Banten

Lonjakan Fantastis! Kereta Api Indonesia (KAI) Diserbu Ratusan Ribu Turis Asing, Tembus Angka Rekor 2025!

Saeful Anwar | 8 November 2025, 11:35 WIB
Lonjakan Fantastis! Kereta Api Indonesia (KAI) Diserbu Ratusan Ribu Turis Asing, Tembus Angka Rekor 2025!

Tren Wisatawan Mancanegara (Wisman) Menggila, Pilih Kereta Api Jarak Jauh: Ini 10 Stasiun Favorit Mereka

AKURAT BANTEN-PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencetak kinerja cemerlang di sektor pariwisata. 

Data terbaru menunjukkan minat wisatawan mancanegara (wisman) terhadap layanan kereta api di Indonesia melonjak drastis, mengukuhkan kereta api sebagai moda transportasi favorit untuk menjelajahi keindahan Nusantara.

Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, KAI mencatat rekor dengan melayani total 601.960 wisman.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata peningkatan kepercayaan dan kenyamanan, yang melonjak signifikan sebesar 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 574.207 wisman.

Baca Juga: NGERI! Rem Blong di Turunan Maut Banyumanik: Tiga Kendaraan 'Salto' Tutup Total Jalan Semarang-Solo

Kenaikan Melampaui Batas: Bukti Nyata Daya Tarik KAI

Lonjakan jumlah turis asing yang memilih kereta api ini menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dan luar biasa sejak masa pemulihan pasca-pandemi:

2025 (Jan-Okt): 601.960 wisman (Angka Tertinggi Baru)

  • 2024 (Jan-Okt): 574.207 wisman
  • 2023: 497.697 wisman
  • 2022: 238.609 wisman

Alasan Utama Turis Asing Jatuh Hati

Layanan kereta api jarak jauh menjadi pilihan utama karena dinilai lebih nyaman, efisien waktu, dan secara strategis mudah menjangkau kota-kota tujuan wisata tanpa terhambat kemacetan jalan raya.

Peta Pergerakan Wisman: 10 Stasiun Terpadat Jawa & Peningkatan Sumatra

Jalur kereta api antarkota kini benar-benar menjadi pintu utama pergerakan wisatawan asing di Indonesia.

KAI telah merilis daftar stasiun dengan volume keberangkatan wisman tertinggi selama 2025, yang mayoritas berlokasi di Pulau Jawa:

Baca Juga: Terungkap! Pelaku Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Ternyata Siswa Sendiri: Ini Fakta Mengejutkan Soal 'Senjata Mainan'

Top 5 Stasiun "Pintu Gerbang" Wisatawan Asing di Jawa:

Peringkat Stasiun Jumlah Wisman (Jan-Okt 2025) Destinasi Kunci
1 Yogyakarta 114.085 Pusat Budaya & Candi
2 Gambir 98.630 Gerbang Utama Jakarta
3 Bandung 61.204 Wisata Alam & Kuliner
4 Pasarsenen 33.346 Alternatif Jakarta
5 Surabaya Gubeng 27.072 Gerbang Jawa Timur

Melengkapi 10 Besar:

  • Malang: 23.562 wisman
  • Semarang Tawang: 19.789 wisman
  • Probolinggo: 19.326 wisman (Gerbang Bromo!)
  • Surabaya Pasar Turi: 12.152 wisman
  • Solo Balapan: 11.618 wisman

Baca Juga: TERUNGKAP Cara Cek Nilai dan Sistem Penilaian TKA yang Wajib Diketahui Siswa di Banten

Sumatra Mulai Dilirik: Medan Terdepan!
Tak hanya Jawa, peningkatan pesat juga terjadi di wilayah Sumatra, menegaskan penyebaran destinasi wisata yang semakin merata.

Stasiun Medan memimpin dengan 6.183 wisman, diikuti Stasiun Tebing Tinggi (2.970), Stasiun Rantau Prapat (2.962), dan Stasiun Kisaran (1.982). Bahkan, stasiun di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melayani 1.791 wisman.

Baca Juga: Misteri Ledakan Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta: Senjata Mainan atau Bom Molotov? Wamenko Polkam Tegaskan Ini!

Komitmen KAI: Membawa Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan komitmen perusahaan, "Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik dan terus menjaga kualitas, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan agar para wisatawan merasa puas dan kembali menggunakan kereta api."

Lebih dari sekadar transportasi, peningkatan jumlah wisman ini turut berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di sepanjang jalur kereta api.

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, optimis,

“Melalui upaya berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan, KAI berharap dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia secara lebih luas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.”

KAI membuktikan diri bukan hanya sebagai tulang punggung mobilitas, tetapi juga sebagai motor penggerak pariwisata dan ekonomi Indonesia (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman