Banten

Berita terkini! Setiap 3 Jam Sepuluh Tentara Israel Tewas di Bantai Hamas

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 14 Desember 2023, 07:16 WIB
Berita terkini! Setiap 3 Jam Sepuluh Tentara Israel Tewas di Bantai Hamas

AKURAT BANTEN - Dilaporkan Reuters, Telah terjadi kekalahan terburuk Israel dalam pertempuran darat di Gaza sejak 15 Oktober silam. Sepuluh tentara Israel tewas dalam 3 jam di distrik Shejaiya, bagian utara Kota Gaza, Rabu (13/12/2023).

Dalam pertempuran ini di nyatakan bahwa terdapat dua di antaranya komandan pasukan, masing-masing berpangkat kolonel dan letnan kolonel.

Kronologi serangan Hamas
Hamas melakukan serangan yang sangat mengejutkan di antara reruntuhan dan puing bangunan. Kejadian tersebut bermula saat empat tentara Israel melakukan pemeriksaan areal untuk memastikan situasi benar-benar aman.

"Tiba-tiba dari dua arah berbeda mereka ditembaki dan dilempari bom rakitan."

Menyadari hal tersebut, beberapa komandan IDF, termasuk Letkol Tomer Grinberg, komandan Batalyon 13 Brigade Golani, langsung bertindak menyelamatkan keempat tentara tersebut.

Adapun Pasukan Tomer ngotot melakukan penyelamatan agar Hamas tidak menyeret empat tentara tersebut sebagai sandera atau menyita mayat mereka untuk negosiasi pertukaran tawanan.

Pasukan yang dipimpinnya mendekati lokasi dari tiga arah berbeda. Pengepungan dilakukan. Namun, Hamas sepertinya memiliki video pengawas hingga mengetahui pergerakan tentara Israel dan dengan mudah melakukan serangan tak terduga.

Menurut para pengamat, Ada kemungkinan Hamas sengaja menyergap kelompok kecil tentara Israel untuk menyeret perhatian kelompok tentara Israel yang lebih besar dan menghabisi mereka dengan serangan tiba-tiba.

Dalam pertempuran sengit berlangsung sekira dua hingga tiga jam. Pasukan Israel dalam kelompok besar berhasil mengamankan empat tentara dalam kondisi tewas.

Namun, pertempuran itu juga harus dibayar mahal dengan terbunuhnya Kolonel Grinberg beserta lima tentara lainnya. Total 10 tentara Israel tewas dan enam orang lainnya mengalami luka.

Tidak lama kemudian pasukan Israel datang didukung senjata berat, Hamas untuk sementara menyingkir untuk sementara dan mengamati gerakan pasukan IDF.

Dikutip dari Reuters, mengatakan insiden tersebut menunjukkan bahwa pasukan Israel tidak akan pernah bisa menaklukkan Gaza.

"Semakin lama Anda tinggal di sana, semakin besar pula Anda mengalami kerugian dan kematian. Anda akan keluar dari sana membawa kekecewaan, Insya Allah."

Sementara pernyataan bertolak belakang dengan kenyataan dilapangan atas banyaknya korban tewas dari pihak tentara Israel.

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan pimpinan IDF belakangan menggembar-gemborkan awal kehancuran Hamas dengan banyak militannya yang tewas dan menyerahkan diri.

Operasi militer Israel melawan Hamas di Jalur Gaza terus berjalan dalam ketidakjelasan mengenai seberapa besar kemajuan yang telah dicapai Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam upaya melucuti Hamas hingga ke akar.

Netanyahu sebelumnya selalu menyuarakan Israel akan membuat Gaza jadi ladang pembantaian rakyat sipil Palestina. Namun, peristiwa terbunuhnya 10 tentara Israel menandakan bahwa Israel masih jauh dari tujuannya melenyapkan Hamas.

Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Jalur Gaza, lebih dari 18 ribu warga Palestina telah terbunuh akibat pembalasan Israel terhadap Hamas, dan 50 ribu lainnya terluka.

Menurut para pejabat Israel, sekitar 1.200 warga Israel tewas dalam serangan tersebut dan 251 orang diculik oleh Hamas pada hari itu.

Sejauh ini, 114 sandera, beberapa di antaranya warga negara asing, telah dibebaskan. Sisanya masih berada di Gaza, dan pemerintah Israel berjanji akan menjamin pembebasan mereka.

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.