasikmalaya. Pengembangan layanan ini menjadi bagian dari upaya DAMRI untuk memberikan semakin banyak pilihan konektivitas bagi masyarakat dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara,” tambah Ferdik.

Berada di kawasan pusat Kota Bandung membuat Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu simpul transportasi yang mudah dijangkau masyarakat. Kehadiran layanan DAMRI dapat menjadi pilihan bagi warga dari berbagai daerah yang ingin menuju bandara sekaligus meneruskan perjalanan ke sejumlah wilayah di Jawa Barat. Layanan tersebut diharapkan mampu menunjang kebutuhan mobilitas masyarakat, wisatawan, maupun Pelanggan yang bepergian untuk keperluan bisnis, pendidikan, keluarga, hingga pariwisata. DAMRI terus berupaya memperkuat jaringan transportasi dengan menghubungkan berbagai simpul transportasi strategis ke sejumlah daerah di Indonesia. Melalui layanan dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara, DAMRI turut menghadirkan akses perjalanan yang lebih praktis sekaligus memperkuat kontribusi transportasi publik terhadap mobilitas masyarakat di Jawa Barat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.