Mengapa Prabowo Tiba-Tiba Jadi Sorotan Dunia di Sidang PBB? Ini Alasannya!

AKURAT BANTEN - Sebuah momen bersejarah bagi diplomasi Indonesia tercipta di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, seorang Presiden Indonesia akan berpidato di urutan prestisius pada Sidang Majelis Umum PBB.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum ke-80, menempati urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat.
Penempatan ini menjadi sorotan karena puluhan tahun sebelumnya, delegasi Indonesia selalu mendapat giliran di urutan belakang.
Ini bukan sekadar masalah giliran, melainkan simbol pengakuan dan posisi strategis Indonesia di kancah global.
Baca Juga: Adhyaksa FC Banten Siap Pertahankan Tren Positif di Laga Kandang Perdana Lawan Bekasi City
Menegaskan Posisi Indonesia di Kancah Dunia
Menurut Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, kehadiran Presiden Prabowo di forum PBB adalah agenda krusial bagi diplomasi Indonesia.
Pidato ini bukan hanya ajang untuk kembali tampil di level tertinggi, tetapi juga kesempatan emas untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South.
Indonesia, dalam forum ini, akan menyuarakan agenda penting, yaitu reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif.
Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjadi jembatan bagi negara-negara berkembang, memastikan suara mereka didengar dan diperhitungkan dalam isu-isu global.
Perjalanan Panjang Menuju New York
Perjalanan Presiden Prabowo ke New York dimulai pada Jumat malam, 19 September 2025.
Sebelum tiba di Amerika Serikat, Presiden dijadwalkan singgah sejenak di Osaka, Jepang, untuk mengisi bahan bakar dan mengunjungi Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025.
Ini menunjukkan agenda yang padat dan penuh makna, menggabungkan diplomasi tingkat tinggi dengan promosi budaya dan ekonomi.
Baca Juga: Heboh! Menteri Pariwisata Minta Air Galon untuk Mandi, Warganet: Malu sama Bu Susi!
Kunjungan Diplomatik Lanjutan ke Berbagai Negara
Setelah menyelesaikan agenda di New York, Presiden Prabowo akan melanjutkan rangkaian kunjungan penting ke beberapa negara lain.
Pada 24 September 2025, ia dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Kanada di Ottawa. Kemudian, pada 26 September 2025, perjalanan dilanjutkan ke Den Haag, Belanda, untuk bertemu dengan Raja dan Perdana Menteri sementara Belanda.
Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan fokus pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara kunci.
Panggung PBB yang Penuh Sejarah
Sidang Majelis Umum PBB ke-80 mengangkat tema "Better together: 80 years and more for peace, development, and human rights".
Tema ini sangat relevan dengan peran Indonesia yang selama ini aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mempromosikan hak asasi manusia.
Sebagai informasi, Presiden terakhir Indonesia yang berpidato langsung di forum ini adalah Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.
Selama 10 tahun kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo memilih untuk mendelegasikan pidato kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Kehadiran langsung Presiden Prabowo di panggung PBB menandai era baru bagi diplomasi Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat membawa dampak positif dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










