Banten

BRIN dan BULOG Gunakan Teknologi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras, Apa Keuntungannya?

Viona Sebastian Nolani | 6 September 2026, 13:26 WIB
BRIN dan BULOG Gunakan Teknologi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras, Apa Keuntungannya?
Teknologi Nuklir BRIN Bantu BULOG Perpanjang Umur Simpan Beras - brin.go.id

AKURAT BANTEN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Perum BULOG memperkuat kolaborasi pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendukung pengelolaan cadangan pangan nasional.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan fasilitas akselerator elektron energi tinggi antara Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN dan Perum BULOG di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (31/8).

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi BRIN, Irawan Sugoro, menerangkan bahwa penelitian ini berawal dari tantangan BULOG dalam menjaga kualitas beras selama penyimpanan.

Dalam periode penyimpanan, beras berpotensi mengalami penurunan mutu maupun jumlah akibat perubahan yang terjadi secara fisik, kimia, dan biologis.

Baca Juga: BRIN Ungkap Teknologi Sayap Pesawat Masa Depan, Ada Winglet hingga Morphing Wing

Kondisi tersebut semakin menjadi tantangan karena BULOG harus menyimpan beras dalam jumlah besar untuk waktu yang panjang serta menghadapi ancaman hama gudang.

Sebagai solusi atas persoalan tersebut, BRIN menyiapkan dua fokus penelitian, yakni pengendalian hama gudang serta upaya mempertahankan dan memperpanjang masa simpan beras BULOG melalui teknologi iradiasi berbasis elektron.

“Teknologi ini memanfaatkan radiasi dan jenis elektron yang diharapkan mampu memperpanjang masa simpan beras tanpa mengurangi kualitas atau mutunya,” kata Irawan.

Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bakhri, menyebut kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati BRIN bersama Perum BULOG.

Baca Juga: BRIN Ungkap Cara Satelit Deteksi Karhutla di Indonesia Hanya dalam 30 Menit, Begini Sistemnya

Melalui implementasi kerja sama ini, BRIN akan menerapkan teknologi nuklir sebagai salah satu upaya memperpanjang masa simpan produk pangan.

“Dan kami dari ORTN mengimplementasikan MoU tersebut dengan mengaplikasikan teknologi nuklir untuk memperpanjang umur simpan. Salah satunya kami harap teknologi radiasi nanti bisa lebih punya manfaat,” kata Syaiful.

Penelitian tersebut akan berlangsung selama 12 bulan dan diawali dengan kajian terhadap literatur serta regulasi yang berkaitan. Tahapan berikutnya mencakup rangkaian kegiatan penelitian hingga proses diseminasi hasil riset kepada pihak terkait. Selama penelitian berjalan, BRIN juga akan memberikan laporan secara berkala kepada BULOG, meliputi laporan pendahuluan, laporan bulanan, laporan akhir, serta laporan ringkasan secara ekslusif.

Sejumlah target penelitian telah disiapkan BRIN dalam kerja sama tersebut. Hasil riset diharapkan dapat menghasilkan data dan SOP iradiasi untuk pengendalian hama gudang, metode dosimetri iradiasi beras, serta data kajian ekonomi terkait penerapan teknologi iradiasi. Penelitian ini juga berpotensi menghasilkan luaran lain berupa publikasi internasional dan kekayaaan intelektual yang pembahasannya akan dilakukan selama riset berlangsung.

Syaiful berharap hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih jauh hingga memasuki tahap pilot jika seluruh manfaatnya telah terbukti secara ilmiah. Apabila berhasil, teknologi yang dikembangkan BRIN diharapkan dapat diterapkan secara langsung oleh BULOG dalam mendukung pengelolaan cadangan beras nasional.

“Harapan kami ini benar-benar bisa kita buktikan, kemudian bisa kita lihat hasilnya sesuai dengan scientific reason atau sesuatu yang sudah kita buat, dan selanjutnya kita buat pilot-nya yang kira-kira harapannya nanti bisa dimanfaatkan langsung oleh BULOG,” harapnya.

Di sisi lain, Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Ade Prasetya Nurdin, menilai kolaborasi antara BULOG dan BRIN semakin penting seiring dengan bertambahnya tanggung jawab BULOG dalam menjaga ketersediaan cadangan pangan nasional. Besarnya stok pangan yang dikelola harus diikuti dengan kemampuan mempertahankan mutu dan kualitas beras selama masa penyimpanan. Karena itu, pemanfaatan teknologi yang dikembangkan BRIN dinilai penting untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional.

“Perintahnya kita itu tidak menggunakan teknologi luar, ya, harus dengan teman-teman BRIN. Ini, kan, sumber daya yang memang harus dimanfaatkan,” ucap Ade.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.