Usai Disorot Publik karena Umrah Saat Banjir, Bupati Aceh Selatan Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf

AKURAT BANTEN - Bupati Aceh Selatan Mirwan MS akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah kepergiannya menunaikan ibadah umrah di tengah bencana banjir bandang menuai kritik keras dari berbagai pihak.
Pernyataan permohonan maaf itu ia sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegaduhan yang telah terjadi dan rasa kecewa yang muncul di tengah masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Saya, Haji Mirwan, selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan yang dirasakan banyak pihak,” ucap Mirwan dalam pernyataannya.
Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan seluruh masyarakat Indonesia, terutama warga Aceh dan Aceh Selatan.
Mirwan mengakui bahwa keputusannya berangkat umrah di tengah situasi bencana telah menyita perhatian publik dan berpotensi menimbulkan kegaduhan yang lebih luas, termasuk mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan ibadah saya di tengah musibah telah menjadi perhatian serius dan berdampak luas. Saya mohon maaf sebesar-besarnya,” lanjutnya.
Baca Juga: Kontroversi Nanas Utuh di Paket MBG, SPPG Parung Serab Beberkan Alasannya
Meski diterpa kritik, Mirwan menegaskan tidak akan menghindar dari tanggung jawab. Ia memastikan tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah dan berkomitmen penuh dalam upaya penanganan bencana yang melanda wilayah Aceh Selatan.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sebagai informasi, keberangkatan Mirwan diketahui publik setelah foto-fotonya saat umrah diunggah oleh biro perjalanan Almisbah Travel dan kemudian menyebar luas di media sosial, hingga memantik reaksi keras dari masyarakat.
Baca Juga: Gelombang Baru Pengawasan Produk Olahraga Siap Mengubah Peta Industri Nasional
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang sensitivitas kepemimpinan di masa krisis, sekaligus pengingat bahwa kehadiran pemimpin di tengah rakyat saat bencana adalah simbol kepercayaan dan tanggung jawab yang tidak bisa digantikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










