Penggerebekan Pabrik Uang Palsu di Tangsel Berujung Dramatis, Polisi Terluka dan Rp36 Miliar Uang Palsu Digagalkan

AKURAT BANTEN— Penggerebekan sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat produksi uang palsu di kawasan industri Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan, berlangsung menegangkan.
Seorang perwira polisi bahkan terluka saat petugas berupaya menguasai lokasi dan mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Pengungkapan tersebut dilakukan Unit 2 Subdit II Ekonomi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat malam, 21 Agustus 2026.
Perwira yang mengalami luka adalah Kanit II Ekonomi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Yulianto Timang.
Ia terluka setelah terkena pecahan kaca ketika tim melakukan penggerebekan di dalam gudang.
Meski mengalami cedera, proses pengungkapan kasus tetap dilanjutkan hingga lokasi berhasil dikuasai.
Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor D. Mackbon menyebut luka tersebut merupakan risiko yang dihadapi petugas ketika menjalankan penegakan hukum di lapangan.
Baca Juga: Bola Panas Kasus Suap Menhut Raja Juli: Menguji Nyali KPK di Antara Bayang-Bayang Prabowo-Jokowi
Ratusan Ribu Lembar Uang Palsu Ditemukan
Yang membuat pengungkapan ini menjadi perhatian adalah jumlah barang bukti yang ditemukan polisi.
Dari lokasi, penyidik menemukan sekitar 360.000 lembar uang yang menyerupai pecahan Rp100.000.
Jika dihitung berdasarkan nilai nominalnya, jumlah tersebut mencapai sekitar Rp36 miliar.
Namun, polisi memastikan uang tersebut merupakan hasil produksi palsu dan belum sempat beredar luas di tengah masyarakat.
Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam pengungkapan kasus tersebut karena keberhasilan operasi polisi dinilai telah mencegah potensi kerugian yang jauh lebih besar.
Selain lembaran uang palsu, petugas juga menemukan berbagai peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksinya.
Barang bukti tersebut antara lain mesin cetak empat warna, mesin potong, printer, mesin pembuat plat film, mesin ultraviolet (UV), tinta, plat cetak, laptop, telepon seluler hingga bahan baku kertas.
Kelengkapan peralatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas di lokasi bukan sekadar percobaan mencetak uang secara sederhana.
Polisi masih mendalami bagaimana seluruh sarana tersebut digunakan dan dari mana bahan-bahan produksinya diperoleh.
Empat Orang Diamankan
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan empat orang untuk menjalani pemeriksaan.
Penyidik kini masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk bagaimana proses produksi dilakukan, siapa yang menyediakan bahan baku, siapa yang mengendalikan kegiatan tersebut, serta apakah terdapat jaringan lain di balik produksi uang palsu tersebut.
Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Pengembangan perkara menjadi penting karena produksi uang palsu dalam jumlah besar umumnya tidak hanya berkaitan dengan proses pencetakan.
Penyidik perlu mengungkap mata rantai mulai dari penyediaan bahan, peralatan, produksi hingga kemungkinan rencana distribusinya.
Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Bocah di Dairi, Dua Kakak Beradik Diduga Jadi Korban
Uang Palsu Belum Beredar, Masyarakat Diminta Waspada
Polda Metro Jaya menyatakan pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari upaya pencegahan agar uang palsu tersebut tidak sampai masuk ke peredaran masyarakat.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati ketika melakukan transaksi menggunakan uang tunai.
Apabila seseorang menerima uang yang diragukan keasliannya, masyarakat sebaiknya tidak langsung menggunakannya kembali.
Kejanggalan tersebut dapat dilaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Kewaspadaan masyarakat juga diperlukan karena semakin berkembangnya teknologi percetakan dapat membuat tampilan uang palsu semakin sulit dikenali hanya dengan melihat sekilas.
Baca Juga: Marcus Rashford Resmi Kenakan Nomor 9 di Manchester United, Nomor Sakral yang Penuh Sejarah
Polisi Masih Memburu Jejak Jaringan di Baliknya
Kasus ini belum berhenti pada penggerebekan dan penyitaan barang bukti.
Penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap keseluruhan jaringan.
Termasuk menelusuri asal-usul bahan baku, penggunaan peralatan produksi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang memesan atau membantu kegiatan tersebut.
Dengan ditemukannya sekitar 360 ribu lembar uang yang menyerupai pecahan Rp100 ribu, perkara ini menjadi salah satu pengungkapan produksi uang palsu yang mendapat perhatian besar.
Yang juga menjadi sorotan adalah keberhasilan polisi menghentikan aktivitas tersebut sebelum uang palsu dalam jumlah besar itu beredar lebih jauh.
Kini, masyarakat menunggu hasil pengembangan penyidikan untuk mengetahui siapa pengendali sebenarnya, bagaimana jaringan tersebut bekerja, dan untuk apa uang palsu bernilai puluhan miliar itu diproduksi.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Brasil Pernah Bantai Thailand dan Vietnam 9-1, Kini Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3!
- 7Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 8Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









