Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Menyebar hingga Jakarta, Ini Imbauan Meutya Hafid

AKURAT BANTEN - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar dan memastikan perkembangan kondisi gunung api diperoleh dari sumber resmi.
“Yang paling penting adalah tetap tenang, tetapi jangan mengurangi kewaspadaan. Masyarakat perlu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya,” kata Meutya di Jakarta, Minggu (06/09/2026).
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau diketahui meningkat signifikan sejak Jumat (4/9) malam.
Saat ini, status GAK berada pada Level III atau Siaga.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Pemancing Ungkap Detik-detik Kapalnya Dihujani Pasir Hitam
Erupsi tersebut juga menyebabkan abu vulkanik terdeteksi menyebar ke sejumlah daerah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas penerbangan dengan adanya sejumlah penerbangan yang dibatalkan.
Di sisi lain, kabar mengenai potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau juga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dentuman serta getaran yang dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat akibat aktivitas vulkanik GAK semakin membuat warga cemas.
Karena itu, Meutya mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Baca Juga: BGN Bertindak! SPPG Talangangin Sidoarjo Kena Suspend 30 Hari, Kepala SPPG Diusulkan Dicopot
Menurut dia, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun pergerakan abu vulkanik harus dipantau melalui kanal resmi pemerintah.
Sejumlah sumber yang dapat dijadikan rujukan di antaranya PVMBG, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
“Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misnformasi atau misleading yang dapat menyebabkan keresahan,” ungkapnya.
Meutya juga meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar yang belum diketahui kebenarannya.
Terlebih, situasi bencana seperti erupsi gunung api sangat rentan dimanfaatkan oleh informasi palsu yang dapat memperbesar kepanikan.
Baca Juga: Anggaran Dipangkas Rp 30 Triliun, BGN Tetap Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027
“Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Meutya.
Selain mengingatkan soal informasi, Meutya mendorong masyarakat untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan kewaspadaan.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau serta masyarakat yang wilayahnya terdampak sebaran abu vulkanik.
“Tetap waspada, tetap tenang, dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya dari mana,” jelasnya.
Untuk masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Meutya juga memberikan sejumlah imbauan guna menjaga kesehatan dan keselamatan selama aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berlangsung.
Baca Juga: BRIN dan BULOG Gunakan Teknologi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras, Apa Keuntungannya?
Pertama, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Masker N95 atau KN95 dapat digunakan untuk membantu menyaring partikel abu vulkanik yang terdapat di udara.
Kedua, gunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko iritasi pada mata.
Masyarakat juga dianjurkan menghindari penggunaan lensa kontak atau softlens selama udara masih terpapar abu vulkanik.
Ketiga, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di ruang terbuka.
Baca Juga: BRIN Ungkap Teknologi Sayap Pesawat Masa Depan, Ada Winglet hingga Morphing Wing
Jika tidak memiliki kebutuhan mendesak, sebaiknya tetap berada di dalam ruangan dan meminimalkan paparan langsung terhadap abu vulkanik.
Keempat, bagi warga yang tetap harus berkendara, Meutya mengingatkan agar mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan.
Sebab, abu vulkanik dapat menurunkan jarak pandang sekaligus membuat permukaan jalan menjadi licin.
Kelima, masyarakat dianjurkan mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar rumah.
Sumber air bersih juga perlu dijaga dan dilindungi agar tidak tercemar atau terpapar abu vulkanik.
Baca Juga: BRIN Ungkap Cara Satelit Deteksi Karhutla di Indonesia Hanya dalam 30 Menit, Begini Sistemnya
Tak hanya itu, Meutya meminta masyarakat, wisatawan, hingga nelayan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas di sekitar gunung juga harus mengikuti rekomendasi PVMBG, termasuk larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
“Keselamatan adalah yang utama. Tidak perlu panik, namun tetap selalu waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan,” tutup Meutya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








