Banten

KPU Lebak Menghambur-hamburkan Uang Rakyat, Aktivis Soroti Pelaksanaan Pilkada

Berlian Rahmah Dewanto | 17 November 2024, 18:16 WIB
KPU Lebak Menghambur-hamburkan Uang Rakyat, Aktivis Soroti Pelaksanaan Pilkada


AKURAT BANTEN, LEBAK - Sejumlah aktivis Kabupaten Lebak Banten menyoroti serius kebijakan KPU Lebak dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi menjelang Pilkada 2024 dengan mendatangkan sejumlah artis Ibukota.

Menurut mereka, KPU Lebak menghambur-hamburkan uang rakyat, kegiatan tersebut dinilai kurang pas, karena sosialisasi itu dinilai hanya berdampak di wilayah tempat hiburan saja, Minggu (17/11/2024).

Seperti yang disampaikan oleh Enggar (Pegiat Media Sosial), di mana dirinya telah turun langsung melihat kegiatan Festival Sosialisasi untuk Pemilihan Pilkada Serentak 2024 yang diselenggarakan di GOR Ona, Lebak, pada Jumat malam 15 November 2024 lalu.

Baca Juga: Wamenaker Immanuel Ebenezer Pastikan Pekerja PT Sritex Tidak Di PHK, Tapi Dirumahkan

“Saya dan kawan-kawan langsung turun ke lapangan, bahwa warga yang menghadiri tidak ada se-perempatpun dalam acara tersebut yang hadir. Artinya, menurut saya sosialisasi itu tidak mungkin optimal, mubajir Menghambur- Hamburkan uang rakyat saja,” ujar Enggar kepada Akurat Banten melalui Telpon.

Ungkap Enggar, KPU Lebak bisa saja bekerjasama dengan Forkopimda memberdayakan budaya daerah dan pekerja kesenian yang ada di Lebak. Sehingga, anggaran tersebut dapat dirasakan kembali oleh masyarakat Lebak.

“Itu akan lebih maksimal. Tinggal dari pihak pengkreasi seni dan budaya yang ada di Kabupaten Lebak diikutsertakan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bawah jangan hanya beberapa komponen saja,” jelasnya.

Baca Juga: Hadiri Acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Presiden Prabowo Tiba di Brasil

Lanjut Enggar, dengan digelarnya kegiatan mengundang artis Ibukota menurutnya, itu hanya terkesan menampilkan kemewahan dan diduga hanya menghambur-hamburkan anggaran saja, asal KPU senang.

“Saya lihat sudah cukup ya kalau artis Ibukota dari awal kan sudah diundang KPU untuk menyemarakkan suasana Pilkada di Kabupaten Lebak. Saya meyakini mendatangkan sejumlah artis Ibukota tidak mungkin cukup anggaran sedikit, saya pastikan dengan kawan-kawan untuk mempertanyakan dan KPU wajib transparan. Karena bagaimanapun itu adalah uang hasil dari keringat rakyat,” tegasnya.

Diketahui, sejauh ini perjalanan KPU Lebak sudah beberapa kali menggelar kegiatan dengan mendatangkan artis nasional ke Kabupaten Lebak. Seperti kegiatan pertama, KPU Lebak mendatangkan Judika dalam Peluncuran Maskot dan Jingle KPU di Pilkada Lebak pada 15 Juni 2024 lalu.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Prakiraan Cuaca Wilayah Tangerang untuk Hari ini, Minggu 17 Nopember 2024

Kedua, KPU juga telah mendatangkan The Virgin dalam kegiatan Sosialisasi Pilkada 2024 di Kecamatan Cilograng pada 24 Agustus 2024. Ketiga, kegiatan KPU Lebak Goes to Campus dengan menghadirkan bintang Stand Up Comedy pada 2 November 2024 lalu.

“Kemudian yang baru-baru ini, pihak KPU telah mendatangkan Aura Kasih dan Souljah serta deretan artis lainnya dalam puncak Kegiatan Sosialisasi Pilkada di Stadion Uwes Qorny, Jumat 15 November 2024 malam,” papar Enggar.

Selain Enggar sorotan serius terhadap KPU Lebak, itu pun menuai kritik tajam dari Aktivis Mahasiswa. Menurut mereka, kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Lebak itu terlalu berlebihan.

Baca Juga: DNA Leadership Summit 2024, Sinar Mas Land Gandeng Influential Leaders dan Digital Champion

Dari Masyarakat Peduli Anti Korupsi (Kompak), Nurul Huda menyebut kegiatan itu tidak memberikan dampak yang positif atau signifikan kepada masyarakat. Bahkan mereka menyebut, masih banyak warga Lebak yang belum tahu tentang pelaksanaan Pilkada serentak dan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten serta Calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak.

Padahal sumber dana yang menggelontorkan hingga miliaran rupiah berasal dari dana hibah Pemerintah Kabupaten Lebak sebesar Rp 50 miliar yang dialokasikan untuk penyelenggaraan Pilkada Lebak 2024 yang akan digelar 27 November 2024 mendatang. Seharusnya tersosialisasikan secara menyeluruh hingga ke pelosok daerah Lebak.

“Menurutnya, seharusnya ada sosialisasi yang bisa dirasakan dampaknya secara menyeluruh kepada masyarkat. Jangan sampai kegiatan dengan anggaran besar namun tidak memberikan dampak kepada mayarakat bahkan apalagi mereka tidak tahu-menahu soal Pilkada. Hal itu menjadi sangat miris, sementara ini soal masa depan lima tahun ke depan,” tegas Nurul.

Baca Juga: Cak Imin: Rp900 Triliun Uang Rakyat Terkuras ke Luar Negeri Akibat Judi Online, Kita Hentikan Bersama!

Pihaknya berpandangan seharusnya kegiatan yang digelar bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang besar tidak mesti harus mengundang artis nasional. Terlebih, fakta di lapangan partisipasi masyarakat masih kurang.

“Inilah yang menjadi sebuah kekhawatiran secara nyata, kegagalan bagi KPU Lebak yang mana tidak efektif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ditanya terkait jumlah anggaran yang dihabiskan dalam berbagai kegiatan yang telah digelar, Devi menyebut, hal tersebut bukan kewenangannya untuk menyampaikan.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Menggelar Mitigasi, 44 Nakes Dibekali Pencegahan Hidrometeorologi

Sementara Ketua KPU Lebak, Dewi Hartini ketika dihubungi melalui telepon tidak diangkat padahal berdering dan saat di WhatsApp menjawab, silahkan ke Sekretariat dulu ya pak,saya sedang mengisi materi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.