Elon Musk Kritik Keras UU Trump: AS Terancam Masuk 'Perbudakan Utang'

AKURAT BANTEN - Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali menyuarakan kekhawatirannya terhadap arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Kali ini, Musk menyorot Undang-Undang andalan mantan Presiden Donald Trump yang baru saja disahkan oleh DPR AS, dan menyebut bahwa kebijakan tersebut bisa menyeret negara adidaya itu ke dalam situasi yang ia sebut sebagai “perbudakan utang”.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga Listrik PLN Juni-September 2025 Tidak Naik, Dorong Daya Beli Masyarakat
UU yang dimaksud dikenal dengan nama “One Big Beautiful Bill”—sebuah paket kebijakan fiskal yang memangkas belanja pemerintah federal sambil tetap memberikan insentif besar berupa keringanan pajak.
Meski diklaim sebagai cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan merampingkan anggaran, kebijakan ini justru menuai kritik tajam dari banyak ekonom dan tokoh publik.
Baca Juga: Prajurit TNI AL Dikeroyok di Terminal Malang, TNI Siap Buru Pelaku: Premanisme Tak Akan Dibiarkan!
Salah satunya adalah Elon Musk. Melalui akun X miliknya, Musk menuliskan peringatan keras soal dampak jangka panjang dari UU tersebut.
“UU ini menambah pagu utang sebesar USD5 triliun, kenaikan terbesar dalam sejarah, mendorong AS menuju perbudakan utang!” tulis Musk, merujuk pada lonjakan utang negara yang setara dengan sekitar Rp80.899 triliun.
Baca Juga: Prabowo: Hilirisasi Bukan Sekadar Wacana, Tapi Warisan Perjuangan Bangsa
Peringatan Musk bukan tanpa dasar. Kantor Anggaran Kongres (CBO) sebelumnya juga telah memproyeksikan bahwa kebijakan fiskal baru ini akan memperlebar defisit anggaran dan meningkatkan total utang nasional dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Bahkan dalam skenario optimistis, belanja pemerintah yang dipotong belum mampu mengimbangi besarnya insentif pajak yang diberikan.
Musk selama ini memang dikenal vokal dalam berbagai isu strategis nasional, terutama yang berkaitan dengan ekonomi dan teknologi. Ia kerap mengkritik pemborosan fiskal dan kurangnya efisiensi dalam birokrasi pemerintahan. Bagi Musk, kebijakan utang yang terus meningkat tanpa arah pemulihan justru memperlemah fondasi negara di masa depan.
Sementara itu, kubu pendukung Trump tetap yakin bahwa UU tersebut akan merangsang investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Mereka menilai pemangkasan pajak sebagai upaya menumbuhkan sektor bisnis kecil dan mendorong pertumbuhan jangka panjang, meskipun konsekuensinya adalah peningkatan utang dalam jangka pendek.
Baca Juga: Gelar Party di Malam 1 Muharram, Clique Bar and Kitchen Abaikan Peraturan Wakil Bupati Tangerang
Namun bagi Musk dan banyak pengamat ekonomi lainnya, pertumbuhan yang tidak dibarengi dengan pengelolaan fiskal yang bijak justru membuka celah besar terhadap krisis di masa depan.
Jika utang terus menumpuk tanpa pengendalian, bukan tidak mungkin Amerika Serikat akan menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat dari sekadar resesi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









