Gempa 7,7 Guncang NTT, 3 Rumah Modular BRIN Tetap Kokoh: Ini Teknologi Tahan Gempanya

AKURAT BANTEN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan teknologi rumah modular tahan gempa sebagai salah satu alternatif dalam rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat di daerah rawan bencana.
Langkah tersebut semakin mendapat perhatian setelah tiga prototipe rumah tahan gempa BRIN di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap kokoh meski wilayah tersebut diguncang gempa bermagnitudo 7,7 yang diikuti sejumlah gempa susulan.
Tiga rumah cepat bangun itu didirikan pada 2021–2022 sebagai bagian dari pengembangan teknologi konstruksi tahan gempa yang sebelumnya dikembangkan BPPT, kemudian diteruskan BRIN setelah integrasi seluruh lembaga riset.
Berdasarkan hasil pemantauan setelah gempa, tidak ditemukan kerusakan struktural pada bagian dinding, kolom, maupun fondasi bangunan. Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat kosmetik, yakni beberapa keramik dinding kamar mandi terlepas dari ikatan semen pada panel Sandwich EPS dan mengalami pecah akibat guncangan.
Baca Juga: Air Hujan Semarang Ternyata Melimpah, BRIN Ungkap Hanya 27 Persen yang Realistis Dimanfaatkan
Perekayasa Ahli Muda BRIN, Vian Marantha Haryanto, menjelaskan bahwa rumah tersebut sejak awal dirancang menggunakan teknologi konstruksi tahan gempa untuk diterapkan di wilayah dengan tingkat risiko kegempaan tinggi, termasuk NTT.
“Rumah-rumah ini dirancang khusus dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk wilayah rawan bencana seperti NTT. Hasil ini membuktikan bahwa desain dan metode konstruksi yang kami terapkan mampu melindungi struktur bangunan, dan yang terpenting, melindungi keselamatan penghuninya, bahkan saat diguncang gempa sebesar ini,” ujar Vian melalui pesan tertulisnya, Senin (17/08).
Walaupun pemeriksaan di lapangan menunjukkan struktur ketiga rumah masih dalam kondisi baik, BRIN tetap menyiapkan pengujian lanjutan untuk mendapatkan validasi teknis melalui laboratorium.
Pengujian tersebut akan dilakukan dengan metode uji siklik berdasarkan SNI 3966:2012 di laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur.
Baca Juga: Hujan Meteor Perseid 2026 Terekam di Langit NTT, Begini Penampakannya dari Observatorium Timau
Persiapan metode pengujian skala laboratorium telah dilakukan dan pelaksanaannya direncanakan pada 2026.
“Gempa besar yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menjadi ujian lapangan bagi teknologi tersebut,” tambah Vian.
Dalam situasi tersebut, tiga prototipe rumah BRIN yang berada di Labuan Bajo masih berdiri dengan kondisi yang relatif baik. Dokumentasi bangunan pada 16 Agustus 2026 yang tercantum dalam laporan memperlihatkan kondisi terbaru ketiga prototipe rumah tersebut. Sementara itu, pada lokasi yang tidak jauh dari rumah prototipe, laporan juga mendokumentasikan bangunan SD Rangko yang mengalami kerusakan struktur akibat gempa.
Ketahanan ketiga prototipe tersebut menjadi salah satu bahan penting untuk mengevaluasi pengembangan rumah modular tahan gempa yang telah dilakukan BRIN selama beberapa tahun. Pengembangan teknologi ini telah dimulai sejak 2019, di antaranya melalui pembangunan dua unit rumah di Kabupaten Tangerang, satu prototipe rumah dua lantai di Kabupaten Lebak pada 2021, serta tiga unit rumah di NTT pada penghujung 2021.
Seiring proses pengembangan, BRIN turut melakukan berbagai penyempurnaan terhadap teknologi konstruksi yang diterapkan. Pada rumah modular tahan gempa generasi kedua, misalnya, ditambahkan rubber bearing seismic yang berfungsi membantu meredam getaran ketika terjadi gempa. Teknologi tersebut dikembangkan melalui penelitian Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN dengan menggunakan karet alam atau polimer elastis sebagai material utamanya.
“Rubber bearing seismic bekerja dengan memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan. Ketika terjadi gaya geser akibat gempa, komponen tersebut dirancang untuk membantu menahan gaya geser sehingga dampak guncangan yang diterima struktur bangunan dapat dikurangi,” jelasnya.
Hasil penilaian terhadap tiga rumah prototipe di Labuan Bajo tersebut kemudian diarahkan menjadi bahan pertimbangan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar mempercepat pemulihan hunian warga terdampak dengan menerapkan standar konstruksi yang memiliki ketahanan terhadap gempa.
BRIN juga mengusulkan agar teknologi rumah tahan gempa yang telah dikembangkan dapat diterapkan secara lebih luas, bukan hanya di NTT, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki potensi gempa tinggi. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan keamanan hunian masyarakat sekaligus menekan potensi kerusakan bangunan apabila gempa kembali terjadi di kemudian hari.
Selain mengandalkan teknologi konstruksi, BRIN menilai upaya mitigasi bencana perlu diperkuat melalui aspek kebijakan. Salah satu rekomendasi yang tercantum dalam laporan adalah memasukkan edukasi mitigasi bencana serta standar bangunan tahan gempa ke dalam kebijakan perumahan di daerah. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan kembali setelah bencana tidak sekadar menggantikan rumah yang mengalami kerusakan, tetapi juga membuat hunian menjadi lebih kuat dan siap menghadapi potensi bencana berikutnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 2Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 3Kemenkes Perkuat Deteksi Penyakit Menular di Pintu Masuk Bandara Soekarno-Hatta
- 4Bikin Heboh Istana! Cuma Ada Satu di Dunia, Tas Eksklusif Chanel Métiers d'Art yang Dijinjing Iriana Jokowi
- 5Anak Cleaning Service Jadi Pembawa Baki di Istana, Kisah Celine Olivia Bikin Bangga Kalbar
- 6DLH Kota Tangerang Bakal Selidiki Sungai Cisadane yang Menghitam
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
- 9FLONA 2026 Digelar di Jakarta, Ini Jadwal, Lokasi, Tema, dan Daya Tariknya
- 10Gempa 7,7 Guncang NTT, 3 Rumah Modular BRIN Tetap Kokoh: Ini Teknologi Tahan Gempanya








