Banten

Misteri Buih Putih di Situ Cangkring, Warga Duga Ada Limbah Pabrik yang Mengendap dan Diaduk

David Amanda | 15 September 2026, 19:55 WIB
Misteri Buih Putih di Situ Cangkring, Warga Duga Ada Limbah Pabrik yang Mengendap dan Diaduk
Misteri Buih Putih di Situ Cangkring, Warga Duga Ada Limbah Pabrik yang Mengendap dan Diaduk - Istimewa

AKURAT BANTEN - Fenomena kematian massal ribuan ikan pada Kamis (10/9/26) di Situ Cangkring, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang kini memasuki babak baru.

Setelah ribuan ikan ditemukan tewas membusuk, permukaan air danau tersebut kini mulai dipenuhi buih atau busa misterius.

Irfan salah seorang warga, menduga bahwa kemunculan buih putih tersebut memiliki kaitan erat dengan kematian massal ikan yang terjadi sejak pertengahan pekan lalu.

Baca Juga: Pasca OTT KPK Kepala Kantor Tardi, Kantor BPN Kota Tangerang Sepi dan Sempat Dijaga Brimob

"Busa ini sepertinya dari bangkai ikan yang membusuk. Kalau busa sabun biasa, selama ini tidak pernah ada buih sama sekali di sini. Yang pasti, setahu saya buih ini baru muncul setelah ikan-ikan pada mati. Waktu awal ikan masih mabuk (Rabu lalu), kondisinya belum seperti ini," ujar Irfan kepada Akurat Banten, Selasa (15/9/2026).

Selain masalah buih, warga juga menyoroti titik pengambilan sampel air oleh petugas dinas terkait yang dinilai kurang tepat untuk mengungkap penyebab utama pencemaran.

Menurut Irfan, pusat awal kematian ikan bukan berasal dari saluran pembuangan domestik warga melainkan dari saluran pembuangan yang dekat dengan lingkungan pabrik.

Baca Juga: Life Jacket Bertuliskan KM Samudera Pratama Ditemukan di Selat Sunda

"Info dari warga lain, orang dinas ambil sampel dari pojokan saluran pembuangan warga, bukan di pojok belakang pabrik. Padahal dari awal, ikan-ikan banyak yang mabuk itu dari pojokan dekat pabrik, bukan dari tengah atau saluran warga. Baru hari Rabu-nya ikan yang lemas dan mati itu menyebar ke mana-mana," lanjutnya.

Irfan juga menambahkan bahwa kawasan di pojok dekat pabrik tersebut kerap mengeluarkan aroma dan cairan mencurigakan pada hari-hari tertentu.

"Kalau hari Senin atau akhir minggu, biasanya di pojokan itu suka ngeluarin oli atau minyak," ungkapnya.

Baca Juga: TNI AL Evakuasi 114 Korban KM Virgo Transport 8, 129 Masih Dicari

Kondisi air yang semakin keruh dan berbuih ini diduga akibat endapan limbah yang lama di dasar situ dan naik ke permukaan.

Hal itu kata dia, diduga dipicu oleh aktivitas warga yang sempat turun ke dasar danau untuk menangkap ikan secara massal menggunakan tangan kosong (ngegogo).

"Menurut saya, kemarin kan banyak warga turun ke dasar situ buat ngegogo ikan yang teler. Akhirnya, kandungan limbah dari cetakan spons pabrik sandal yang sudah lama dibuang ke situ jadi keaduk-aduk. Limbah yang lama mengendap di lumpur itu akhirnya muncul lagi ke permukaan," jelas Irfan.

Kata Irfan, beberapa hari lalu petugas pengairan dari UPT Provinsi Banten juga terus melakukan upaya pembersihan di area situ Cangkring.

Baca Juga: Infrastruktur IT Badan Gizi Nasional Lumpuh, Sinkronisasi Data MBG di Lapangan Kacau

Petugas mengumpulkan limbah bangkai ikan yang membusuk di permukaan air untuk kemudian dikubur di lahan daratan sekitar Situ Cangkring guna mengurangi bau menyengat.

"Yang saya tau petugas pengairan atau UPT Provinsi Banten yang bersih-bersih ambil limbah ikan yang mati terus dikubur di daratan sekitar situ," cetusnya.

Ia berharap pihak dinas terkait dapat melakukan uji laboratorium yang lebih objektif dan memeriksa seluruh sudut danau, terutama di titik-titik yang dekat dengan pembuangan operasional industri di sekitar pemukiman.

"Saya sih berharap situ Cangkring ini bersih dari limbah dan ikan disini banyak, banyak yang bilang kalo ikan dari situ ini beda rasanya dan enak," tandasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.