Respon Statment RB, Masyarakat dan Mahasiswa Desak Bawaslu dan Polisi Jagan Meleng

AKURAT BANTEN - Sejumlah masyarakat dan Mahasiswa melakukan aksi demontrasi di halaman kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten terkait pernyataan Rahmat Bagja Ketua Bawaslu RI adanya temuan pendistribusian Form C1 Plano tanpa pengawalan yang terjadi di Provinsi Banten.
"Ada distribusi di Banten, ini saya sebut daerahnya. Ada satu, untung bukan surat suara, satu truck dikirim hanya denga supir ke gudang KPU yang gudangnya berbeda dengan kantor. Itu bahaya itu C-1 PLANO, makanya kami lagi mengumpulkan permasalahan logistik Pemilu dari teman-teman Panwas, agar tidak terjadi lagi, itu jadi perhatian juga, Polda juga kasih sinyal untuk itu," kata Rahmat Bagja di salah satu acara stasiun tv nasional.
Hal tersebut mendapat respon dari berbagai pihak salah satunya organisasi Assalam, diungkapkan Kordinator Aksi Edi Wibowo, menurutnya statment tersebut menimbulkan asumsi bahwa adanya kelalaian penyelenggara dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dalam menjaga akuntabilitas dan kondusifitas Pemilu.
"Penyelenggara Pemilu yang memiliki fungsi pengawasan yakni Bawaslu memiliki peran penting ketika mendekati hari H Pemilu dilaksanakan," katanya. Kamis (25/1/24).
Kata Edi, seharusnya informasi yang diedarkan harus valid, ia menilai yang disampaikan ketua Bawaslu RI tidak menjabarkan aturan-aturan yang jelas.
"Pernyataan yang disampaikan oleh ketua Bawaslu RI harus di uji apakah memang benar sesuai apa yang beliau sampaikan bahwa pengiriman logistik pemilu berupa formulir C1 Plano yang dilakukan tanpa pengawalan (oleh poha keamanan) tersebut," ungkapnya.
- Baca Juga: Ketua Bawaslu RI, PSI Asal-asalan Tidak Logis Dan Tidak Rasional Dana Kampanye Cuma Rp180 ribu
- Baca Juga: Bawaslu: Ucapan Prabowo Goblok Dan Tolol Saat Kampanye di Pekanbaru, Bisa Dijerat UU Pemilu Pasal 280
- Baca Juga: Bawaslu Lebak Bersihkan APK Caleg yang Dipasang Melanggar Aturan
Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan kinerja pihak-pihak terkait yag terlibat secara langsung maupun tidak langsung seperti Bawaslu, KPU, DKPP Polri dan TNI juga Kejaksaan dan Inspektorat selaku akuntabilitas.
"Kami mempertanyakan kinerja Bawaslu, kenapa bisa sampai ada pengiriman 1 truk logistik ke gudang yang berbeda dengan kantor. Lantas kemana kerja Bawaslu yang seharusnya bisa melakukan pencegahan dan mitigasi kesalahan. Sehingga jelas dala hal ini, Bawaslu pun diduga terindikasi melakukan kelalaian," jelasnya.
Ia meminta kejelasan dari pernyataan Rahmat Bagja terkait pengiriman C Plano tersebut yang berdasarkan statmentnya tidak adanya pengawalan.
"Kami mempertanyakan kebenaran pernyataan RB terkait pengiriman C plano berdasarkan statmentnya dan bagaimana kinerja aparat keamanan khususnya Kepolisian Daerah kenapa bisa sampai terjadi kesalahan pengiriman sebagaimana statment RB," paparnya.
Selain itu, Arul, salah satu orator dala aksi tersebut mengaku, khawatir adanya manipulasi dan diganti dengan yag tidak asli di tingkat Kecamatan atau yang lebih tinggi.
"Ini bahaya dan dapat menimbulkan issu yang berujung tidak kondusifnya Pemilu 2024," cetusnya.
Ia menuntut, Bawaslu, KPU dan Kepolisian memberikan keterangan yag jelas dan bertanggung jawab atas adanya isu yang menimbulkan kegaduhan.
"Kami menuntut, KPU Provinsi Banten untuk memberikan penjelasan terkait apa yang telah disampaikan oleh ketua Bawaslu, Kami menuntut RB atas dugaan penyebaran berita yang dapat merugikan orang lain serta pelanggaran yang ditemukan" katanya.
"Kemudian, kami menuntut Kepolisian Polda Banten untuk konsen dala mengawal permasalahan demi menjaga stabilitas dan netralitas pada pemilu serentak 2024," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







