Henry dan Ibrahimovic Kompak Puji Spanyol! "Sepak Bola Jadi Pemenang" di Final Piala Dunia 2026

AKURAT BANTEN - Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tak hanya mendapat pujian karena berhasil mengangkat trofi. Menurut dua legenda sepak bola dunia, Thierry Henry dan Zlatan Ibrahimovic, kemenangan La Roja juga menjadi kemenangan bagi filosofi sepak bola yang mengutamakan permainan kolektif, kreativitas, dan keberanian memainkan talenta muda.
Spanyol memastikan diri menjadi kampiun dunia setelah mengalahkan Argentina di final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat. Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi La Roja setelah sebelumnya berjaya pada edisi 2010.
Usai pertandingan, Henry dan Ibrahimovic sama-sama memberikan apresiasi tinggi terhadap permainan yang ditampilkan tim asuhan Luis de la Fuente. Menurut keduanya, Spanyol tampil sebagai tim paling konsisten sepanjang turnamen dan layak keluar sebagai juara.
Thierry Henry menilai keberhasilan Spanyol bukan hanya soal hasil akhir, melainkan juga tentang cara mereka bermain.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI, Meutya Hafid Sebut Hadiah Presiden untuk Rakyat Indonesia
"Sepak bola menang hari ini," ujar legenda Arsenal dan timnas Prancis tersebut.
Menurut Henry, Spanyol menunjukkan bahwa sepak bola menyerang, permainan berbasis penguasaan bola, serta keberanian memberi kesempatan kepada pemain muda masih bisa menjadi resep meraih kesuksesan di level tertinggi.
Pandangan serupa disampaikan Zlatan Ibrahimovic. Mantan penyerang AC Milan, Barcelona, dan Paris Saint-Germain itu menyebut Spanyol sebagai tim yang paling layak mengangkat trofi karena tampil stabil sejak fase grup hingga final.
Ibrahimovic menilai La Roja tidak bergantung pada satu pemain. Sebaliknya, kekuatan mereka terletak pada kolektivitas, organisasi permainan, dan kemampuan setiap pemain menjalankan perannya dengan disiplin.
Baca Juga: Spanyol Pernah Hancurkan Argentina 6-1! Rekam Jejak Pertemuan Jelang Final Piala Dunia 2026
Pujian dari dua legenda tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol memang menjadi salah satu tim dengan penguasaan bola terbaik serta memiliki pertahanan yang sangat solid.
Mereka juga tampil produktif dalam menciptakan peluang tanpa kehilangan keseimbangan ketika bertahan.
Salah satu faktor yang paling mendapat sorotan adalah keberanian Luis de la Fuente mempercayai generasi muda. Lamine Yamal kembali menjadi bintang dengan kontribusi penting di lini depan, sementara Pedri, Pau Cubarsi, hingga Gavi tampil sebagai fondasi permainan La Roja.
Di sisi lain, pemain senior seperti Rodri, Dani Olmo, dan Mikel Oyarzabal memberikan keseimbangan yang membuat Spanyol mampu tampil matang dalam setiap pertandingan.
Baca Juga: Pakar Sepak Bola Mulai Angkat Bicara! Ini Prediksi Mereka untuk Final Spanyol vs Argentina
Henry secara khusus menyoroti keberhasilan De la Fuente membangun tim yang tidak bergantung pada satu sosok. Menurut mantan penyerang Barcelona itu, inilah yang membedakan Spanyol dibanding banyak tim lain di turnamen.
"Ketika satu pemain tidak tampil maksimal, selalu ada pemain lain yang bisa mengambil alih," ungkap Henry dalam analisis pascalaga.
Sementara itu, Ibrahimovic menilai keberhasilan Spanyol menjadi bukti bahwa pembangunan jangka panjang tetap menjadi kunci kesuksesan.
Ia memuji federasi sepak bola Spanyol yang terus mempertahankan identitas permainan mereka, mulai dari level akademi hingga tim nasional.
Baca Juga: Arsene Wenger Buka Suara! Jawaban Tegas soal Aturan Jeda Minum Piala Dunia 2026 yang Banjir Kritik
Meski Argentina harus mengakui keunggulan lawannya, Ibrahimovic juga memberikan penghormatan kepada Lionel Messi. Menurutnya, kekalahan di final tidak akan mengurangi warisan yang telah ditinggalkan kapten Albiceleste tersebut bagi dunia sepak bola.
Komentar Henry dan Ibrahimovic kemudian mendapat sambutan positif dari banyak pengamat. Banyak yang menilai Spanyol memang tampil sebagai tim paling lengkap sepanjang turnamen.
Mereka mampu memadukan penguasaan bola khas La Roja dengan permainan yang lebih vertikal dan efektif dibanding generasi sebelumnya.
Keberhasilan tersebut juga menjadi validasi atas proyek regenerasi yang dijalankan setelah kegagalan di beberapa turnamen besar.
Di bawah kepemimpinan De la Fuente, Spanyol berhasil melahirkan perpaduan ideal antara pemain muda dan senior, sekaligus mengembalikan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Bagi Henry dan Ibrahimovic, kemenangan Spanyol memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar perebutan trofi. Gelar tersebut menjadi bukti bahwa permainan kolektif, keberanian mengembangkan talenta muda, dan identitas sepak bola yang jelas masih mampu membawa sebuah tim mencapai puncak dunia.
Itulah sebabnya keduanya sepakat menyebut bahwa pada final Piala Dunia 2026, bukan hanya Spanyol yang menjadi pemenang. Sepak bola juga ikut menang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







