Bupati Pandeglang Irna Narulita Awasi 25 Koperasi yang Terima Bantuan KUB

AKURAT BANTEN - Bupati Pandeglang Irna Narulita menegaskan, jika dirinya akan ikut mengawasi 25 koperasi yang telah menerima bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUB) sarana dan prasarana perikanan kelautan.
Tujuannya, yakni agar penerima manfaat. Dapat mengelola dengan baik dan usahanya bisa berkembang.
"Penerima bantuan Sapras ini harus berkembang, jangan sampai setelah menerima bantuan saprasnya tidak dikelola dengan baik. Kami akan terus pantau perkembangannya," katanya, saat memberikan bantuan Sapras perikanan untuk pelaku usaha perikanan tahun 2023, di Pendopo Pandeglang, Kamis (28/12/2023).
Baca Juga: Miris! Gedung KUA di Lebak Nyaris Ambruk Diganjal Bambu Penyangga, Kemenag RI Diminta Tanggap
Menurutnya, bantuan ini merupakan wujud nyata pemerintah dalam mendorong interpreneur perikanan, yang menjadi inti dari maritim bisnis sebagai salah satu corbisnis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pandeglang.
"Mari kita bersama niatkan untuk terus mengembangkan perikanan di Pandeglang. Dengan sapras bantuan ini diharapkan bisa meningkat perikanan kita," ungkapnya.
Kadis Perikanan Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengatakan, jenis bantuan yang diberikan yaitu berupa bioflok, mesin pembuat pakan ikan, alat tangkap ikan, mobil berefrigerasi, peralatan pengolahan dan cest freezer.
"Jumlah penerima bantuan sebanyak 25 orang yang tergabung dalam koperasi KUB bidang perikanan, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), Kelompok Pengolah dan Pemasa (Poklasar)," kata Budi.
Ia menjelaskan, bantuan bioflok sebanyak 3 paket, mesin pembuat pakan ikan 1 paket, alat tangkap ikan sebanyak 16 paket, mobil berefrigerasi sebanyak 1 unit, peralatan pengolahan 3 paket, dan 2 unit chest freezer.
"Bantuan ini bersumber dari daerah, provinsi dan pusat, semuanya untuk meningkatkan produksi perikanan lokal serta menambah keberagaman hasil perikanan air tawar yang kita miliki," ungkapnya.
Masih kata Budi, dengan mesin pakan ikan diberikan kepada pokdakan diharapkan bisa menjadi solusi untuk menekan biaya produksi, khususnya dalam penyediaan pakan murah dengan memanfaatkan beberapa bahan baku yang tersedia di sekitar wilayah sekitar.
"Sehingga nantinya usaha yang dijalankan oleh pembudidaya ikan semakin berkembang dan meningkatkan daya ungkit ekonomi," ujarnya.
Mengenai mobil berefrigerasi tambah Budi, bahwa alat tersebut, akan menjadi aset berharga dalam rantai retribusi hasil perikanan, sehingga dapat memastikan bahwa produk-produk berkualitas dari nelayan bisa sampai ke pasar luar Kabupaten Pandeglang dengan keamanan dan kebersihan yang terjaga kualitasnya.
"Tidak lagi kesulitan dalam pendistribusian, pemasaran, dan kualitasnya akan tetap segar, bersih dan terjaga,"pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 2Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 3Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 4Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 5Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 6Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 7Roy Suryo Buka Suara: Sebut Polisi 'Terpaksa' Umumkan P21 Kasus Ijazah Jokowi, Ada Apa?
- 8Disebut 'Ngajak Perang' oleh Kubu Jokowi, Roy Suryo Balik Polisikan Advokat Lechumanan!
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan



