Bahaya Mengintai Dunia, Jalur Hormuz Terganggu, Krisis Pupuk Bisa Picu Kelaparan Global

AKURAT BANTEN - Ancaman krisis pangan global kembali menghantui dunia setelah distribusi pupuk internasional terganggu akibat memanasnya situasi di kawasan Selat Hormuz.
Pemerintah Inggris kini mendesak agar jalur strategis tersebut segera dibuka demi mencegah risiko kelaparan yang bisa meluas ke berbagai negara.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia.
Selain menjadi lintasan utama distribusi minyak mentah, kawasan itu juga memiliki peran vital dalam pengiriman bahan baku pupuk global, terutama urea dan amonia.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat aktivitas pelayaran di kawasan tersebut terganggu.
Dampaknya langsung terasa pada rantai pasok pupuk dunia yang kini mulai mengalami tekanan serius.
Pemerintah Inggris memperingatkan bahwa gangguan distribusi pupuk dapat memicu krisis pangan global apabila tidak segera diatasi.
London bahkan telah melakukan koordinasi dengan Amerika Serikat untuk mencari solusi membuka kembali jalur perdagangan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Iran Buka Jalur Selat Hormuz, Mengapa Hanya 30 Kapal Ini yang Lolos?
Menteri Energi Inggris menyebut penutupan jalur distribusi di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga energi dan pupuk internasional.
Kondisi ini dinilai berbahaya karena sektor pertanian dunia sangat bergantung pada stabilitas pasokan pupuk.
Negara-negara di kawasan Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran selama ini menjadi pemasok utama pupuk berbasis nitrogen untuk kebutuhan pertanian global.
Ketika jalur distribusi terganggu, pasokan pupuk dunia otomatis ikut tersendat.
Baca Juga: Trump Klaim Capai Kesepakatan Fantastis dengan Xi Jinping, China Siap Bantu Buka Selat Hormuz?
Akibat situasi tersebut, harga pupuk internasional dilaporkan mulai melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Biaya produksi pertanian di banyak negara ikut meningkat dan dikhawatirkan berdampak langsung terhadap harga pangan dunia.
Pengamat ekonomi menilai krisis pupuk dapat menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan global.
Sebab tanpa pasokan pupuk yang stabil, produktivitas pertanian akan menurun drastis dan hasil panen berpotensi merosot.
Baca Juga: Trump Klaim Capai Kesepakatan Fantastis dengan Xi Jinping, China Siap Bantu Buka Selat Hormuz?
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan telah mengingatkan potensi terjadinya krisis kemanusiaan apabila situasi ini terus berlanjut.
Jutaan orang di berbagai negara disebut berisiko mengalami kelaparan akibat terganggunya produksi pangan dunia.
Data lembaga internasional menunjukkan ratusan juta penduduk dunia saat ini sudah berada dalam kondisi rawan pangan.
Jika konflik geopolitik di Timur Tengah terus memburuk, angka tersebut diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Baca Juga: Iran Ancam Hantam AS Jika Kapalnya Diserang, Situasi Selat Hormuz Makin Gawat
Tak hanya sektor pangan, gangguan di Selat Hormuz juga berdampak besar terhadap pasar energi dunia.
Jalur tersebut diketahui menjadi lintasan sekitar seperlima distribusi minyak global.
Ketika situasi memanas, harga minyak otomatis ikut terdorong naik dan memengaruhi ekonomi internasional.
Sejumlah negara kini terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi demi menjaga stabilitas perdagangan global.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas Inggris Kirim Kapal Perang ke Timur Tengah, Dunia Waspada
Namun hingga saat ini, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Para analis menilai dunia sedang menghadapi ancaman berlapis, mulai dari konflik geopolitik, lonjakan harga energi, hingga risiko krisis pangan global.
Jika distribusi pupuk tidak segera pulih, dampaknya diperkirakan akan dirasakan langsung oleh masyarakat di banyak negara melalui kenaikan harga bahan makanan.
Situasi tersebut membuat dunia internasional kini semakin khawatir terhadap kemungkinan terjadinya gelombang kelaparan baru akibat krisis pasokan pupuk global.
Baca Juga: Kapal Tanker Iran Ditembak Amerika Serikat di Selat Hormuz, Dunia Khawatir Perang Besar Pecah
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan








