Timnas Iran Dihantam Konflik Timur Tengah Jelang Piala Dunia 2026, Kapten Ungkap Situasi Mencekam

AKURAT BANTEN - Tim nasional Iran akhirnya tiba di kawasan Los Angeles setelah lebih dulu menjalani pemusatan latihan di Tijuana, Meksiko.
Kota tersebut berjarak sekitar 225 kilometer dari Stadion SoFi di California, Amerika Serikat, yang akan menjadi lokasi laga pembuka Grup G melawan Selandia Baru pada 16 Mei.
Persiapan wakil Asia Barat itu terganggu akibat memanasnya konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, sehingga mereka harus memindahkan kamp latihan ke luar wilayah AS.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, kapten Iran Mehdi Taremi mengungkapkan bahwa atmosfer Piala Dunia 2026 terasa berbeda dibanding dua edisi sebelumnya yang pernah ia jalani.
Baca Juga: Matt Freese, Kiper Jenius AS Lulusan Harvard yang Bersinar di Piala Dunia 2026
"Saya merasakan ketegangan sejak saat saya tiba di turnamen. Piala Dunia seharusnya menjadi tempat kedamaian, kegembiraan, dan kebersamaan, tetapi apa yang terjadi telah mengurangi perasaan itu," ujar striker berusia 33 tahun itu.
Taremi menjelaskan bahwa bukan hanya Iran yang mengalami hambatan selama turnamen berlangsung.
Sejumlah tim lain juga terkena dampak persoalan visa hingga perubahan lokasi latihan.
Namun bagi Iran, situasinya terasa lebih berat karena berkaitan langsung dengan kondisi di tanah air mereka.
Baca Juga: Lamine Yamal dan Drama Timnas Maroko, Pernyataan Terbaru FRMF Bikin Heboh
"Dulu, semua orang selalu menantikan Piala Dunia dengan penuh antusias. Tahun ini, perasaan itu tidak sama persis," kata striker yang saat ini bermain untuk Olympiacos.
Setelah operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus berubah.
Akibat kondisi tersebut, Iran harus memindahkan basis latihan mereka dari Tucson, Arizona, ke Baja California di Meksiko.
FIFA kemudian menolak permintaan Federasi Sepak Bola Iran yang ingin memainkan laga fase grup di luar Amerika Serikat.
Penolakan itu disebut berkaitan dengan masalah logistik dan kewajiban kontrak turnamen.
Masalah lain juga muncul dalam proses perjalanan delegasi Iran menuju AS. Beberapa anggota rombongan gagal memperoleh visa masuk.
Menurut pihak tim, dua staf dari departemen media tidak mendapatkan izin masuk sehingga absen pada pertandingan kontra Selandia Baru.
Selain itu, banyak suporter Iran juga mengalami kesulitan membeli tiket dan melakukan perjalanan ke stadion pertandingan.
Pelatih Amir Ghalenoei mengakui bahwa situasi di luar lapangan cukup memengaruhi kondisi mental timnya selama mengikuti Piala Dunia 2026.
"Hal ini berdampak negatif pada semangat sepak bola. Sepak bola seharusnya menjadi jembatan antara bangsa dan budaya. Kondisi saat ini telah memengaruhi konsentrasi kami, tetapi saya selalu berusaha agar para pemain hanya memikirkan taktik dan permainan," kata ahli strategi berusia 63 tahun itu.
Berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, Iran hanya diizinkan berada dalam waktu singkat di Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan.
Mereka dijadwalkan tiba sehari sebelum laga berlangsung dan langsung meninggalkan kota setelah pertandingan selesai.
Seusai menghadapi Selandia Baru di Inglewood, Iran akan bertemu Belgia di Stadion SoFi sebelum melanjutkan perjalanan ke Seattle guna menghadapi Mesir pada laga terakhir fase grup.
Walau menghadapi berbagai kendala, Ghalenoei memastikan para pemain tetap berusaha menjadikan tekanan sebagai sumber motivasi tambahan.
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada rakyat Meksiko atas dukungan mereka. Rakyat Iran terbiasa mengubah kesulitan menjadi peluang. Kami tidak memikirkan hal lain selain membawa kebahagiaan bagi rakyat kami," tegasnya.
Perjalanan dari Tijuana menuju Stadion SoFi memerlukan waktu sekitar lima jam.
Setelah sesi konferensi pers selesai, para pemain Iran mendapat kesempatan melihat langsung Stadion SoFi.
Sejumlah pemain tampak antusias karena untuk pertama kalinya bisa mengunjungi salah satu stadion tercanggih di dunia, berkeliling tribun, serta mengecek kondisi lapangan sebelum pertandingan berlangsung.
Iran kini menempati peringkat ke-20 dunia dalam ranking FIFA dan menjadi salah satu negara pertama yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Namun bagi tim Asia Barat tersebut, sepak bola kali ini tidak hanya berbicara soal pertandingan di lapangan.
Los Angeles dipilih sebagai lokasi dua pertandingan Iran karena kota tersebut memiliki komunitas diaspora Iran terbesar di dunia.
Kawasan yang dijuluki "Tehrangeles" itu dihuni ribuan warga Iran yang meninggalkan negaranya setelah Revolusi Islam pada akhir 1970-an.
Wilayah tersebut juga diperkirakan menjadi pusat aksi protes terhadap pemerintah Teheran selama pertandingan Iran berlangsung.
Meski demikian, Taremi menegaskan bahwa seluruh fokus tim tetap tertuju pada sepak bola.
"Kami bermain untuk semua warga Iran, baik yang tinggal di negara ini maupun di mana pun di dunia. Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi misi kami adalah membawa kegembiraan dan persatuan. Kami tidak ada hubungannya dengan politik . Kami di sini untuk bermain sepak bola," tegas kapten Iran tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 2Nanik S Deyang Terseret! Sony Sonjaya Bongkar Dugaan ‘Permainan’ di Internal BGN: Itu Orang Tukang Fitnah!
- 3Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 4Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 5Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 6Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 7Roy Suryo Buka Suara: Sebut Polisi 'Terpaksa' Umumkan P21 Kasus Ijazah Jokowi, Ada Apa?
- 8Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Mengaku Diintai, Temukan GPS Tracker di Mobil Usai Demo Gejayan: Semakin diteror semakin gacor!
- 9Seskab Teddy Unggah Momen TNI-Polri Bersihkan Bekas Demo, Publik Soroti Sikap Aparat
- 10Presiden Prabowo Bongkar Fakta Mengejutkan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global ke Indonesia






