Banten

Ribuan Ikan di Situ Cangkring Tangerang Mati, DLH Turun Tangan dan Imbau Warga Tak Mengonsumsinya

David Amanda | 10 September 2026, 14:32 WIB
Ribuan Ikan di Situ Cangkring Tangerang Mati, DLH Turun Tangan dan Imbau Warga Tak Mengonsumsinya
Ribuan Ikan di Situ Cangkring Tangerang Mati, DLH Turun Tangan dan Imbau Warga Tak Mengonsumsinya - Istimewa

AKURAT BANTEN - Kondisi Situ Cangkring di Jalan Moh. Toha, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, kembali menjadi sorotan. Ribuan ikan di danau tersebut ditemukan mati pada Kamis (10/9/2026) pagi, menyusul fenomena surutnya air danau akibat musim kemarau.

Menanggapi peristiwa tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan investigasi dan mengambil sampel air serta ikan.

Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian massal satwa air tersebut.

Baca Juga: Ribuan Ikan Besar di Situ Cangkring Mabuk, Warga berbondong Ambil Ikan hingga Tonan

"Sudah, tim kita lagi turun ke lokasi. Kita nunggu hasilnya dulu ya," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Yudi mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari Situ Cangkring demi menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan tersebut karena kami masih menunggu hasil dari uji lab,” tegasnya.

Fenomena ini terjadi hanya berselang sehari setelah warga mendatangi lokasi untuk memanen ikan secara massal pada Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Bikin Penasaran! Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Prediksi Alumni S2 FH UI Disebut 100 Persen Akurat

Saat itu, air situ yang surut membuat ikan-ikan mengalami kondisi 'mabuk' dan menepi ke daratan.

Menurut penuturan Irfan seorang warga yang mendatangi lokasinya, bangkai ikan terlihat mengambang dan menumpuk pada Kamis pagi.

Ia menduga kematian massal ini dipicu oleh perubahan kondisi air yang ekstrem di musim kemarau panjang saat ini.

Baca Juga: 5 Awak Media Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, 3 Kru Kapal Ikut Dicari

"Ini ikan yang pada mati tadi pagi saya rekam. Kayaknya sih karena kekurangan oksigen," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa mayoritas ikan yang mati berukuran besar dan kecil, sementara sebagian ikan-ikan kecil lainnya terpantau masih mampu bertahan hidup.

Diberitakan sebelumnya, Ikan berukuran besar dan kecil ditemukan mabuk di Situ Cangkring, Kelurahan Priuk, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Rabu (9/9/2026). Peristiwa itu terjadi saat air situ sedang surut akibat musim kemarau.

Warga yang mengetahui ikan banyak bergerak ke pinggir situ langsung berdatangan untuk mengambilnya. Tak hanya warga sekitar, sejumlah warga dari luar wilayah juga datang setelah mendapat informasi.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Terdengar Dentuman, BRIN Ungkap Fakta soal Potensi Tsunami

Abdul Latif Romdoni Sekertaris RW 02 periuk jaya, mengatakan ikan mulai terlihat mabuk sejak malam hari, meski waktu awal kejadiannya berbeda berdasarkan penuturan warga.

"Pagi, sebenarnya dari malam itu sudah mulai mabok, cuma itu versi warga. Versi beberapa warga ada yang sudah mulai mabok, cuma kata versi yang lain belum," katanya.

Dia menyebut sekitar pukul 08.00 WIB ikan mulai terlihat bergerak ke tepian. Namun, tidak semua ikan tersebut mati.

Kata dia, Ikan yang ditemukan mati justru didominasi ikan berukuran besar yang biasa berada di dasar situ Cangkring.

"Di jam 8 pagi atau dari pas pagi itu sudah mulai ada ikan pada ke pinggir, tapi enggak pada mati. Bahkan sampai akhir yang kecil-kecilnya itu enggak pada mati. Yang mati itu hanya ikan-ikan yang besar yang ada di dasar, yang biasa main di dasar Situ Cangkring," ujarnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.