Banten

Dramatis di KTT ASEAN! Prabowo Minta Persatuan, Gencatan Senjata Kamboja-Thailand Disaksikan Trump, hingga Insiden 'Jokowi'.

Saeful Anwar | 26 Oktober 2025, 17:38 WIB
Dramatis di KTT ASEAN! Prabowo Minta Persatuan, Gencatan Senjata Kamboja-Thailand Disaksikan Trump, hingga Insiden 'Jokowi'.

AKURAT BANTEN-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Minggu (26/10/2025), bukan hanya menjadi ajang pertemuan para pemimpin negara.

KTT ini menjadi panggung bagi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menegaskan visi strategis, sambil diwarnai momen canggung yang viral hingga kesepakatan damai bersejarah yang disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: PERANG DAGANG AS-CHINA MELUNAK: Turun Tensi usai Daftar Hitam Ekspor Paman Sam, Ganggu Gencatan Ekonomi Tirai Bambu

Prabowo: Persatuan ASEAN Bukan Slogan, Tapi Strategi Hadapi Gejolak Global

Dalam sesi pleno, Presiden Prabowo Subianto tampil menonjol dengan pidato yang menekankan bahwa persatuan ASEAN adalah "strategi yang direncanakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional," bukan sekadar slogan kosong.

Di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan global yang cepat, Prabowo mendesak ASEAN untuk memperkuat tiga pilar utama: koordinasi ekonomi, integrasi regional, dan transformasi digital.

Menurutnya, ini adalah tameng vital bagi kawasan untuk menghadapi "guncangan eksternal dan ketidakpastian masa depan."

Prabowo secara khusus juga memberikan apresiasi tinggi kepada Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, atas kepemimpinan tegasnya dalam menengahi perselisihan terbaru di kawasan.

Indonesia, tegas Prabowo, siap mendukung penuh langkah-langkah selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati.

 Baca Juga: DETIK-DETIK MENEGANGKAN: Dua Bocah 9 Tahun di Pandeglang Hilang Terseret Arus Sungai Ciliman, Tali Perahu Putus Saat Asyik Bermain

Inisiatif Baru: Dorong Pembaruan FTA ASEAN-China

Mengukuhkan peran ASEAN sebagai "penggerak pertumbuhan dan pusat inovasi," Presiden Prabowo menyuarakan inisiatif strategis di bidang perdagangan.

Ia mendorong adanya pembaruan ASEAN-China Free Trade Agreement (FTA) dan pembentukan kerangka ekonomi digital kawasan.

Prabowo menekankan bahwa kekuatan ASEAN di kancah global harus berakar pada fondasi yang kuat di dalam negeri.

"Fondasi yang kuat di rumahlah yang memampukan kita membangun jembatan ke dunia. Fondasi ini memberi kita kredibilitas untuk terlibat dan membantu membentuk masa depan di luar batas-batas kita," ujarnya.

 Baca Juga: Ibu Negara Brasil Kagum MBG Indonesia, Ajak Perkuat Pangan Lokal Demi Generasi Sehat

Drama 'Salah Panggil' dan Permintaan Maaf Resmi Tuan Rumah

Kedatangan Presiden Prabowo di KLCC diwarnai momen tak terduga yang langsung menjadi perbincangan.

Saat tiba dan disambut hangat oleh PM Anwar Ibrahim, pembawa acara KTT secara keliru memanggilnya sebagai Presiden ke-7 Indonesia.

"Yang terhormat Presiden Indonesia Joko Widodo," kata sang pembawa acara.

Meskipun terjadi kesalahan fatal di depan kamera, Prabowo tetap bersikap tenang, turun dari mobil, dan menyambut jabat tangan akrab PM Anwar.

Insiden ini cepat menjadi viral, dan tak lama kemudian, lembaga penyiaran publik Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), mengeluarkan permintaan maaf resmi atas kekeliruan tersebut, menunjukkan sensitivitas diplomatik yang tinggi.

 Baca Juga: MIRIS! Gara-gara Rokok di Kamar, Adik Ipar Tega Palu Abang hingga Tewas di Pasar Minggu

KTT ASEAN: Saksi Bisu Gencatan Senjata Bersejarah Thailand-Kamboja

Selain agenda utama, KTT ke-47 ASEAN juga mencatat sejarah baru dengan ditandatanganinya perjanjian gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja.

Perjanjian damai ini disepakati oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.

Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim dan kehadiran mengejutkan Presiden AS Donald Trump.

Perjanjian tersebut mencakup poin-poin krusial, termasuk pembebasan 18 tentara Kamboja oleh Thailand dan penarikan senjata berat dari wilayah perbatasan kedua negara.

Malaysia bahkan akan mengirim tentara untuk memastikan implementasi gencatan senjata.

 Baca Juga: KEJANGGALAN WHOOSH: Mahfud MD Buka-bukaan, Kontrak Misterius China Ancam Kedaulatan dan Sita Aset Negara?

Isu Panas Lain: Nuklir dan Gaza

Rangkaian KTT ke-47 ASEAN, yang mencakup 25 pertemuan penting, tidak hanya membahas ekonomi.

Dua agenda strategis dan sensitif lainnya yang menjadi sorotan adalah potensi pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai dan posisi tunggal ASEAN terhadap situasi genosida di Gaza, Palestina.

Selain itu, KTT ini akan mencatat sejarah lain dengan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN, memperkuat inklusivitas keluarga besar Asia Tenggara.

Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri sejumlah KTT mitra lainnya, termasuk KTT Ke-28 ASEAN Plus Three, KTT Ke-20 Asia Timur, KTT ASEAN-PBB, dan KTT Peringatan ASEAN-Selandia Baru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman