Banten

Israel Resmi Setuju Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Tegaskan Fokus Pulangkan Seluruh Sandera

Andi Syafrani | 10 Oktober 2025, 10:52 WIB
Israel Resmi Setuju Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Tegaskan Fokus Pulangkan Seluruh Sandera

AKURAT BANTEN - Pemerintah Israel akhirnya menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Gaza setelah melalui rapat kabinet yang berlangsung intens pada Jumat (10/10).

Keputusan ini menjadi langkah penting setelah berbulan-bulan pertempuran sengit yang menewaskan ribuan warga dan menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Dalam laporan yang dikutip dari Al Arabiya News, kesepakatan gencatan senjata tersebut diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Israel melalui pernyataan publik.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan bahwa keputusan tersebut juga mencakup rencana pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan di Gaza — baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,6 Magnitudo Guncang Filipina, BMKG Peringatkan Sulut dan Papua Berpotensi Tsunami

Pernyataan singkat dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut bahwa kesepakatan ini adalah bagian dari langkah strategis untuk mengakhiri konflik berkepanjangan dan memastikan kembalinya para warga Israel yang disandera.

Namun, hingga kini, detail teknis mengenai waktu dan mekanisme pelaksanaan gencatan senjata belum diungkapkan ke publik.

Baca Juga: KEJAM! Pegawai Minimarket Ditemukan Tewas di Citarum Karawang Tepat di Hari Ulang Tahun, Pelaku Pembunuhan Ternyata Teman Sendiri

Dalam sebuah video yang dirilis oleh pemerintah Israel, Netanyahu tampak duduk berdampingan dengan utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, dan penasihat senior Jared Kushner, selama rapat kabinet berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu menegaskan bahwa proses ini merupakan perkembangan penting yang telah diperjuangkan selama dua tahun terakhir.

“Kita sedang berada di tengah perkembangan yang sangat penting. Selama dua tahun terakhir, kita telah berjuang untuk mencapai tujuan perang kita, dan salah satu tujuan utamanya adalah mengembalikan para sandera — semuanya, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Dan kita akan melakukannya,” ujar Netanyahu dalam video tersebut.

Baca Juga: JANGAN KAGET! RI Stop Impor Beras 3 Bulan ke Depan, Mentan Umumkan Sinyal Kuat Swasembada Lebih Cepat dari Target Prabowo

Sumber-sumber diplomatik menyebut, kesepakatan gencatan senjata ini juga tidak terlepas dari tekanan internasional, terutama dari Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar, yang selama ini berperan sebagai mediator antara Israel dan Hamas.

Negara-negara tersebut mendorong kedua pihak untuk menghentikan kekerasan dan membuka jalan bagi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Meski keputusan gencatan senjata telah diumumkan, sejumlah analis menilai proses ini tidak akan mudah. Situasi di lapangan masih rentan, mengingat kepercayaan antara kedua pihak telah terkikis oleh panjangnya konflik dan banyaknya korban jiwa.

Beberapa kelompok di Israel juga menilai kesepakatan ini bisa menjadi kompromi berisiko jika tidak diikuti dengan jaminan keamanan jangka panjang.

Baca Juga: Satu Nelayan Asal Tangerang Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Kepulauan Seribu

Di sisi lain, warga Gaza menyambut kabar gencatan senjata ini dengan hati-hati. Banyak dari mereka yang masih tinggal di tempat penampungan sementara karena rumah-rumah mereka hancur akibat serangan udara. 

Meski belum percaya sepenuhnya pada janji gencatan senjata, mereka berharap langkah ini menjadi awal dari akhir penderitaan yang mereka alami selama ini.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny: Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan, Tim DVI Genjot Identifikasi Korban

Sementara itu, pejabat Amerika Serikat menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Israel dan menegaskan pentingnya melanjutkan dialog menuju perdamaian yang lebih permanen.

Washington disebut terus berkoordinasi dengan otoritas Israel dan negara-negara mediator untuk memastikan proses gencatan senjata berjalan sesuai rencana.

Dengan disepakatinya gencatan senjata ini, dunia menanti bagaimana implementasinya di lapangan dalam beberapa hari ke depan.

Banyak pihak berharap keputusan ini benar-benar menjadi titik balik untuk menghentikan kekerasan dan membuka ruang bagi solusi politik yang lebih manusiawi bagi rakyat Palestina dan Israel.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC