Banten

Israel-Hamas Sepakati Usulan Trump soal Gencatan Senjata di Gaza, Tanda Perdamaian?

Andi Syafrani | 9 Oktober 2025, 11:25 WIB
Israel-Hamas Sepakati Usulan Trump soal Gencatan Senjata di Gaza, Tanda Perdamaian?

AKURAT BANTEN - Langkah baru menuju perdamaian di Timur Tengah mulai menunjukkan titik terang. Hamas dan Israel resmi menandatangani tahap pertama kesepakatan Gaza yang diinisiasi oleh Amerika Serikat. Kabar ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social pada Rabu (8/10/2025).

Trump menyebut perjanjian tersebut sebagai pencapaian besar dalam sejarah konflik panjang antara kedua pihak.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan awal ini mencakup penarikan pasukan Israel ke garis yang telah disepakati serta pembebasan seluruh sandera yang ditahan di Gaza.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Minta BEI Tindak Tegas Saham 'Gorengan' untuk Lindungi Investor Ritel

“Israel akan menarik pasukan mereka ke garis yang telah disepakati sebagai langkah pertama menuju perdamaian yang kuat, kekal, dan abadi. Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama rencana perdamaian kami,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Mantan Presiden AS itu juga menyampaikan apresiasinya kepada negara-negara mediator yang ikut membantu proses negosiasi.

Ia secara khusus menyebut Turki, Qatar, dan Mesir yang berperan penting dalam menjembatani komunikasi antara kedua pihak yang selama ini berseteru.

Baca Juga: HEBOH! Gedung Produksi Obat di Tangsel Meledak, Polisi Dalami Aktivitas 'Nucleus Farma'

“Terima kasih kepada para pemimpin dunia, terutama Turki, yang bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan langkah bersejarah ini. Ini adalah momen yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Trump menambahkan.

Kesepakatan Gaza tahap pertama ini disebut sebagai bagian dari rencana perdamaian yang lebih luas, yang digagas pemerintahan Trump untuk mengakhiri konflik bersenjata dan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. AS menilai, perjanjian ini bisa menjadi titik awal menuju stabilitas politik dan keamanan di Timur Tengah.

Sebelumnya, pada 3 Oktober lalu, pejabat senior Hamas Mousa Abu Marzouk telah mengonfirmasi bahwa pihaknya secara prinsip menyetujui proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat. Namun, ia menyebut implementasi kesepakatan tersebut masih memerlukan pembahasan teknis di lapangan.

Baca Juga: Tragedi Runtuhnya Pesantren Jadi Alarm Nasional, Kemenko PMK Desak Pemerintah Daerah Lebih Ketat Awasi Bangunan Pendidikan

“Kami mendukung garis besar rencana yang diusulkan, namun detail pelaksanaannya harus dikaji lebih lanjut. Kami ingin memastikan langkah ini benar-benar membawa manfaat bagi rakyat Palestina,” ujar Marzouk saat diwawancarai media lokal.

Sejumlah negara, termasuk PBB, menyambut baik perkembangan ini dan berharap kedua pihak benar-benar mematuhi isi perjanjian. Gencatan senjata diharapkan dapat membuka jalur bantuan kemanusiaan dan mengurangi penderitaan warga sipil di Gaza.

Meski demikian, pengamat menilai tantangan masih besar. Keberhasilan kesepakatan ini sangat bergantung pada komitmen kedua belah pihak dalam menjalankan butir-butir perdamaian yang disepakati.

Baca Juga: Kemenko PMK Siapkan Program 'Pelita' Platform untuk Petakan Potensi Anak dari SD hingga SMA

Namun untuk saat ini, dunia menaruh harapan besar bahwa langkah kecil ini bisa menjadi awal menuju akhir dari konflik berdarah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC