Banten

BGN Bertindak! SPPG Talangangin Sidoarjo Kena Suspend 30 Hari, Kepala SPPG Diusulkan Dicopot

Viona Sebastian Nolani | 6 September 2026, 13:48 WIB
BGN Bertindak! SPPG Talangangin Sidoarjo Kena Suspend 30 Hari, Kepala SPPG Diusulkan Dicopot
Insiden Di Sidoarjo, BGN Suspend Berat SPPG dan Copot Kepala Dapur - Dok. Biro Hukum dan Humas

AKURAT BANTEN - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talangangin, Kalitengah, Sidoarjo, menyusul insiden keamanan pangan yang berdampak kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pasca kejadian tersebut, BGN terus berkoordinasi secara intensif dengan kepala daerah serta pimpinan MA dan MTs Manbaul Hikam Putat.

BGN juga telah menjatuhkan sanksi suspend berat selama 30 hari kepada SPPG Talangangin sebagai bagian dari evaluasi.

“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait. Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan. Kemudian kami juga melakukan suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG, Talangangin, Kalitengah,” tegas Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, Rabu (2/9).

Baca Juga: Anggaran Dipangkas Rp 30 Triliun, BGN Tetap Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027

Tak hanya memberikan suspend berat, BGN turut mengambil langkah internal dengan mencopot Kepala SPPG Talangangin.

Pergantian pimpinan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap insiden sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan SPPG.

“Kami juga mengusulkan kepada Kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian,” ujar Ketut.

Sementara itu, BGN memastikan tahapan investigasi dan pemeriksaan terkait insiden tersebut masih berlangsung.

Baca Juga: BRIN dan BULOG Gunakan Teknologi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras, Apa Keuntungannya?

Dengan demikian, penyebab pasti kejadian yang berdampak pada penerima manfaat belum dapat disimpulkan sebelum seluruh proses investigasi dan pemeriksaan rampung.

Dalam penanganan kasus ini, BGN mengutamakan keselamatan serta kondisi kesehatan penerima manfaat yang terdampak. Perawatan anak-anak yang masih berada di sejumlah rumah sakit menjadi salah satu fokus utama BGN hingga kondisi mereka membaik.

“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” pungkas Ketut.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.