Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit Indonesia Dini Hari Ini, Ini Waktu Terbaik Menyaksikannya

AKURAT BANTEN - Fenomena langit berupa hujan meteor Lyrid diperkirakan akan menghiasi langit Indonesia pada Kamis dini hari dan dapat diamati langsung tanpa bantuan alat.
Peristiwa astronomi ini menjadi momen menarik karena masyarakat berkesempatan menyaksikan kilatan cahaya meteor jika kondisi langit cerah dan bebas dari gangguan cahaya buatan.
Menurut NASA, puncak aktivitas hujan meteor ini terjadi pada Selasa malam hingga Rabu pagi waktu Amerika Serikat.
Baca Juga: Detik Detik Imam Masjid di Depok Wafat Saat Pimpin Salat Subuh, Jemaah Sempat Panik
Sementara itu, di Indonesia, waktu terbaik untuk mengamati fenomena tersebut jatuh pada Kamis dini hari sebelum matahari terbit.
Dalam periode puncaknya, jumlah meteor yang terlihat diperkirakan mencapai 10 hingga 20 per jam, melintas cepat di langit malam.
Fenomena ini sebenarnya dapat disaksikan dari berbagai wilayah di dunia, meski pengamatan paling optimal biasanya berada di belahan Bumi utara.
Baca Juga: Dana Rp28 Miliar Umat Gereja Dipastikan Kembali, BNI Janjikan Pengembalian Secepatnya
Kondisi langit tahun ini juga cukup mendukung karena cahaya bulan tidak terlalu mengganggu saat puncak hujan meteor berlangsung.
“Hujan meteor Lyrids bisa diamati dari Indonesia pada dini hari malam Kamis 23 April sampai sebelum matahari terbit, dengan sekitar 10 hingga 20 meteor per jam dari arah rasi Lyra di langit utara,” ujar Thomas Djamaluddin.
Hujan meteor sendiri terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu kosmik yang ditinggalkan oleh komet atau asteroid di sepanjang orbitnya.
Baca Juga: China Kirim Kapal Induk ke Selat Taiwan, Tantang Kekuatan Sekutu AS
Saat partikel-partikel kecil tersebut memasuki atmosfer, mereka terbakar akibat gesekan dan menghasilkan cahaya terang yang kerap disebut sebagai bintang jatuh.
Untuk hujan meteor Lyrid, sumber utamanya berasal dari komet Comet Thatcher yang meninggalkan jejak partikel di lintasan orbitnya.
Menariknya, komet tersebut hanya dapat terlihat dari Bumi setiap sekitar 415 tahun sekali, meski sisa partikelnya tetap bisa ditemui setiap tahun.
Baca Juga: Dana Rp28 Miliar Umat Gereja Dipastikan Kembali, BNI Janjikan Pengembalian Secepatnya
Fenomena Lyrid juga dikenal sebagai salah satu hujan meteor tertua yang pernah dicatat dalam sejarah manusia sejak lebih dari dua milenium lalu.
Meski meteor acak sebenarnya bisa muncul setiap malam, intensitasnya meningkat pada periode tertentu sehingga menciptakan pemandangan yang lebih dramatis.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini, waktu terbaik adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar.
Baca Juga: Detik Detik Imam Masjid di Depok Wafat Saat Pimpin Salat Subuh, Jemaah Sempat Panik
Lokasi pengamatan juga sebaiknya jauh dari lampu kota agar langit terlihat lebih gelap dan jelas.
Mata perlu waktu sekitar 15 hingga 30 menit untuk beradaptasi dengan kondisi gelap, sehingga disarankan menghindari paparan cahaya dari layar ponsel.
“Pengamatan cukup dengan mata tanpa alat, karena teleskop justru mempersempit pandangan dan menyulitkan mengikuti pergerakan meteor,” kata Thomas.
Baca Juga: AS Pamer Bukti! Foto Kapal Iran Disita Beredar, Blokade Laut Resmi Diperketat
Ia juga menyarankan agar memilih tempat minim polusi cahaya atau mematikan lampu sekitar demi pengalaman terbaik.
Untuk kenyamanan, pengamat bisa membawa alas duduk atau kursi santai sambil menunggu kemunculan meteor.
Kesabaran menjadi kunci karena kemunculan meteor tidak selalu berurutan dan sering datang secara acak.
Baca Juga: Detik Detik Imam Masjid di Depok Wafat Saat Pimpin Salat Subuh, Jemaah Sempat Panik
Setelah fenomena Lyrid, hujan meteor lain yang dinanti adalah Eta Aquarids yang diperkirakan muncul pada awal Mei.
Fenomena tersebut berasal dari sisa-sisa komet Halley yang juga terkenal dalam dunia astronomi.
Momen hujan meteor seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk menikmati keindahan langit malam yang jarang disadari dalam keseharian.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









