Banten

Arsenal Sudah Juara Premier League, tapi Ambisinya Malah Makin Gila: The Gunners Siap Naik ke Level Berikutnya!

Aullia Rachma Puteri | 20 Agustus 2026, 17:35 WIB
Arsenal Sudah Juara Premier League, tapi Ambisinya Malah Makin Gila: The Gunners Siap Naik ke Level Berikutnya!
Selebrasi Arsenal setelah dapatkan gol pada laga FA Community Shield Inggris melawan Manchester City di Stadion Principality, di Cardiff, Wales selatan pada 16 Agustus 2026. - Adrian DENNIS / AFP

AKURAT BANTEN - Arsenal memasuki musim 2026/2027 dengan wajah yang berbeda. Jika dalam beberapa musim terakhir The Gunners dikenal sebagai penantang serius yang terus mendekati puncak, kini mereka datang sebagai juara bertahan Premier League.

Status tersebut membuat ambisi klub meningkat signifikan, sekaligus menghadirkan tuntutan baru kepada Mikel Arteta dan anak asuhnya.

Arsenal akhirnya mengakhiri penantian selama 22 tahun dengan menjuarai Premier League 2025/2026. Keberhasilan itu menjadi gelar liga pertama mereka sejak 2004 dan mengubah posisi Arsenal dari klub yang mengejar trofi menjadi tim yang harus mempertahankannya.

Perubahan mentalitas tersebut menjadi salah satu poin penting dalam proyek Arteta. Sejak ditunjuk sebagai manajer pada 2019, pelatih asal Spanyol itu secara bertahap membangun Arsenal menjadi tim yang konsisten bersaing di papan atas. Kini, setelah mahkota Premier League berada di tangan, target mereka tidak lagi sekadar kembali menjadi juara.

Baca Juga: Mikel Arteta Bisa Pergi dari Arsenal pada 2027? Bos The Gunners Akhirnya Buka Suara soal Masa Depan Sang Manajer

Arteta bahkan menegaskan Arsenal ingin menyerang seluruh kompetisi yang mereka ikuti. Ambisi itu muncul setelah klub merasakan langsung bagaimana rasanya berada di puncak. Tantangannya sekarang adalah memastikan keberhasilan tersebut bukan sekadar satu musim yang gemilang.

Arsenal juga menunjukkan keseriusan melalui aktivitas transfer. Salah satu langkah terbesar mereka adalah mendatangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle United dengan nilai sekitar 75 juta poundsterling. Gelandang Brasil tersebut diharapkan memberikan kualitas sekaligus pengalaman tambahan di lini tengah.

Selain Guimaraes, Arsenal juga merekrut Christos Tzolis dan memperkuat posisi penjaga gawang dengan kedatangan Illan Meslier. Terbaru, The Gunners mencapai kesepakatan untuk mendatangkan bek Aston Villa, Ezri Konsa, dengan nilai sekitar 51 juta poundsterling.

Transfer tersebut menjadi bukti bahwa Arsenal masih aktif mencari pemain yang dianggap mampu membawa skuad ke level berikutnya.

Baca Juga: Rodri Pilih Barcelona, Mourinho Malah Santai: Real Madrid Tak Mau Kejar Pemain yang Masih Bimbang

Menariknya, Chief Executive Arsenal Richard Garlick belum menutup kemungkinan adanya aktivitas transfer tambahan. Meski sudah menghabiskan hampir 150 juta poundsterling pada musim panas ini, klub tetap membuka peluang mendatangkan pemain apabila menemukan kesempatan yang tepat.

Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Arteta. Sang manajer sebelumnya mengatakan bahwa Arsenal ingin membawa klub ke "level yang berbeda", dan hal itu membutuhkan skuad serta individu yang lebih baik. Arteta juga memberikan sinyal bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan di bursa transfer.

Namun, ambisi Arsenal tidak berhenti di Inggris. Mereka juga memiliki target besar di Eropa setelah mencapai final Liga Champions musim lalu.

Meski gagal mengangkat trofi, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Arsenal sudah mampu bersaing di panggung tertinggi Eropa. Kini, tantangannya adalah mengubah pengalaman tersebut menjadi keberhasilan.

Baca Juga: Deadline Chelsea Terlewat, tapi Man City Malah Siapkan Tawaran Baru untuk Enzo Fernandez: Transfer Gila-Gilaan?

Persaingan musim ini juga diprediksi jauh lebih rumit. Manchester City memasuki era baru setelah Pep Guardiola pergi dan Enzo Maresca mengambil alih. Liverpool, Chelsea, dan Manchester United juga memulai musim dengan pelatih baru. Pergantian besar tersebut membuat peta persaingan Premier League menjadi lebih sulit diprediksi.

Di tengah situasi itu, Arsenal justru memiliki satu keuntungan besar: stabilitas. Arteta telah menangani klub selama hampir tujuh tahun dan menjadi salah satu manajer dengan masa kerja terpanjang di Premier League. Fondasi tersebut menjadi modal penting ketika Arsenal berusaha mempertahankan gelar sekaligus mengejar trofi Eropa.

Kini, The Gunners bukan lagi sekadar tim yang ingin kembali ke masa kejayaan. Mereka sedang berusaha membangun era baru. Setelah 22 tahun menunggu gelar Premier League, Arsenal akhirnya tahu jalan menuju puncak. Tantangan berikutnya jauh lebih berat, yaitu bertahan di sana dan menjadikan kesuksesan sebagai kebiasaan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.