Banten

Jangan Asal Pilih, 6 Jurusan Kuliah Ini Banyak yang Nganggur Setelah Lulus Sarjana, Ada Jurusan Kuliahmu?

Aullia Rachma Puteri | 17 Agustus 2026, 02:03 WIB
Jangan Asal Pilih, 6 Jurusan Kuliah Ini Banyak yang Nganggur Setelah Lulus Sarjana, Ada Jurusan Kuliahmu?
jurusan yang lulusannya nganggur

AKURAT BANTEN – Memilih jurusan kuliah sering dianggap sebagai langkah awal menentukan masa depan.

Namun, memiliki gelar sarjana ternyata tidak otomatis membuat seseorang langsung mendapatkan pekerjaan.

Kondisi pasar kerja, keterampilan, pengalaman, hingga kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan perusahaan ikut menentukan cepat atau lambatnya lulusan memperoleh pekerjaan.

Kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan bahwa masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan pertama masih menjadi tantangan bagi banyak lulusan baru.

Baca Juga: Ternyata Roy Suryo Kuliah di Tempat Ini Sekarang Malah Ditangkap karena Kasus Ijazah Jokowi Palsu

Temuan tersebut menjadi pengingat bagi calon mahasiswa agar tidak hanya melihat popularitas sebuah jurusan.

Prospek pekerjaan dan kemampuan yang dibutuhkan industri juga penting dipertimbangkan sejak awal.

Salah satu persoalan yang muncul adalah ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang dijalani. Kondisi ini dikenal sebagai mismatch.

Lulusan yang bekerja di bidang yang tidak berhubungan dengan pendidikan sebelumnya dapat menghadapi tantangan dalam memasuki pasar kerja.

Baca Juga: Jokowi Siap Penjarakan Roy Suryo Cs, Ijazah Jokowi Asli Dibawa ke Persidangan 'Dari SD Sampai Kuliah Lengkap'

Sebaliknya, keterampilan yang relevan dengan posisi yang dituju bisa membantu seseorang lebih mudah beradaptasi.

Hal ini bukan berarti jurusan tertentu pasti sulit mendapatkan pekerjaan.

Namun, calon mahasiswa perlu mengetahui kemungkinan jalur karier yang tersedia setelah menyelesaikan pendidikan.

Ijazah bukan satu-satunya modal ketika memasuki dunia profesional.

Baca Juga: Beasiswa Kemenag 2026 Buka Pendaftaran, Kuliah S2-S3 Cuma 4,5 Tahun

Pengalaman magang, proyek, organisasi, maupun kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan dapat menjadi nilai tambah.

Mahasiswa yang memiliki pengalaman praktis bisa lebih mudah menunjukkan kemampuan kepada calon pemberi kerja.

Karena itu, selama kuliah, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga mulai membangun pengalaman.

Dunia kerja terus berubah mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan ekonomi.

Baca Juga: Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik

Perusahaan kini membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan keterampilan pendukung.

Lulusan yang tidak memperbarui kemampuan berisiko menghadapi persaingan lebih ketat.

Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk mempelajari keterampilan tambahan yang relevan dengan bidang pekerjaan yang diincar.

Kemampuan digital, komunikasi, analisis, bahasa asing, hingga penguasaan perangkat tertentu dapat menjadi bekal tambahan.

Baca Juga: Tak Tinggal Diam Jokowi Siap Buktikan Semua Ijazah SD hingga Kuliah di UGM ke Pengadilan

Faktor lain yang dapat memengaruhi lamanya pencarian pekerjaan adalah harapan terhadap besaran gaji.

Lulusan yang memiliki batas minimum penghasilan tertentu mungkin akan lebih selektif dalam menerima tawaran kerja.

Akibatnya, proses mencari pekerjaan dapat berlangsung lebih lama apabila posisi yang tersedia belum sesuai dengan ekspektasi.

Karena itu, lulusan baru perlu mempertimbangkan pengalaman dan peluang pengembangan karier ketika mengevaluasi tawaran pekerjaan pertama.

Baca Juga: Kabar Terbaru!! Kuliah Daring Setiap Jumat Pascasarjana Untirta Tahun 2026

Portofolio menjadi salah satu cara bagi lulusan untuk memperlihatkan kemampuan secara konkret.

Bagi sejumlah bidang pekerjaan, hasil proyek dapat menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan.

Mahasiswa dapat mulai membangun portofolio sejak masih berada di bangku kuliah.

Proyek akademik, kegiatan organisasi, pekerjaan lepas, hingga pengalaman magang dapat dikembangkan menjadi bukti kemampuan.

Baca Juga: KULIAH GRATIS DAN LANGSUNG CPNS! Pendaftaran IPDN Buka 29 Juni 2025, Gaji Lulusan Tembus Rp28 Juta? Cek Syarat Lengkapnya

Dengan demikian, ketika lulus, mahasiswa tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki rekam pengalaman yang bisa ditunjukkan kepada perusahaan.

Kesalahan yang juga perlu dihindari adalah memilih jurusan tanpa memahami arah karier.

Keputusan kuliah sebaiknya mempertimbangkan minat sekaligus gambaran pekerjaan setelah lulus.

Calon mahasiswa dapat mencari tahu jenis profesi yang tersedia, kompetensi yang dibutuhkan, serta perkembangan industri terkait.

Baca Juga: Haru Biru! Devit, Anak Kuli Angkut Lolos ITB, Sekampung Patungan Wujudkan Mimpi Kuliah

Informasi tersebut dapat membantu menentukan pilihan pendidikan secara lebih realistis.

Selain faktor jurusan, lokasi juga berpengaruh terhadap kesempatan kerja. Pasar tenaga kerja di setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda.

Ketersediaan industri dan perusahaan di suatu daerah dapat menentukan banyaknya pilihan pekerjaan bagi lulusan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi tidak bisa disederhanakan hanya berdasarkan nama jurusan.

Baca Juga: Fix! Kuliah Online untuk Mahasiswa Semester 5 Resmi 2026, Hybrid Jadi Sistem Utama

Tidak ada jurusan yang dapat menjamin seseorang langsung memperoleh pekerjaan setelah wisuda.

Sebaliknya, jurusan yang dianggap memiliki prospek bagus pun tetap membutuhkan dukungan berupa keterampilan, pengalaman, jaringan, dan kemampuan beradaptasi.

Bagi calon mahasiswa, temuan ini dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan.

Minat pribadi tetap penting, tetapi sebaiknya dipadukan dengan informasi mengenai kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga: EKSKLUSIF! 28 Sekolah Kedinasan Ini Tak Butuh Nilai UTBK SNBT 2025, Kuliah Gratis dan Jaminan CPNS Menanti!

Sementara bagi mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan, masih banyak kesempatan untuk meningkatkan daya saing.

Mengikuti magang, pelatihan, sertifikasi, organisasi, hingga membangun portofolio dapat menjadi investasi untuk menghadapi persaingan setelah lulus.

Pada akhirnya, keberhasilan memasuki dunia kerja bukan hanya ditentukan oleh jurusan yang tercantum di ijazah.

Kemampuan membaca perubahan pasar kerja dan mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan menjadi faktor yang tak kalah penting.

Baca Juga: Isi Kuliah Umum, Muhammad Iqbal Minta Pelajar Jangan Takut Sampaikan Gagasan di Medsos

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.