Banten

Kemenhaj Ingatkan Tantangan Haji 2027 Akan Semakin Berat

Viona Sebastian Nolani | 15 September 2026, 11:46 WIB
Kemenhaj Ingatkan Tantangan Haji 2027 Akan Semakin Berat
Tantangan Haji 2027 Lebih Berat, Kemenhaj Tak Boleh Berpuas Diri - haji.go.id

AKURAT BANTEN - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak cepat berpuas diri dengan capaian penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan haji pada 2027 akan menghadapi tantangan yang lebih berat sehingga peningkatan kualitas pelayanan harus terus dilakukan.

“Kadang kita berpikir tahun pertama berat, tahun kedua akan lebih mudah karena kita sudah mengetahui masalahnya. Tetapi 2027 justru menjadi tahun yang lebih berat,” ujar Menhaj dalam agenda Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Kemenhaj sendiri resmi dibentuk pada 8 September 2025.

Baca Juga: Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan "Bongkar Mafia Haji dan Umrah"

Sejak dibentuk, kementerian tersebut mulai membangun sistem sekaligus menjalankan mandat penyelenggaraan ibadah haji dengan jajaran yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.

Pelaksanaan haji 2026 menjadi pengalaman penting bagi Kemenhaj dalam memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

Capaian tersebut juga terlihat dari hasil survei yang mencatat tingkat kepuasan jemaah mencapai 93,2 persen.

Meski demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat proses perbaikan berhenti.

Baca Juga: Guru SMK Didorong Kuasai Kompetensi dan Business Mindset

Menhaj menyebut perubahan kebijakan di Arab Saudi dan dinamika biaya penyelenggaraan haji menjadi sejumlah tantangan yang perlu dipersiapkan untuk musim haji berikutnya.

“Kalau tahun ini kita mendapatkan penilaian 93,2 persen, tahun depan harus lebih dari itu. Kita tidak bisa leha-leha. Tantangannya jauh lebih berat,” tegasnya.

Menurut Menhaj, pengalaman dari dua musim haji sebelumnya harus dimanfaatkan sebagai modal untuk memperbaiki berbagai kekurangan.

Pengalaman tersebut tidak seharusnya membuat jajaran Kemenhaj menganggap seluruh persoalan telah selesai.

Ia meminta seluruh ASN Kemenhaj menggunakan pengalaman yang telah diperoleh untuk memperkuat koordinasi, membenahi kelemahan, dan meningkatkan mutu pelayanan kepada jemaah.

Menhaj juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan seluruh tim dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan haji.

Menurutnya, jajaran Kemenhaj kini semakin memahami berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan haji.

Modal pengalaman dan pemahaman tersebut harus digunakan untuk menghadapi persoalan yang semakin kompleks.

“Jangan sampai karena kita sudah tahu masalahnya, kita kemudian merasa semuanya mudah. Justru karena kita sudah tahu, kita harus bekerja lebih baik,” katanya.

Menhaj berharap capaian penyelenggaraan haji 2026 dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik pada 2027.

Menurutnya, keberhasilan bukan hanya mempertahankan capaian yang sudah diraih.

Lebih dari itu, pelayanan haji harus terus ditingkatkan agar jemaah memperoleh pengalaman berhaji yang semakin aman, nyaman, mudah, dan bermakna.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.