Setelah Ribuan Ikan Mati Pekan Lalu, Kini Air di Situ Cangkring Mengeluarkan Bau Menyengat dan Berminyak

AKURAT BANTEN - Kondisi di Situ Cangkring, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang kian memprihatinkan setelah permukaan air danau dilaporkan berubah warna menjadi cokelat pekat dan diselimuti material hitam berminyak yang mengeluarkan bau menyengat, Selasa (15/9/2026).
Fenomena ini memperparah insiden kematian massal ikan sebelumnya, di mana sisa bangkai ikan masih terlihat mengapung di salah satu sudut situ.
Dugaan pencemaran limbah industri menguat seiring adanya sejumlah parit di sekitar danau yang terhubung langsung ke area pabrik.
Baca Juga: Buntut OTT Kepala BPN, Warga Tanah Tinggi Buka Suara Soal Dugaan Pungli PTSL Rp27,5 Jutaz
Warga asli Kampung Mayas sekaligus pemilik warung setempat, Agus Salim, mengungkapkan bahwa material hitam tersebut terasa jelas di kulit saat air tersentuh tangan.
Kendati demikian, warga belum dapat menunjuk hidung perusahaan mana yang bertanggung jawab atas kerusakan ekosistem tersebut.
"Sekarang belum ada kepastian, masih dites. Katanya seminggu baru ada hasil pemeriksaan," kata Agus saat ditemui di lokasi, Senin (14/9/2026).
Agus menduga material misterius itu berasal dari dalam kawasan industri yang beroperasi di sekitar Situ Cangkring
"Yang jelas berminyak. Kalau nempel di air, kita juga bingung itu oli atau minyak. Biasanya (warna air) biru, hijau. Ini masih cokelat," ujarnya.
Baca Juga: Roy Suryo Minta Rp206 Juta, Hakim Cuma Beri Rp5 Juta! Responsnya Bikin Kaget
Ia juga menyoroti kondisi ikan dasar danau yang terus mati akibat tidak mampu bertahan dari paparan zat yang diduga beracun tersebut.
"Yang di dasar yang kena. Dia nyedot itu, racunnya. Nggak kuat," tutur Agus.
Akibat rusaknya ekosistem dan hilangnya aktivitas pemancing, pendapatan warung Agus yang sudah beroperasi selama dua tahun di sana merosot tajam.
"Jadi nggak ada yang mancing, nggak ada pemasukan," ucapnya pasrah.
Baca Juga: TNI AL Evakuasi 114 Korban KM Virgo Transport 8, 129 Masih Dicari
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dikabarkan telah berulang kali mendatangi lokasi untuk memverifikasi lapangan dan mengambil sampel air guna uji laboratorium.
"Ngambil sampel air buat dicek kadar airnya. Hasil akhirnya mereka yang lebih tahu," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










