Banten

Medan Darurat! 19 Kecamatan Terendam, Ribuan Warga Mengungsi, Wali Kota Tetapkan Status Tanggap Bencana

Saeful Anwar | 30 November 2025, 07:47 WIB
Medan Darurat! 19 Kecamatan Terendam, Ribuan Warga Mengungsi, Wali Kota Tetapkan Status Tanggap Bencana

AKURAT BANTEN– Kota Medan kini berhadapan dengan bencana banjir dahsyat. Wali Kota Medan, Rico Waas, pada Sabtu (29/11/2025), secara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir di seluruh wilayahnya.

Keputusan ini diambil setelah air bah merendam hampir seluruh ibu kota Sumatra Utara, memaksa ribuan warga mengungsi dan menimbulkan kekhawatiran baru terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Status darurat ini berlaku selama 14 hari, terhitung hingga 11 Desember 2025, berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota bernomor 188.44/15.K.

Baca Juga: Gelombang Bencana Sumatera Jadi Alarm Keras Reformasi Tata Hutan Indonesia

Bencana Meluas: 7.402 Rumah Terdampak, 1.829 Jiwa Mengungsi

Banjir yang mulai menggenangi Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) telah melumpuhkan aktivitas dan berdampak secara masif.

Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan menunjukkan skala bencana yang mengkhawatirkan:

  • 19 dari 21 kecamatan terdampak banjir.
  • Total 128 lingkungan dan 7.402 rumah mengalami kerusakan.
  • Sebanyak 1.829 warga harus dievakuasi dan kini ditampung di 11 titik pengungsian yang tersebar strategis.

Operasi evakuasi besar-besaran terus dilakukan, menargetkan penyelamatan 645 orang yang masih terjebak di area banjir.

Wilayah yang paling parah meliputi 11 kecamatan kunci, di antaranya Medan Johor, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Sunggal, dan Medan Polonia.

"Berkaca dari hal itu, banjir yang menggenangi sejumlah titik di Kota Medan telah berdampak luas.

Hal itu bahkan memaksa ribuan warganya meninggalkan tempat tinggal mereka," demikian laporan dari Pusdalops PB Kota Medan.

Baca Juga: Gelombang Bantuan Terus Mengalir, Ribuan Ton Logistik Dikirim dari Lanud Halim untuk Sumatera

Isu Kelangkaan BBM Mencekam di Tengah Krisis

Di tengah upaya penanganan bencana, muncul kepanikan lain di masyarakat: isu kelangkaan BBM.

Kekhawatiran ini dipicu oleh terhambatnya proses penyaluran BBM ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Menyikapi hal ini, Wali Kota Rico Waas langsung turun tangan meredam kepanikan. Ia memastikan bahwa masalah ini adalah kendala distribusi, bukan krisis stok.

"Kami menghimbau masyarakat Kota Medan untuk tidak panik, karena rekan-rekan Pertamina menyatakan stok BBM cukup," tegas Rico Waas di Rumah Dinasnya, Sabtu (29/11/2025).

Wali Kota menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi dipicu oleh dua faktor utama:

Cuaca buruk di Pelabuhan Belawan yang menghambat bongkar muat kapal BBM.

Kondisi banjir di sejumlah wilayah yang menyulitkan akses truk tangki Pertamina menuju SPBU.

"Kami juga minta masyarakat bersabar dan tidak panic buying agar BBM yang didistribusikan ke SPBU oleh Pertamina dapat disalurkan secara merata," pungkas Wali Kota, menyerukan solidaritas warga menghadapi bencana alam dan krisis distribusi ini (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman