Messi Blak-blakan Usai Argentina Nyaris Tersingkir: "Kami Menderita!"

AKURAT BANTEN - Argentina memang berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan dramatis 3-2 atas debutan Tanjung Verde justru menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi sang juara bertahan. Hal itu diakui langsung oleh kapten Lionel Messi yang menilai La Albiceleste tampil jauh dari performa terbaiknya.
Bermain di Miami Stadium pada babak 32 besar, Argentina sempat dua kali memimpin pertandingan. Messi membuka keunggulan pada menit ke-29 sebelum disamakan Deroy Duarte di babak kedua.
Lisandro Martinez kembali membawa Argentina unggul pada awal babak tambahan waktu, tetapi Tanjung Verde lagi-lagi mampu menyamakan skor melalui gol spektakuler Sidny Lopes Cabral. Argentina baru memastikan kemenangan pada menit ke-111 lewat gol bunuh diri Diney Borges yang bermula dari sepak pojok Messi.
Meski membawa timnya lolos ke fase berikutnya, Messi sama sekali tidak larut dalam euforia kemenangan. Pemain berusia 39 tahun itu justru memberikan penilaian jujur mengenai perjuangan Argentina menghadapi wakil Afrika tersebut.
"Pertandingan yang sangat sulit, bahkan lebih sulit daripada yang kami perkirakan. Mencetak gol pertama saja sudah sulit, tetapi mereka menunjukkan alasannya karena sebelumnya mampu bermain imbang melawan Spanyol dan Uruguay," ujar Messi seusai pertandingan.
Menurut Messi, kualitas Tanjung Verde memang sudah diprediksi sejak sebelum pertandingan. Namun, intensitas permainan yang ditampilkan lawan membuat Argentina benar-benar berada dalam tekanan selama 120 menit.
"Mereka sangat disiplin. Mereka punya senjata sendiri. Mereka sangat intens. Mereka menghantam kami dan kami saling bertukar pukulan. Kami memang sudah memperkirakan bakal menderita. Dan memang kami menderita. Tapi ini kemenangan yang sangat penting," lanjut kapten Inter Miami tersebut.
Tak hanya memuji lawan, Messi juga secara terbuka mengkritik performa timnya sendiri. Ia menilai Argentina gagal menjalankan pressing dengan baik sehingga Tanjung Verde berkali-kali mampu menguasai bola dan menciptakan ancaman.
Menurut Messi, jarak antarlini Argentina terlalu renggang sehingga lawan kerap menemukan ruang kosong untuk membangun serangan.
Kondisi itu memaksa para pemain Argentina bekerja lebih keras mengejar bola sepanjang pertandingan. Ia menilai aspek tersebut harus segera diperbaiki apabila ingin mempertahankan gelar juara dunia.
Penilaian Messi sejalan dengan pengakuan pelatih Lionel Scaloni. Sang pelatih mengaku sejak awal tidak pernah menganggap Tanjung Verde sebagai lawan mudah.
Bahkan, ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu, Scaloni mengaku hanya berharap laga segera berakhir karena tekanan yang terus diberikan lawan.
Baca Juga: Prediksi Skor Meksiko vs Inggris: Rekor Sempurna El Tri Terancam, Harry Kane Siap Bungkam Azteca!
Perlawanan Tanjung Verde memang menjadi salah satu cerita terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026. Sebagai tim debutan, mereka mampu dua kali menyamakan kedudukan melawan juara bertahan dan hampir memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Penampilan disiplin serta keberanian menyerang membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan sepanjang laga.
Di balik penampilan yang kurang meyakinkan, Messi tetap menorehkan sejarah baru. Gol pembuka yang dicetaknya menjadi gol ke-20 sepanjang putaran final Piala Dunia, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Ia juga menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam delapan pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Usai pertandingan, Messi sempat mencairkan suasana dengan candaan mengenai kerasnya permainan lawan. Ia mengungkapkan bahwa para pemain Tanjung Verde "menendangnya habis-habisan" selama pertandingan, tetapi setelah peluit panjang berbunyi mereka justru berebut meminta jersey dan berfoto bersama dirinya.
Candaan tersebut menjadi bukti rasa hormat yang diberikan para pemain Tanjung Verde kepada sang megabintang.
Kini Argentina harus segera berbenah sebelum menghadapi Mesir di babak 16 besar. Jika ingin mempertahankan status sebagai juara bertahan, Messi menegaskan bahwa timnya harus memperbaiki pressing, menjaga jarak antarlini, dan mengurangi kesalahan yang membuat Tanjung Verde mampu memberi perlawanan sengit.
Kemenangan memang sudah diraih, tetapi bagi Messi, pertandingan tersebut menjadi pengingat bahwa di Piala Dunia tidak ada lagi lawan yang bisa dianggap mudah.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







