Pemkot Tangsel Klarifikasi Fungsi Lahan TPA Cipeucang, Disiapkan untuk Fasilitas MRF

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) akan melakukan pembebasan lahan seluas 4.000 meter persegi di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang pada 2026 mendatang.
Lahan tersebut disebut-sebut bukan untuk menambah area pembuangan sampah, melainkan sebagai lokasi pemasangan fasilitas Material Recovery Facility (MRF).
Selama ini, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa pembebasan lahan itu bertujuan memperluas lokasi pembuangan sampah.
Baca Juga: Aksi Matel Kian Meresahkan, Satgas Terumbu Banten Siap Dampingi Korban
Namun Pemkot Tangsel menegaskan, area tersebut akan difungsikan sebagai bagian dari solusi transisi pengolahan sampah sebelum proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) terealisasi.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan hal tersebut usai menerima audiensi Forum Peduli Serpong (FSP) di Kantor DPRD Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/12/2025).
"Ada beberapa hal yang mesti kita luruskan terkait pembebasan lahan, yang tadinya untuk pembuangan sampah, kita sampaikan bahwa itu untuk alat yang mau kita pasang di 2026," kata Pilar.
Ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat agar rencana penanganan sampah di TPA Cipeucang dapat berjalan sesuai harapan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
"Jadi mohon dukungannya kepada masyarakat, khususnya forum yang tadi menyampaikan, semuanya bisa berjalan lancar supaya penanganan permasalahan sampah di wilayah di TPA Cipeucang ini bisa kita tangani bersama," ucapnya.
Selain rencana pemasangan MRF, Pemkot Tangsel juga tengah melakukan penataan kawasan TPA Cipeucang. Penataan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana akibat kondisi tumpukan sampah yang semakin padat.
Baca Juga: BRIN Dorong Pemanfaatan Teknologi Riset untuk Atasi Persoalan Sampah Perkotaan
"Makanya kenapa sekarang penataan kita sedang lakukan supaya menjaga itu (musibah), dan juga anak kali Cirompang. Jangan sampai sampah ada longsor," kata Pilar.
Ia menjelaskan, penataan yang dilakukan meliputi pembangunan bronjong, perbaikan akses jalan, pengecoran jalur menuju landfill 2, hingga persiapan lahan yang akan digunakan untuk pemasangan MRF pada awal 2026.
"Makanya kita pembangunan sekarang mulai dari bronjong, lalu juga pembangunan jalan, pembangunan beton untuk trek masuk ke landfill 2, dan juga persiapan lahan buat MRF yang mau dipasang di awal 2026 ini," jelasnya.
Pilar optimistis, keberadaan fasilitas MRF dapat membantu menangani persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan dalam jangka pendek sambil menunggu realisasi proyek PSEL.
"MRF ini menurut saya cukup bisa menangani untuk sementara menuju kita PSEL," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







