PKM Universitas Pamulang Serang Dorong Digitalisasi Absensi Guru di SMK Darma Nusantara

AKURAT BANTEN - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Pamulang Kampus Serang menggelar sosialisasi mengenai transformasi digital dalam sistem absensi sebagai upaya meningkatkan disiplin tenaga pendidik di SMK Darma Nusantara, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada tenaga pendidik mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung tata kelola pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Ketua Pelaksana kegiatan, M. Sugandi, mengatakan transformasi digital dalam sistem absensi merupakan langkah yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Baca Juga: Polemik Evaluasi Sekda Tangsel Disorot DEMA UIN Jakarta, Singgung Prinsip Good Governance
Menurut dia, penerapan absensi digital dapat menggantikan metode manual yang selama ini masih digunakan di sejumlah sekolah.
"Melalui sistem digital, data kehadiran menjadi lebih akurat, transparan, dan mudah dipantau. Hal ini tentu berdampak positif terhadap peningkatan disiplin tenaga pendidik," kata Sugandi.
Ia menjelaskan, guru memiliki peran penting tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan bagi peserta didik.
Karena itu, kedisiplinan guru dalam menjalankan tugas menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa.
Baca Juga: Jangan Sampai Kena ETLE, Ini Daftar Pelanggaran Lalu Lintas yang Langsung Terekam Kamera
"Peserta didik cenderung mencontoh perilaku yang mereka lihat setiap hari. Oleh karena itu, guru harus menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, termasuk dalam kehadiran dan ketepatan waktu," ujarnya.
Oleh karena itu, melalui pemanfaatan teknologi seperti fingerprint, face recognition, maupun aplikasi berbasis seluler, sistem absensi digital dinilai mampu menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus membangun budaya kerja yang profesional di lingkungan pendidikan.
"Transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Dengan sistem yang lebih modern, sekolah dapat meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus mendorong terciptanya budaya disiplin yang lebih kuat," pungkas Sugandi.
Baca Juga: Dipuji Honda Team Asia, Veda Ega Pratama Ukir Kebangkitan Spektakuler, Lolos ke Q2
Sementara itu, Dosen Pembimbing Rustandi, kelompok tersebut menilai digitalisasi sistem absensi merupakan bagian dari upaya modernisasi tata kelola pendidikan yang perlu didukung seluruh pihak.
"Pemanfaatan teknologi dalam administrasi sekolah bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga bagaimana menciptakan sistem yang lebih efektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran yang tercatat secara digital akan memudahkan evaluasi serta pengambilan keputusan di lingkungan sekolah," tutur Rustandi.
Menurutnya, transformasi digital harus diiringi dengan peningkatan kesadaran dan komitmen seluruh tenaga pendidik agar tujuan peningkatan disiplin dapat tercapai secara maksimal.
Baca Juga: Dua Komandan Hamas Tewas, Iran Sebut Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Israel Masih Ada
"Kunci utama tetap ada pada sumber daya manusianya. Teknologi hanya alat bantu, sedangkan keberhasilan penerapannya ditentukan oleh komitmen para pengguna dalam menjalankan aturan yang berlaku," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SMK Darma Nusantara Pandeglang, Neneng Omsiah menyambut baik gagasan penerapan absensi digital sebagai salah satu inovasi yang dapat membantu meningkatkan kualitas manajemen sekolah.
"Absensi digital dapat memberikan kemudahan dalam pemantauan kehadiran guru maupun tenaga kependidikan. Data yang diperoleh juga lebih cepat dan akurat dibandingkan sistem manual," kata Neneng.p
Baca Juga: Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Viral, Bahlil Lahadalia Akui Ingin Bertemu dan Traktir Sang Pembuat
Ia berharap penerapan sistem tersebut dapat membangun budaya disiplin yang lebih kuat di lingkungan sekolah dan berdampak positif terhadap proses pembelajaran.
"Ketika guru hadir tepat waktu dan menjalankan tugas dengan disiplin, suasana belajar yang kondusif akan lebih mudah tercipta. Pada akhirnya, yang merasakan manfaat terbesar adalah para peserta didik," tandasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!











