Banten

Bukan KTT Gaza, Mic Panas' Bocorkan Obrolan Prabowo-Trump: Eric dan Don Jr Paling Disorot Dunia

Saeful Anwar | 15 Oktober 2025, 11:09 WIB
Bukan KTT Gaza, Mic Panas' Bocorkan Obrolan Prabowo-Trump:  Eric dan Don Jr Paling Disorot Dunia

  

AKURAT BANTEN-Momen tak terduga terjadi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Mesir, Senin (13/10).

Mikrofon yang tak dimatikan merekam percakapan pribadi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, yang isinya langsung memicu spekulasi global.

Alih-alih membahas geopolitik Timur Tengah, perbincangan kedua pemimpin tersebut justru bergeser ke ranah keluarga dan bisnis, permintaan Prabowo untuk bertemu putra-putra Trump, Eric Trump dan Donald Trump Jr, yang merupakan eksekutif kunci di Trump Organization dengan proyek-proyek besar di Indonesia.

Baca Juga: YAKIN TEMBUS! 5,67 Persen: Menkeu Purbaya Bocorkan 'Jurus Rahasia' Ekonomi Prabowo-Gibran, PPN Siap Digoyang?

Insiden ini terjadi setelah Presiden Trump selesai menyampaikan pidatonya.

Di belakang podium ruang konferensi, Prabowo dan Trump terlibat dalam obrolan informal. Keduanya, menurut laporan Reuters, tampaknya tidak menyadari bahwa mikrofon masih menyala dan merekam setiap kata.

Cuplikan audio tersebut menangkap Prabowo sempat menyinggung kekhawatiran tentang masalah keamanan di suatu wilayah ("not safe, security-wise") sebelum melontarkan pertanyaan yang mengejutkan:“Bisakah saya bertemu Eric?”

Percakapan yang terekam secara jelas adalah:

Prabowo: "Bisakah saya bertemu Eric?"

Trump: "Saya akan meminta Eric menelepon. Haruskah saya melakukannya? Dia anak yang baik. Saya akan meminta Eric menelepon."

Prabowo: "Kita akan mencari tempat yang lebih baik."

Trump: "Saya akan meminta Eric menelepon Anda."

Prabowo: "Eric atau Don Jr."

Permintaan untuk bertemu Eric atau Don Jr. – yang menjabat sebagai Executive Vice President di Trump Organization – segera mengaitkan insiden ini dengan kepentingan bisnis, mengingat Trump Organization memiliki kerja sama resor dan golf mewah di Indonesia yang masih dalam tahap pengembangan.

Baca Juga: MIRIS! Diejek 'Wadon' Berujung Maut di Sekolah: Kasus Bullying SMP Grobogan hingga Tengkorak Korban Patah

Spekulasi Bisnis di Balik Diplomasi KTT

Meskipun konteks lengkap percakapan antara Prabowo dan Trump tidak sepenuhnya jelas—apakah merujuk pada Trump Organization atau kesepakatan bisnis lain—waktu dan tempat kejadian ini menarik perhatian besar.

Pertemuan tingkat kepala negara, yang seharusnya fokus pada upaya perdamaian, diselingi permintaan yang berpotensi berhubungan dengan urusan privat keluarga Trump.

Eric Trump dan Donald Trump Jr. dikenal mengelola aset-aset Trump Organization, termasuk properti di Indonesia yang dikerjakan bersama mitra lokal.

Hal ini memicu pertanyaan tentang garis batas antara diplomasi negara dan potensi kepentingan bisnis pribadi.

Baca Juga: Polres Bandara Soekarno-Hatta Perketat Prosedur Dapur SPPG, Libatkan Ahli Gizi dan Uji Lab Air

Tanggapan Pemerintah Indonesia: 'Hal Biasa'

Menanggapi kehebohan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono angkat bicara di Jakarta, Selasa (14/10).

Ia berusaha meredam spekulasi dengan menyatakan bahwa perbincangan Prabowo dengan kepala negara lain adalah "hal yang biasa."

Sugiono menekankan kedekatan hubungan pribadi antara Prabowo dan Trump.

"Biasa kan ya Pak Presiden berbicara dengan kepala negara yang lain, berdua-berdua itu biasa," ujar Sugiono. "Karena dua-duanya juga teman lah ya."

Namun, ketika didesak apakah betul Prabowo meminta bertemu Eric Trump terkait urusan bisnis, Sugiono mengaku tidak tahu.

Hingga berita ini diterbitkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi mengenai bocornya percakapan tersebut.

Insiden 'mic panas' ini seketika menyedot perhatian global, menempatkan perbincangan informal di sela-sela KTT perdamaian yang penting ini menjadi sorotan utama media internasional (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman