Diduga Tolak Pasien, Pelayanan Puskesmas Kibin Dinilai Tak Maksimal, Dikeluhkan Warga?

AKURAT BANTEN - Pelayanan Puskesmas Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, dikeluhkan warga. Seorang warga bernama Imas Sriawati mengaku cucunya yang masih berusia lima tahun diduga tidak mendapat pelayanan semestinya saat hendak berobat ke puskesmas tersebut.
Imas menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 12 Desember 2025 sekitar pukul 11.25 WIB.
Saat itu ia membawa cucunya, NR (5), untuk berobat karena mengalami batuk pilek. Namun setibanya di Puskesmas Kibin, petugas menyampaikan kepada dia bahwa pendaftaran sudah ditutup.
"Padahal petugas pendaftaran masih ada di tempat. Kami justru disuruh masuk ke UGD, padahal kondisi cucu saya hanya batuk pilek," ujar Imas saat dikonfirmasi.
Ia juga mengeluhkan sikap petugas yang dinilai kurang ramah dan terkesan kasar kepada pengunjung dan pasien. Bahkan, menurutnya, dalam sebuah video yang sempat direkam, petugas pendaftaran terlihat keluar dan berdiri di dekat pintu dengan gestur yang dinilai menantang.
"Saya bukan masalah uangnya, tapi pelayanannya yang kurang ramah dan kasar dan membuat saya gak seneng, saat dividio pun penjaga itu keluar di dekat pintu, seolah menantang," cetusnya.
Tak hanya itu, Imas menyebut kejadian serupa pernah dialami keluarganya sekitar lima tahun lalu.
Saat itu, menantunya, Ely, datang ke UGD Puskesmas Kibin untuk melahirkan, cucu dia datang pada waktu Magrib pada saat itu.
Namun, Kata dia, hingga tengah malam, tidak ada tindakan medis yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Kibin terhadap cucunya, bahkan mereka memberikan alasan bahwa bidan sedang tidur.
"UGD seharusnya pelayanan 24 jam. Kalau memang tidak mampu menangani, seharusnya langsung dirujuk, bukan menunggu sampai tengah malam," kata dia.
Baca Juga: Bayi Enam Bulan di Ciputat Tewas, Ayah Kandung Diduga Lakukan Kekerasan
Selain itu, Imas juga menceritakan proses rujukan ke rumah sakit umum saat itu juga disertai permintaan biaya ambulans yang cukup besar kepada keluarganya.
"Kita diminta ongkos yang lumayan waktu itu, padahal kalo nyarter mobil biasa (pribad) untuk anter ke rumah sakit biayanya gak sampe segitu juga," jelasnya
Padahal, setibanya di rumah sakit, kata dia menegaskan, menantunya langsung mendapat tindakan suntik mules dan melahirkan secara normal dalam kondisi selamat.
"Pas sampe rumah sakit langsung di suntik mules, lahiran normal dan selamat keduanya," jelasnya.
Baca Juga: Operator Si Benteng Nilai Skema BOK Tak Realistis, Layanan Transportasi Dinilai Tak Optimal
Dengan kembali terulangnya kejadian pada 12 Desember 2025, Imas menilai pelayanan di Puskesmas Kibin belum banyak berubah.
Ia berharap ada evaluasi dan inspeksi dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terus berulang.
"Ini menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat. Kami berharap ada perhatian serius dari dinas terkait," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi banten.akurat.co terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Puskesmas Kibin maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Serang terkait keluhan tersebut. (*******)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










