DPRD Kota Tangerang Desak Evaluasi Total Layanan Transportasi Si Benteng

AKURAT BANTEN - Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, angkat bicara mengenai pengelolaan layanan transportasi milik PT Tangerang Nusantara Global (TNG), khususnya armada Si Benteng. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terkait penggunaan subsidi, efektivitas jalur, hingga sistem kontrol operasional.
"Nanti gua cek nih. Total anggaran gelondongannya berapa semua," kata Rusdi saat dimintai tanggapan soal subsidi transportasi.
Rusdi menjelaskan bahwa anggaran subsidi berada di Dinas Perhubungan (Dishub), namun kerja sama dengan operator transportasi berada di bawah kewenangan TNG.
Baca Juga: Shell Amankan Pasokan Baru 100 Ribu Barel untuk Jaringan SPBU Swasta
"Anggarannya ada di Dishub. Nah karena anggarannya di Dishub, tapi kewenangan yang kerja sama dengan mitra itu di TNG," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui belum menguasai angka-angka detail sehingga harus melakukan pengecekan ulang agar tidak keliru.
"Tau, tau, harus ngeliat angka dibandingkan gua nyebut salah," tambahnya.
Rusdi menanggapi kritik terkait subsidi besar yang dialokasikan untuk layanan si Benteng. Ia mengatakan, jika terbukti tidak efisien, maka pemerintah perlu mempertimbangkan untuk mengalihkan anggaran ke sektor lain yang lebih prioritas.
Baca Juga: SKANDAL AUDIT INTERNAL PBNU: Dugaan TPPU Rp100 Miliar dan Jejak Uang Panas di Tahun Politik!
Namun, ia juga menegaskan bahwa data penggunaan menunjukkan tren naik dari tahun ke tahun.
"Kalau ngeliat grafik dari pengguna sih selalu naik setiap tahunnya. Cuma memang bicara si benteng, mungkin ada beberapa trayek jalurnya itu yang pemanfaatannya masih kurang," kata Rusdi.
Rusdi menilai isu indikasi penyimpangan atau kenakalan di lapangan harus dibuktikan dan ditindak tegas jika benar terjadi. Karena itu, ia meminta TNG membangun sistem kontrol berbasis teknologi.
Baca Juga: Jutaan Warga Desa Masih Hidup Dalam Gelap, Menkop Ungkap Fakta yang Menggetarkan Publik
"Makanya butuh sistem kontrol. Nanti bisa pakai GPS atau yang lain-lain. Ini kan kabarnya juga ada indikasi segala macam. Tapi kan ini harus dibuktikan," katanya.
Menurutnya, aktivitas armada harus tercatat harian agar pengawasan lebih mudah.
"Harus dibuat sistem kontrolnya. Jadi ketahuan aktivitas si BNT itu hari-hari kemana," tegasnya.
Selain itu, jalur-jalur yang sepi dan minim pemanfaatan harus dievaluasi karena berdampak pada pemborosan subsidi.
"Jalur yang efektif yang mana. Kalau ada jalur yang sepi, nggak ada pemanfaatannya ya mau ngapain jalur itu dipertahankan," ujarnya.
Baca Juga: Gelombang Baru KUHAP Dinilai Perkuat Hak Warga dan Tegaskan Peran Advokat
Terkait koordinasi dengan DPRD, Rusdi memastikan pembahasan mengenai kinerja layanan transportasi dapat dilakukan melalui komisi terkait.
"Kalau dengan DPRD ya melalui teman-teman Komisi 4. Atau juga di Komisi 2. Bicara kelembagaan tuh di Komisi 3. Bicara evaluasi terhadap kinerja segala macam, bisa kita panggil," jelasnya.
Namun ia menegaskan bahwa penegakan di lapangan tetap menjadi tanggung jawab TNG sebagai pengelola.
"Harus punya ketegasan lah. Kalau pun ada para pelaku yang dianggap tidak sesuai aturan ya silahkan aja ditindak," tegasnya.
Rusdi menyebut grafik penumpang yang meningkat di beberapa jalur harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk menambah armada.
"Ada grafik yang naik, perlu ada penambahan armada. Nanti ditambahkan," katanya.
"Terus ada jalur yang memang sepi yang nggak ada pemanfaatan terhadap transportasi publik milik kita ya mau ngapain jalur itu dipertahankan," tandasnya.
Sebelumnya, Program transportasi umum Si Benteng di Kota Tangerang menjadi sorotan, pasalanya subsidi jumbo Rp3 miliar setiap bulan atau sekitar Rp36 miliar per tahun dinilai tidak berbanding lurus dengan kualitas layanan yang diberikan.
Baca Juga: Gelombang Baru KUHAP Dinilai Perkuat Hak Warga dan Tegaskan Peran Advokat
Alih-alih memenuhi kebutuhan mobilitas warga, proyek ini justru dianggap tidak berjalan maksimal dan hanya jadi bahan bancakan oknum-oknum yang terlibat.
Anggota DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan minimnya respon dalam layanan Si Benteng terhadap kebutuhan masyarakat.
"Ya khususnya Si Benteng, kita melihat kenyataan di lapangan lah. Bahwa sampai hari ini keberadaan Si Benteng tidak maksimal menanggapi kebutuhan yang ada di masyarakat," katanya.
Baca Juga: Siap-siap! Pemerintah Kebut Program Magang Nasional Gelombang 3, Cek Tanggalnya Disini
Ia menilai, setelah pengelolaan dipindahkan dari Dinas Perhubungan ke Perseroda Tangerang Nusantara Global (TNG), kondisi operasional justru semakin tidak jelas karena diserahkan kembali kepada pihak ketiga.
Padahal, kata pria yang akrab disapa Abah Milah ini, hampir seluruh komponen biaya telah ditanggung oleh pemerintah daerah Kota Tangerang.
"Dengan subsidi yang diterima, dengan bensin ditanggung pemerintah, kerusakan ditanggung pemerintah, supir ditanggung pemerintah. Nah sekarang operator itu tidak punya tantangan dengan beban mengejar tertutupnya satu hari 100 kilo," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










