P3C Nilai Revitalisasi Pasar Ciputat Gagal, Pedagang Luar Pasar Dinilai Diistimewakan

AKURAT BANTEN - Revitalisasi Pasar Ciputat yang telah menyerap anggaran puluhan miliar rupiah dinilai tidak memberikan hasil sebagaimana harapan para pedagang. Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat (P3C), Yuli Sarlis menegaskan bahwa upaya pembenahan itu tak berdampak terhadap peningkatan aktivitas di dalam gedung pasar, justru karena keberadaan pedagang di luar yang dianggap semakin nyaman berjualan.
"Untuk apa revitalisasi dengan memakan APBD sekian miliar, tapi pedagang di luar mendapat fasilitas-fasilitas yang cukup untuk pedagang itu. Dapat awning. Pedagang di dalam, yang mengikuti program revitalisasi menjadi korban. Mereka sepi pengunjung," kata Yuli, Jumat 28 November 2025.
Yuli mengungkapkan bahwa P3C telah mengusulkan pembangunan pagar di badan Jalan Haji Usman sebagai bentuk penertiban pedagang. Namun hingga kini, pekerjaan tersebut belum juga direalisasikan oleh kontraktor.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ancam 'Bekukan' Bea Cukai Jika Gagal Reformasi: Batas Waktu 1 Tahun!
"P3C kemarin sudah mengusulkan untuk pemagaran. Pemagaran di Jalan Haji Usman," ujarnya.
Ia mempertanyakan mengapa pekerjaan yang sudah dijadwalkan itu tak kunjung berjalan.
"Kemarin saya melihat sudah ada yang ngukur. Tapi kok sampai sekarang tidak terlaksana? Nah, itu yang saya bingung. Apa sih yang membuat ini (pemagaran) tidak terlaksana? Padahal tanggal 19 ini (November 2025) mereka sudah SPK-nya," tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah Mulai Bangun Underpass Bitung Tangerang pada 2026, Anggaran Rp100 Miliar
Menurut Yuli, pemasangan pagar menjadi langkah penting untuk mendorong pedagang luar agar kembali menempati kios di dalam gedung pasar.
"Sebenarnya, pemagaran itu untuk mengantisipasi pedagang yang di luar itu supaya masuk ke dalam (gedung pasar)," tuturnya.
Ia juga menilai giat penertiban yang sempat dipimpin Wakil Wali Kota Tangsel belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi dalam gedung.
Baca Juga: Gelombang Penangkapan di Berlan Guncang Matraman Setelah BNN Menyapu Bersih Sarang Pengedar
"Kalau menurut saya kurang maksimal. Yang di Jalan Haji Usman malah lebih marak pedagangnya. Malah, fasilitasnya lebih nyaman mereka. Sekarang yang terisi di gedung cuma 20 persen mungkin," bebernya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan tetap melakukan langkah-langkah untuk menangani persoalan tersebut. Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangsel, Bachtiar Pryambodo mengatakan pihaknya rutin melakukan penindakan pedagang di luar gedung.
"Selalu rutin namanya menindak (pedagang di Jalan Haji Usman). Cuma memang kita harus sabar. Kita sudah imbau silahkan masuk. Harga sewanya juga murah. Jadi nanti coba kita diskusikan lagi, apalagi solusinya," ujar Bachtiar.
Terkait usulan pemagaran, Bachtiar menegaskan bahwa hal itu berada di bawah kewenangan dinas teknis.
"Setau saya (kewenangan pemagaran) bukan di Dinas Perindag, tapi di dinas teknis (Dinas SDABMBK). Coba kami cek ya," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










