Kondisi TPA Cipecang Darurat, DLH Tangsel Minta Masyarakat Harus Mengerti Situasi

AKURAT BANTEN - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Bani Khosyatulloh, meminta masyarakat untuk memahami kondisi darurat yang terjadi di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipecang.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menanggapi setiap keluhan warga, termasuk persoalan air bersih dan longsoran sampah yang meresahkan warga sekitar.
"Kita sebetulnya selalu berupaya meminimalisir, apa-apa yang jadi keluhan. Meskipun dengan banyak kekurangan, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kita selalu respon. Kalau gak, ya zolim kalau kita gak respon," kata Bani saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan, Kamis (31/10/25).
Menurutnya, petugas UPTD TPA Cipecang tetap aktif memberikan bantuan air galon kepada warga yang terdampak, meskipun jumlahnya mungkin belum sepenuhnya mencukupi.
"Nanti konfirmasi lagi yang benar seperti apa. Tapi yang jelas, UPTD kita selalu belanja dan bantu air galon itu. Mungkin karena kurang atau seperti apa, tapi kita tidak tinggal diam," ujarnya.
Bani juga mengakui bahwa kondisi TPA Cipecang saat ini sudah tidak ideal secara jarak aman terhadap permukiman warga.
Namun, situasi tersebut bersifat darurat dan memerlukan pemahaman bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: Hari kedua Pemkot Tangerang Gencarkan Uji Emisi, 39 Kendaraan Dinyatakan Tidak Lulus
"Kalau lihat kondisi yang ada secara real memang tidak aman. Tapi kan keadaannya darurat. Masyarakat pun saya yakin memahami dengan kondisi seperti itu," tuturnya.
Terkait kompensasi kepada warga terdampak, Bani memastikan Pemkot Tangsel tetap memberikan bantuan berupa Rp250 ribu per kepala keluarga per tahun.
"Betul, ada SK-nya. Saat ini baru mampu diberikan Rp250 ribu per kepala keluarga, dengan total sekitar 1,444 KK," jelasnya.
Baca Juga: Purnawirawan TNI Tewas Tertabrak KA Dhoho di Malang, Diduga Tak Mendengar Klakson Masinis
Lebih lanjut, Bani menegaskan bahwa DLH bersama petugas di lapangan terus melakukan penanganan terhadap berbagai dampak lingkungan, termasuk longsoran sampah yang mulai menggerus lahan warga.
"Yang longsor kita keruk-kerukkan kembali, yang air bersihnya kita bantu. Kalau kita tidak baik-baik dengan warga, ya banyak utangnya kita sebetulnya," ucapnya.
"Jadi kita itu asalkan (ada laporan), kan teman-teman (sumber informasi) di situ terus, bahkan ada yang tinggal di situ. Lebih cepat informasi dari mereka-mereka," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










