Video Viral Amien Rais Soal Prabowo-Teddy Dihapus, Komdigi Sebut Fitnah dan Berisi Ujaran Kebencian

AKURAT BANTEN - Polemik video yang diunggah Amien Rais di kanal YouTube pribadinya terus menuai sorotan publik. Video berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” itu sempat viral sebelum akhirnya dihapus setelah memicu kontroversi luas.
Dalam video berdurasi sekitar delapan menit tersebut, Amien menyoroti kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ia tidak hanya mengkritisi aspek profesionalitas, tetapi juga mengangkat isu moralitas, bahkan mengaitkannya dengan kisah Nabi Luth sebagai peringatan pentingnya menjaga nilai etika dalam kepemimpinan.
Amien berpendapat bahwa perilaku pemimpin beserta lingkaran terdekatnya tidak bisa dianggap sebagai urusan pribadi semata.
Menurutnya, setiap tindakan di sekitar kekuasaan akan berdampak langsung terhadap kepercayaan dan persepsi publik.
Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi video tersebut sebagai konten yang mengandung unsur fitnah, serangan personal, dan ujaran kebencian terhadap kepala negara.
Baca Juga: Sindiran Pedas Kubu Roy Suryo, Ijazah Jokowi Disorot, 'Kalau Asli Tak Perlu Pengacara'
Melalui pernyataan resmi, Komdigi menilai narasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak memiliki dasar fakta yang jelas dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Bahkan, konten tersebut dinilai bisa memicu perpecahan jika terus disebarluaskan.
“Ruang demokrasi digital seharusnya menjadi tempat adu gagasan, bukan sarana untuk menyebarkan kebencian atau merendahkan martabat pihak lain,” tegas Meutya.
Baca Juga: Bikin Heboh Guntur Romli Sebut Isu Ijazah Jokowi Diduga Cuma Pengalihan Kasus Besar
Lebih lanjut, pemerintah mengingatkan bahwa penyebaran konten bermuatan hoaks dan ujaran kebencian dapat berujung pada konsekuensi hukum.
Komdigi menegaskan bahwa pihak yang terlibat dalam produksi maupun distribusi video tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 1 Tahun 2024, khususnya Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2).
Di sisi lain, pihak Partai Ummat turut memberikan klarifikasi. Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, menyatakan bahwa pernyataan Amien Rais merupakan pandangan pribadi dan tidak mencerminkan sikap resmi partai.
Baca Juga: Negosiasi Buntu! Trump Lanjutkan Blokade, Iran Siapkan Balasan 'Tak Terduga'
Ia juga menyayangkan pernyataan tersebut, mengingat posisi Amien sebagai tokoh publik yang dinilai memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.
Dengan dihapusnya video tersebut, polemik mungkin mereda, namun perdebatan masih terus berlanjut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







