Banten

Revitalisasi SMP Negeri 16 Medan Selesai, Pembelajaran Kembali Normal

Viona Sebastian Nolani | 15 September 2026, 11:40 WIB
Revitalisasi SMP Negeri 16 Medan Selesai, Pembelajaran Kembali Normal
SMPN 16 Medan Bangkit Pascabanjir, Guru dan Murid Kembali Belajar Tanpa Rasa Khawatir - kemendikdasmen.go.id

AKURAT BANTEN - SMP Negeri 16 Medan kini dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara penuh setelah sebelumnya terdampak banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter.

Revitalisasi sekolah yang selesai pada Agustus 2026 membuat guru dan murid dapat menjalankan pembelajaran tanpa lagi dihantui kekhawatiran ruang kelas terendam ketika hujan deras turun.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melihat langsung kondisi SMP Negeri 16 Medan yang termasuk satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi akibat banjir pada September 2025.

Baca Juga: Kapal Jepang JS Kunisaki Bawa 3 Helikopter Chinook untuk Bantu Karhutla Kalimantan

“Pembangunan revitalisasi sekolah yang terdampak banjir ini selesai pada waktunya, bulan Agustus. Sehingga semua kegiatan pembelajaran sekarang sudah berlangsung 100 persen, tidak perlu ada lagi yang melalui pembelajaran daring,” ujar Abdul Mu’ti di Medan (14/9).

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemulihan sekolah yang terdampak bencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan fisik.

Menurutnya, terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman juga penting agar guru dan peserta didik dapat kembali menjalankan kegiatan pendidikan secara tenang.

Baca Juga: TNI Amankan Kedatangan Kapal JMSDF JS Kunisaki di Kalimantan Barat

Kepala UPT SMP Negeri 16 Medan, Taripar Rudi Sihombing, mengatakan proses revitalisasi sekolah dimulai pada April 2026 dan selesai pada Agustus 2026.

“Revitalisasi dimulai dari bulan April 2026 dan pada bulan Agustus 2026 kemarin sudah selesai. Sebelumnya area sekolah ini rendah, sehingga dilakukan penimbunan dan ditinggikan supaya ke depan kalau ada hujan lebat tidak terkena banjir lagi,” jelasnya.

Dampak positif revitalisasi juga dirasakan oleh guru PKN UPT SMP Negeri 16 Medan, Patar Saputra Sihombing.

Ia mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi pada September 2025 menjadi pengalaman berat bagi lingkungan sekolah.

Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter membuat sejumlah fasilitas dan barang milik sekolah mengalami kerusakan.

“Awal mula terjadi banjir pada bulan September tahun lalu, tinggi air hampir lebih dari satu meter terendam banjir, jadi banyak yang terdampak. Kebetulan pada hari itu hari libur, sehingga banyak barang-barang yang terkena banjir dan hanya beberapa yang bisa diselamatkan,” ujar Patar.

Setelah revitalisasi selesai, perubahan paling dirasakan guru adalah meningkatnya rasa aman ketika hujan turun.

Sebelumnya, hujan deras selalu menimbulkan kekhawatiran karena sekolah berpotensi kembali terendam banjir.

“Perubahan dampak yang mengajar itu memang terasa. Sebelum kami mendapat revitalisasi, ada rasa ketakutan karena setiap hujan sekolah kami pasti akan banjir. Dengan adanya revitalisasi ini, kami merasa sangat nyaman, tidak ada lagi rasa ketakutan ketika hujan. Kami tetap menjalankan proses pembelajaran dengan baik,” ungkapnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.